Home

Mama

5 Comments

Kuat dan tegas caramu berucap kata, mama

Benar dan jujur itulah prinsip hidupmu yang tulus

Orang bilang kau terlalu galak dan keras kepala

Tapi bagiku kau selalu berpijak pada jalan yang lurus

 

Dibalik tegarnya sifat terdapat sejuta kelembutan

Sebagai ibu kasih sayangmu melimpah nyata

Untuk setiap dambaan bayi yang kau lahirkan

Kau perlakukan kami selembut mutiara

 

Semasa kanak-kanak kami punya segalanya

Namun tak pernah dalam bentuk kemanjaan yang sia

Darimu aku belajar mengurus rumah tangga

Cuci baju dan lantai serta urusan dapur aku terbiasa

 

Kesederhanaan dan moral tinggipun tak lupa kau ajarkan

Kadang kala jika serasa kau perlakukan kita begitu kerasnya

Ini hanyalah caramu membuat supaya kami tak sesat dijalan

Dan dengan adil kau perlakukan kita sama rata

 

Jalan hidupmu banyak tantangan dan berliku

Kebahagiaan dan kekecewaanpun saling merajut jiwa

Tetap kau berpegang teguh pada prinsip hidupmu

Tuhanpun menganugerahi  ketabahan jiwa

 

Terima kasih mama atas semua yang kau beri dengan rela

Dan maafkan jika aku khilaf dan menumpahkan kesedihan

Untaian puisi ini kutulis hanya untukmu mama

Sebagai rasa penghargaan, syukur dan kasih cinta

Aku Suka Kau Berdua

1 Comment

Kerinduan  ini tak terbendung dari hari ke hari

Lagi lagi aku bayangkan kenikmatannya

Begitu manisnya kau berdua

Tak bisa aku membandingkannya

Yang satu kasar dan gelap warnanya

Yang kedua kuning dan halus kulitnya

Sayangku kepadamu berdua

Sama tak ada bedanya

 

Didalam dirimu berdua

Kelembutan begitu terasa

Yang satu bagaikan gading warnanya

Yang lain begitu bening dan mulus rupanya

Jika aku bersama kalian bedua

Hati inipun terbelah jadinya

Aku tak bisa memilih yang mana

Aku suka keduanya

 

Sajak ini kutulis untuk buah kesayanganku Salak dan Duku. Hmm…..bukan pacar lho!

____ XXX____

Aku suka sekali buah buahan. Suka dalam arti kalau sudah makan buah, tidak hanya sepotong, satu atau dua saja. Tapi bisa makan banyak tanpa bisa puas. Seperti kalau aku makan buah cherry, sekilo aku bisa habiskan sekali gus. Sampai suamiku takut aku akan sakit perutnya.

Kalau ada yang tanya buah apa yang aku paling ingin makan sekarang? Jawabku adalah salak dan duku. Maklum karena kedua buah ini tak ada disini di Melbourne. Yang lain seperti  dondong, sawo, belimbing, mangga, rambutan, kelengkeng dsb ada dijual disini. Engga tahu kenapa salak dan duku engga ada. Pernah beberapa tahun yang lalu aku lihat ditoko yang miliknya orang Kamboja di South Springvale menjual langsep/langsat. Ya ampun, masa sekilo harganya $30 Aud. Waku itu aku beli juga kira kira 12 biji udah hampir lima dollar.Saking kepinginnya, untung lemes dan manis juga rasanya. Hanya sekali itu aku pernah lihat, setelah itu tak ada yang jual lagi, mungkin karena terlalu mahal.

Setiap aku ke Indonesia, hanya salak saja yang ada ditoko. Herannya kalau aku kesana engga pernah musim duku. Yang terakhir kesana, waktu jalan dipinggir jalan di Bandung aku lihat beberapa kulit duku berserakan ditanah. Aku bilang kekakak, itu ada kulit duku. Memang kakakku tidak melihatnya karena dia udah duluan jalannya. Dia jawab, masa ada duku karena bukan musimnya. Dia bilang lihat saja ditoko atau pasar ada yang jual atau tidak. Muter muter di Mal dan supermarket, engga ketemu itu dukunya. Lihat lihat yang jual dipinggir jalan engga ada yang dagang duku.

Kakakku tak percaya aku lihat kulitnya. Maka waktu kami jalan kembali  ketempat parkir dan melewati tempat dimana aku lihat kulit duku sebelumny, baru dia percaya. Tadinya dia mengira aku salah lihat, mungkin kulit kelengkeng katanya. Ternyata yang kulihat betul yaitu kulit duku. Kami jadi terheran heran, dari mana duku itu.  Ini betul betul jadi misteri sampai sekarang karena dimanapun ditempat yang jual buah buahan waktu itu, tak ada yang jual duku. Bahkan dikota lain di Indonesia yang kami kunjungi juga engga ada yang jual duku.

Ngelamunin tentang salak dan duku, aku jadi ingat lagu yang sering kunyanyikan waktu masih kecil. Kalau tak salah lirik lagunya seperti ini:

Oh, adikku, kekasihku ojo pijer nangis
Ayo dolan karo aku ono ngisor uwit manggis
Dhelok maneh ibu rawuh ngasto oleh-oleh
Kacang goreng karo roti, kowe mesti diparingi

Terus dimasa remajaku ditahun enam puluhan aku suka mendengarkan lagu Jawa berjudul Dondong opo Salak yang untungnya masih bisa kudengar di YouTube:

Catatan: Apa hubungan kedua lagu diatas? Lirik lagu pertama (Oh adikku) itu mirip dengan sebagian lirik lagi Dondong opo Salak. Jadi lagu Dondong opo Salak yang mengingatkanku pada lagu Oh adikku. Jadi urutannya agak terbalik. Semoga ada pembaca blog ini yang masih ingat lagu lagu diatas.

Air

1 Comment

Banjir bandang yang melanda banyak daerah di Queensland termasuk kota Brisbane, juga banjir sekarang ini di daerah New South Wales dan Victoria, membuatku merenungkan begitu dahsyatnya kekuatan air itu. Selain merupakan sumber kehidupan, air juga bisa membawa mala petaka.

 

 

 

 

 

 

 

Air

 

Air itu ada dimana mana

Disungai, danau dan lautan

Diarakan awan pembawa hujan

Dibawah tanah dan diudara

Tanpamu dunia ini kering kerontang

Hampa tanpa kehidupan

 

Engkau juga yang melukiskan keindahan

Sungai sungai panjang dan danau yang lebar

Gemercik suaramu membawa ketenangan

Indahnya warnamu disamudra dan lautan

Kesegaranmu pelepas dahaga

Basuhanmu membersihkan raga

 

Begitu seringnya kita lupa

Kau juga bisa membawa bencana

Sering pula kita meremehkan

Kekuatanmu membuat kita tak berdaya

Banjir bandang, hujan badai dan ombak besar

Menerjang, menghempas dan menghanyutkan

 

Our thoughts and pray for all the victims of floods in Queensland, NSW and Victoria January, 2011.

Kaca

Leave a comment

Kaca
 
Seandainya kaca bisa berbicara
Apakah katanya?
Kecantikan paras muka?
Ataukah hati nurani anda?
 
Wajah dikaca tidaklah buta
Ia bisa melihat semuanya
Kebahagiaan dan duka cita
Ketulusan atau dusta
 
Diliku-liku sanubari
Terpahat banyak cerita
Dari muka itulah
Sang kaca melihat semuanya
 
 
Mirror
 
If a mirror could talk
What does it say?
Is it your beauty?
Or is it your deepest thought?
 
The face on the mirror is not blind
It can see them all
Happiness and sadness
Sincerity or lies
 
In the alleys of your mind
It prints many stories
From that very face
The mirror sees them all

______________ *_____________

May 06, 2009

Blackboy Grasstree

Leave a comment

Blackboy Grasstree  A Sonnet     Myriad of creamy spikes rising from dead Proudly growing from charred burnt bodies Strangely adorn spiky green grass like head Blackboy flowers bloom after fire tragedies Awakened by thick smoke and searing heat Blackboys’ battle for survival comes to life Ash rich soil is exactly what they need They are now showing their beauty and strive Brilliant and vivid, fluffy spikes grow in plenty Cheering up the sombre blackened gum trees O … Read More

via Kiyanti2008’s Weblog

Pohon Itu Sendiri

1 Comment


Pohon besar itu sendiri disana
Diatas tanah kering penuh batu
Panas dan terik mentari membakar membara
Dinginnya malam hari mencekam membeku

Pohon besar itu sendiri disana
Memberi naungan burung burung dimalam hari
Dibawah dahan dahan yang rindang
Kelana beristirahat diteriknya mentari

Pohon besar itu sendiri disana
Banyak sudah yang ia lihat dan saksikan
Saat tanah membelah rekah karena dahaga
Atau dikala petir membelah mengguyur hujan

Pohon besar itu sendiri disana
Keindahannya tak ada yang memuji
Tanpa keluhan ia tumbuh kokoh kekar
Jasa baiknya tak ada yang menghargai

LB – Kamis,  1 April, 2010

Hold on to what is good,
even if it’s a handful of earth. 
Hold on to what you believe,
Even if it’s a tree that stands by itself.
Hold on to what you must do,
Even if it’s a long way from here.
Hold on to your life,
Even if it’s easier to let go.
Hold on to my hand,
Even if I’ve gone away from you.

(Pueblo Indian Prayer)

Happiness

4 Comments

Happiness

 

So elusive, many try to find it fruitlessly

By gathering fame, fortune and riches

Many believe friends make them happy

Others by going to parties or faraway places

 

But do not confuse happiness with pleasure,
For happiness is the peace deep inside your heart
While pleasure is momentary and easy to disappear,
Once faded you will search for more to be satisfied

People think that happiness can be found,
In taste buds, dreams, marriage or love affair
But many still keep on searching around,
For the inner peace is not there

Happiness is the peaceful feeling from within,
It is when you accept yourself of what you are
And it does not matter either you are pretty or plain,
What is within you that matters by far

Inner contentment is to avoid conflict of the mind,
And do not dwell in things that only others seem to have
But to believe in your own skill and achievement,
And to rejoice for the blessing and everything that you have

If in time of being alone you don’t feel lonely,
And during this solitude you feel the burden is gone
If during this isolation you find serenity,
Then it is the path to true happiness that you have found

With this inner peace you gain strength and power,
While friends and festivities add more spice and flavour
Love and wealth will bring joy and pleasure,
But when things are tough, the strength is within you forever

Kebahagiaan

Banyak orang mencari bahagia, tapi tak tertemukan,
Yaitu dengan mengumpulkan kekayaan atau mencari nama
Banyak yang percaya temanlah yang memberi kebahagiaan,
Dan yang lain dengan jalan berpesta ria atau menjelajahi dunia

Namun jangan salah artikan bahagia dengan senang,
Karena bahagia adalah ketenangan yang jauh dilubuk hati
Kesenangan hanyalah suka cita sesaat dan mudah hilang,
Begitu hilang orang merasa tak ada kepuasan lagi

Ada yang berpendapat kebahagiaan akan terpenuhi,
Dengan makan enak, mimpi indah, pernikahan atau bercinta
Namun setelah terpenuhi masih juga mencari-cari,
Karena mereka tidak memiliki ketenangan jiwa

Kebahagiaan adalah kedamaian dilubuk hati,
Karena kita bisa menerima diri apa adanya
Cantik atau jeleknya rupa itu tak berarti,
Yang paling penting adalah apa yang ada didalamnya

Kedamaian batin adalah menghindari konflik pikiran,
Dan tidak berpikir bahwa  orang lainlah yang punya segalanya
Yakinlah bahwa kaupun memiliki kepandaian dan kemampuan,
Dan bersyukurlah dengan semua yang kau punya

Disaat kau sendiri tapi tidak merasa kesepian
Dan didalam kesendirian ini justru merasa lega
Jika disaat keterasingan ini kau rasakan kedamaian,
Maka telah kau temukan jalan menuju bahagia yang sebenarnya

Dengan ketenangan  jiwa kau akan tabah dan kuat,
Teman dan pesta-ria hanyalah menambah manisnya kehidupan
Sedangkan cinta dan harta akan memberi senang dan nikmat,
Namun jika semuanya hilang, kekuatan batin masih ada tersimpan

(Lois B – Written on Tuesday 25/09/2007)

Older Entries