Home

Eloi Eloi Lama Sabachthani

2 Comments

Good Friday 2

Terima kasih Suroboyo 7788 untuk video clipnya ūüôā

Advertisements

Bahasa dan Identitas

7 Comments

Aku ini siapa

Saya dilahirkan di kota Solo dari orang tua etnis Chinese atau yang sering disebut ‚Äėperanakan‚Äô. (Termasuknya saya adalah generasi ke 5 sejak kakeknya kakek saya mendarat di desa Kemiri¬†tahun 1810). Kami anak-anak memakai bahasa Indonesia dengan logat Jawa kalau bicara dengan orang tua dan orang tua menggunakan bahasa Jawa ngoko kalau bicara dengan kami (setelah kami dewasa). Kedua orang tua kami seringnya berbahasa jawa ngoko satu sama lain dan sudah tak kenal lagi bahasa Chinese. Jadi saja saya juga tak kenal bahasa Mandarin kecuali ‚ÄėWo ai ni‚Äô dan ‚ÄėWo pu ce tau‚Äô ūüôā Kami tahunya hanya sedikit perkataan Hokkian untuk menghitung seperti misalnya: It, ji, sa, si‚Ķ. (1, 2, 3, 4‚Ķ), go pek, ce jeng, ce tiauw dsb‚Ķ dan beberapa istilah tertentu. Dulu orang tua memiliki usaha toko hasil bumi¬† Baca selanjutnya

My Grown Up Christmas List

6 Comments

Yesterday I went to the shop and for a moment I¬†watched ‘photo with Santa’ sessions and I started to wonder what kind of wishes that those children asked for. Then tonight, when we watched Christmas in the Domain on TV, I heard Samantha Jade sang a song: My Grown Up Christmas List. A song that makes me sad. Is¬†‘the peace of this world’ is too big to ask for??

I found a very beautiful but very touching video montage of the song. Thank you Fatih Faiz for sharing. More

Cake Tanpa Terigu

11 Comments

Tepung tanpa Gluten pengganti Terigu

Tepung tanpa Gluten pengganti Terigu

Kemarin saya nitip suami¬†supaya dbelikan tepung terigu karena kebetulan dia akan ke supermarket. Satu kilogram tepung terigu biasa dan satu kilogram tepung terigu self-raising karena kebetulan kehabisan. Kesal juga waktu hubby pulang dengan membawa Gluten Free flour. Ya ampun…. tepung tanpa gluten itu kan buat mereka yang tidak toleran terhadap tepung terigu yang memangnya mengandung gluten. Gluten itu adalah sejenis protein didalam biji gandum dan sejenisnya yang bersifat lengket elastis sehingga kalau mengolah tepung terigu untuk membuat roti dan cake akan empuk dan lentur¬†jadinya. Protein gluten ini lebih sulit dicerna sehingga orang yang menderita penyakit coeliac (celiac) akan mengalami gangguan pencernaan.

Untuk selanjutnya

Chrysanthemum – Remembrance

1 Comment

Yellow Chrysanthemums

Mother’s Day in Australia is celebrated every second Sunday of May, and around this time in Autumn, Chrysanthemums are blooming. Many use the flowers as a gift for their mothers on the special day. In China, Chrysanthemum is one of the four honourable plants next to Plum, Orchid and Bamboo. If you have a pot of Chrysanthemum, when it has finished flowering, plant it in the¬† garden to have more flowers every year. Looking and thinking about our blooming Chrysanthemums at the moment, I know why these flowers are perfect for mothers. The beauty of the prolific¬†blooms remind me once again of my belated mother. All the good qualities of Chrysanthemums match those of my mother’s and all good mothers everywhere. Mauve ChrysanthemumsJust look at Chrysanthemums in my garden. They are not fussy to grow and faithfully they always bloom year after year when the chill of Autum days make many other plants ready for their winter sleep. Chrysanthemum flowers are always abundant and long lasting¬†and though¬†many different colours, shapes and sizes; all of them are beautiful in their own way. Just the same as all good mothers, though they have many differrent shapes, sizes and colours, all of them are beautiful on their own way. As Chrysanthemums, good mothers are never fussy and easy to please. Good mothers are faithful, just like the Chrysanthemums that never forget to bloom every Autumn. Once flowering, Chrysanthemums are plentiful and generous, so are all good mothers of the world, they generously¬†give all what they have. Chrysanthemums are long lasting flowers and it tells the dedication¬†and¬†love that a good mother gives to her children. Yes, the Chrysanthemums in my garden remind me of you, my beloved mother. I wished that I could pick a big bunch and presented them to you on the ground where you were laid to rest. Happy Mother’s Day, Mama…. You were the best.

To All Other Mothers:

Happy Mother’s Day!!

Creamy Yellow Chrysanthemums Other writings on Chrysanthemums: https://kiyanti2008.wordpress.com/2009/03/04/chrysantemum-the-mother%e2%80%99s-day-flower/ https://kiyanti2008.wordpress.com/2011/05/09/chrysanthemum-the-queen-of-autumn/

Ngalor Ngidulnya Jenang Grendul

2 Comments

Tadi pagi tiba tiba aku ingat jenang grendul atau yang juga disebut bubur candil. Kebetulan masih punya banyak tepung ketan. Sebetulnya tepungnya lebih enak yang barusan ditumbuk, tapi disini aku tak punya lumpang. Jadi tepung yang dari toko jadilah.

Memang sudah lama juga aku tak bikin jenang grendul ini, jadi tadi pagi bikin biar hawa panas. Makannya enakan kalau sudah dingin dimusim panas seperti sekarang. Sebetulnya sudah tidak musim panas lagi, Maret adalah bulan pertama musim gugur, namum udara disiang hari masih panasnya bukan main, lebih dari 30 derajat C. Kalau aku bikin jenang grendul tak pakai ukuran, jadi jangan tanya resepnya yang pasti. Semuanya dikira kira saja.

Bahannya adalah:

  • Tepung ketan
  • Gula merah
  • Air
  • Tepung beras¬†untuk mengentalkan
  • Daun pandan
  • Santan
  • Garam

Tergantung berapa banyak bikinnnya, kalau aku bikin kira kira 1 liter air direbus bersama gula merah secukupnya dan daun pandan. Sementara itu diwadah lain campur tepung ketan, sedikit garam dengan air hangat sampai terbentuk adonan agak lembek yang bisa dipulung. Jangan terlalu  padat karena nanti bola-bola grendulnya akan keras. Bentuk bulat-bulat sebesar kelereng dan masukkan kedalam air gula yang sudah mendidih. Kalau bola-bola sudah mengambang/mengapung, cairkan tepung beras secukupnya dengan air. Angkat jenang dari api dan masukkan tepung beras yang sudah dicairkan. Aduk terus.  Jangan langsung semua, lihat barang kali kekentalannya sudah cukup. Setelah jenang mengental, taroh kembali keapi dan terus diaduk supaya tak gosong.  Rasakan apa udah cukup manisnya. Setelah mendidih dan rata, angkat. Sewaktu masak jenang grendul ini sebaiknya jangan terlalu kental, karena nanti kalau dingin akan menjadi lebih kental dibandingkan sewaktu masih panas.

Rebus santan yang agak kental secukupnya dengan diberi daun pandan dan garam. Hidangkan jenang grendul dengan disiram santan diatasnya.

Jenang Grendul

______________***_____________

Kalau dipikir lidah timur dan barat itu memang tidak selalu sama. Banyak orang-orang bule yang kukenal tidak suka makanan yang kenyal dan lengket. Contohnya ya seperti jenang grendul ini. Suamiku yang orang bule tidak begitu doyan dan anakku tak mau menyentuh. Buat kita, yang disebut ‘meat balls’ alias bola-bola daging yang salah satunya adalah bakso nan kenyal; semakin kenyal buat lidah kita lebih enak. Lain dengan lidahnya orang bule, meat balls yang enak untuk ukuran mereka adalah yang empuk dan juicy. Untungnya suamiku kalau yang namanya bakso doyan juga, namun anakku tak mau menyentuh. Bodoh betul!!

Juga kalau memasak daging, ikan dan telur. Kalau aku sih daging sukanya yang dimasak lama dan empuk. Ikan goreng harus digoreng garing jadi kurang amisnya. Telur mata sapi ya kuningnya kalau masih meler aku bisa muntah. Namun kesukaan orang bule bertolak belakang. Banyak daging (sapi atau domba), terutama steak dan yang dipanggang harus setengah matang. Jadi kalau diiris tengahnya masih harus masih kemerahan. Telur rebus atau mata sapi harus masih meler kuningnya. Bahkan ikan seperti misalnya salmon masih harus pink juga tengahnya.

Sering aku nonton acara perlombaan masak seperti misalnya ‘My Kitchen Rules’, semua masakan harus berstandar internasional, jadi ya itu kalau masak daging steak atau daging panggang masih harus ‘medium rare’, jadi tengahnya masih harus berwarna pink kemerahan. Telur rebus dan mata sapi harus masih mengalir kuningnya. Ikan juga harus setengah matang. Daging bebek-pun masaknya juga masih harus pink tengahnya. Menurutku, kalau belum matang betul itu ya rasanya amis dan anyir………Tapi untuk menang dalam perlombaan memasaknya harus dengan cara¬†mereka yaitu harus memenuhi¬†standar internasional !! ???? ūüė¶

Bar Ber Buang Sampah

2 Comments

Ingat dulu waktu belum lama aku tiba di Melbourne. Kami makan permen coklat didalam mobil dan dengan santai kubuka jendela untuk membuang pembungkus coklat. Dengan cepat suamiku bilang aku tidak boleh membuang sampah dijalanan, kalau ada yang melaporkan atau pas ada polisi bisa kena denda. Ternyata aku telah membawa kebiasaan dari tempat asalku. Banyak orang yang beranggapan bahwa ditempat umum itu bukan tanggung jawab mereka untuk menjaga kebersihan. Ah, asal rumahku, mobilku bersih…. peduli amat diluaran.

No Litter Sign

Sejak itu aku sadar bahwa kebersihan itu adalah tugas semua orang. Memang tidaklah mudah yang namanya ngurus manusia itu, sehingga dibuat peraturan supaya orang tidak membuang sampah dimana-mana. Menjaga kebersihan lingkungan itu memang seharusnya dimulai sejak kecil, dan harus menjadi kesadaran diri untuk tidak membuang sampah seenaknya.

Banyak yang beranggapan bahwa membuang sampah dijalanan dan diluaran itu okey, kan ada tukang sapu jalan. Kebersihan lingkungan itu kan tanggung jawab mereka yang tugasnya menyapu jalanan dan mereka yang mengangkut sampah. Pendapat tersebut harus betul dimusnahkan sampai keakar akarnya. Setiap anak mulai dari kecil harus dididik untuk menjaga kebersihan, tidak hanya dirumah sendiri, tapi juga diluaran.

Dinegara manapun, ada kenyataan bahwa didaerah miskin itu akan lebih kotor jika dibandingkan dengan daerah dimana orang kaya tinggal. Kenapa bisa begitu ya? Aku sendiri juga tak mengerti. Mungkinkah mereka yang rumahnya hanya gubuk jelek merasa tak perlu untuk menjaga kebersihan. Buat apa?

Kalau rumah jelek ya tetap saja jelek, kotor atau bersih. Benarkah anggapan ini? SALAH BESAR!!!! Coba saja bayangkan rumah baru yang seperti gedung maglong-maglong, namun halamannya kotor tak terawat, rumput liar tumbuh tinggi dan sampah dimana- mana. Akan kelihatan cantikkah rumah itu? Kemewahan rumah itu akan terasa hilang. Sebaliknya sebuah rumah gubuk dari bambu dengan halaman rapi dan bersih. Banyak tanaman hijau dan bunga bunga bermekaran disekelilingnya, rumah gubuk sederhana itu akan kelihatan cantik dan manis.

Ini juga sama dengan sebuah kota, walau penuh gedung-gedung modern dan megah, tapi kalau kebersihan lingkungan tak terjaga, tetap saja keindahan kota itu terasa hilang. Selain itu juga didukung oleh kenyataan lain bahwa sampah yang dibuang bar ber seenaknya disembarang tempat akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Ini bisa mengganggu kesehatan karena sampah sampah itu menjadi sarang nyamuk, tikus dan binatang lainnya yang bisa mengganggu kesehatan dan bau tak sedap. Sampah-sampah yang menyumbat saluran air bisa menyebabkan banjir.

Jadi kita semua harus ingat bahwa ikut menjaga kebersihan lingkungan hidup adalah beban dan tugas setiap orang, bukan hanya tugas penyapu jalanan atau pembersih sampah. Tidak membuang sampah bar ber dimana mana adalah kesadaran pribadi yang harus diajarkan kepada anak sedini mungkin. Jangan biarkan tempat kita terkubur sampah, biarlah bumi ini tetap cantik, hijau, bersih, sehat dan sejahtera. Marilah kita kembangkan harga diri bukan hanya untuk kebersihan diri sendiri, namun juga dengan kebersihan rumah, halaman dan lingkungan hidup sekitar kita.

Sampah

Tulisan lain tentang kebersihan lingkungan:

https://kiyanti2008.wordpress.com/2011/11/26/jemuran-melambai/

Older Entries