Home

Telur Ayam Free Range

6 Comments

Sekarang ini mulai banyak orang di Australia yang memilih ‘free range eggs’, yaitu telur dari ayam yang dibiarkan bebas berkeliaran di rerumputan. Bahkan sudah banyak negara di Eropa yang tidak memperbolehkan praktek ternak ayam kandang baterai.

Ingat dulu waktu saya masih muda di Indonesia awal tahun 70-an, papa pernah melakukan usaha ternak ayam petelur baterai yang waktu itu merupakan cara baru untuk menghasilkan telur semaksimal mungkin. Ayam-ayam betina waktu itu dikurung didalam kandang individual yang kecil sekali. Jadi kandangnya berupa  kotak-kotak kecil berderet dan bertumpuk tiga. Satu ayam didalam satu kotak dengan kepala menghadap pada tempat pakan. Begitu kecilnya kotak ini sehingga ayam yang begitu malang hidupnya itu tidak bisa berputar posisi, apa lagi yang dinamakan berjalan… mungkin ayam-ayam itu lupa sudah bagaimana berjalan dan berlarian mengepakkan sayap.

Waktu itu kandang baterai ini berada didalam bangunan besar dengan penerangan listrik lampu petromaks yang dimalam hari sengaja selalu dinyalakan supaya terang sehingga ayam-ayam itu lupa tidur dan makan terus. Karena makan terus akibatnya ayam-ayam itu juga mampu bertelur terus. Dengan demikian produksi telur akan maksimal.

Setelah bulan-bulan berlalu, ayam-ayam betina yang hidup seperti layaknya mesin penghasil telur itu, bulunya jadi terlihat tipis dan kusam, muka serta jenggernya terlihat pucat. Sendi-sendi kakinya jadi membenjol dan bengkok tidak bisa lurus lagi. Kalau dikeluarkan ayam itu hanya ‘ndeprok’ tidak mampu untuk segera berdiri, apa lagi berjalan.  More

Garden Orb Weaver

4 Comments

Garden Orb Weaver 1

Garden Orb Weaver 1

Lately at night, when we opened the front door, we noticed a large spider web. A big fat garden orb weaver spider (Eriophora sp.) could be seen weaving its web that hung down from the gutter. The web was  a typical orb structure, quite big with a diameter around 75 cm. Oddly, this web  was not there during the day. Apparently that this particular spider would remove the web every morning when the the sun is rising and every night it will construct a new one. More

Orange Eyed Owl in Our Garden

2 Comments

Young Owl

Those at the vet clinic said it was an owl, but was it? Bird lovers out there please let me know.

This afternoon we found a small owl with large orange eyes. It sat on a rock in our front garden underneath a rose bush. When we came closer, it did not move and we were afraid that the young bird was injured and could not fly. So we put it in a large carton box and brought it to the closest vet clinic.

Well, at last the poor owl is in good hands now, as they are going to look after it until it is strong enough to let it go. They are going to release it back in our street, as owls are territorial birds… it has to go back where it is found. Maybe they are nesting inside a hollow trunk in one of some large gum trees across the street.

Wow, never thought that we have owls live in our suburb:) It has the most beautiful orange eyes! I am not sure what kind of owl it is. But the orange eyes tell us that more than likely it is crepuscular which is active around dawn and dusk. Owls with dark brown and black eyes are nocturnal where they hunt at night and the yellow eyes indicate that they are diurnal, and prefer to hunt during the day.

Baby Owl in our garden

Baby Owl

____________________*****__________________

July 16, 2017: Was It Really an Owl ?

At first, we had no idea what it was, until the people at the vet clinic said that it was actually an owl. We did not ask what kind of owl, but could it be a Southern Boobook? Or could it be a Tawny Frogmouth? Though tawny frogmouths are not owls, but the look and other characteristics are similar to owls and very often people misidentify them as owls. The one that we found in our garden was still young and perhaps it still had down feathers (white and black).

Images of Southern Boobook (left) and Tawny Frogmouth birds (right) from Wikipedia:

Southern Boobook and Tawny Frogmouth - Images from Wikipedia

It Was Not an Owl !

Shannon Skinner gave me a comment that it could be a White-tailed Kite. After I googled for information, there is a big possibility that it could be a White-tailed Kite which is also known as Black-shouldered Kite in Australia??? The black and white colour feather and orange eyes matched with the one we found. The image of Black-shouldered Kite below is from Wikipedia:

Black Shouldered Kite.jpg

Australian Painted Lady

1 Comment

Quite a few of these medium size orange brown butterflies in the garden lately. They like to eat the nectars of the mauve African daisies. Apparently, what differs an Australian native painted lady butterfly ( Vanessa kershawi ) from other painted lady butterflies is the bluish colour of the center of the spots on the back wings.

Australian Painted Lady

Australian painted lady - Vanessa kershawi butterfly

Australian Painted Lady - Vanessa kershawi

Aussie Painted lady

Kera Yunnan Berhidung Pesek

Leave a comment

Yunnan Snub-nosed Monkey - Rhinopithecus bieti

Yunnan Snub-nosed Monkey – Rhinopithecus bieti

Muka kera ini mengingatkan kita pada operasi plastik yang kebablasan. Manusia yang punya obsesi untuk mempercantik wajah muka dengan operasi plastik, kalau kebablasan (alias tidak pernah puas dan berulang-ulang menjalani operasi) malah akan bisa menyebabkan tulang hidung anjlok dan jadi pesek. Sedangkan bibir semakin ditebalkan sehingga monyong besuaarrr sekali. Namun kera unik dari Yunnan ini memang secara alami memiliki hidung penyek/pesek dan bibir yang tebal, besar dan kemerahan.

Kebetulan belum lama ini kami nonton program tentang binatang yang hidup di daerah pegunungan yang dingin sekali, dan salah satu dari binatang ini adalah kera Yunnan yang hidungnya pesek (Yunnan Snub-nosed Monkey = Rhinopithecus bieti). Begitu lucunya rupa kera berbulu tebal, berkuncung dengan bibir merah jambu berukuran XL ini,  sehingga banyak yang bilang mukanya sexy sekali. Jadi saja untuk mengetahui lebih banyak tentang monyet ini, saya mencari informasi di internet.

Kera Yunnan hidung pesek ini termasuk binatang yang dilindungi karena dianggap hampir punah. Sekarang bisa dijumpai di daerah pegunungan Yunling di China bagian barat daya. Kera ini hidup di bagian dataran tinggi (3000 s/d 4500 meter diatas permukaan laut). Sering dijumpai dilembah hijau yang ditumbuhi oleh beberapa jenis pohon cemara, rodhodendron, dan evergreen oak. Didataran tinggi ini, beberapa bulan setiap tahunnya ditutupi oleh salju yang tebalnya bisa mencapai 1 meter. Yang menarik adalah makanan binatang ini, dimana 80 % terdiri dari jenis lumut (lichens) yang tumbuh dibatang pepohonan. Sisanya 20 % terdiri dari dedaunan, buah-buahan dan bebijian lokal.

Yang jantan lebih besar dimana beratnya sekitar 15 kg dan usia dewasa 7 tahun, sedangkan yang betina beratnya sekitar 9 kg dan masuk usia dewasa sekitar umur 4 – 5 tahun. Waktu mencari makan dipagi dan sore hari, sedangkan siang hari digunakan untuk beristirahat. Kera ini hidup dalam kelompok besar, bisa mencapai sekitar 100 ekor.

Sedih memang, kera inipun rupanya tak lepas dari buruan manusia sehingga dianggap langka karena jumlahnya yang tak banyak lagi dan habitatnya semakin terbatas. Begitu banyak macamnya keberagaman hidup didunia ini, kalau tidak hati-hati, karena polah manusia akan banyak binatang atau tanaman musnah dialam bebas. Sudah sepatutnya manusia ikut melestarikannya.

Yunnan Snub Monkeys

Damselfly in the Garden

Leave a comment

When I divided and repotted the yellow water lily, I had one extra. There was no more room for it in the fish tubs, so I kept it in a separate plastic tub in the back garden. This extra waterlily is also growing very well and flowering. I regularly check it  as I am worry about mosquitoes breed there.

This morning I had a very nice surprise! The damselflies breed in there instead. They must have fed on the mosquito larvae. I don’t really mind to have damselflies or dragonflies around our garden. They are completely harmless to the garden and help to keep other small insects in control.I can tell that those are damselflies. They are dainty and smaller compared to dragonflies. The eyes are well separated and sit on the side of the face, while dragonfly’s eyes are close together and look more like on the top of the face. The wing of damselflies are close together along side the body when they are resting, while dragonflies’ wings are open.

The images below show  stages of the last transformation. First picture was a damselfly nymph in the process of final moulting. The back had already started to split. Second picture was the damselfly right after coming out of the shell/ after shedding skin. Last picture was just minutes later after the wings had developed. When I was about to take the fourth picture a few minutes later, it was flying away…. too scared of the camera.

It was amazing to watch. They are very tiny. I wish I had a better camera to make sharper images!!

The Empty Shell left behind……

 

Further read about damselflies :

http://australianmuseum.net.au/image/Damselfly-life-cycle

http://photos.rnr.id.au/dragonflies.html

Laba Laba – Renungan

Leave a comment

Dihalaman belakang rumahku, ada laba laba yang menenun jaringnya yang besar mirip itu yang dipakai oleh nelayan untuk menjaring ikan. Setiap pagi kalau aku menyirami tanaman, jaring laba laba yang lengket itu selalu menghalang. Sering kali aku jalan melaluinya dengan akibat jaring yang mirip seperti benang sutera itu nempel dikepala dan rambutku.

Setiap hari dengan sebuah sapu kubersihkan jaring itu, namun esok harinya jaring baru sudah tercipta lagi untuk menangkap mangsa. Aku jadi heran, kenapa laba laba itu tidak pindah tempat? Apakah didunia laba laba itu juga seperti dunianya manusia? Manusia hidup ditempat masing masing dan tidak bisa seenaknya pindah begitu saja. Kalaupun pindah tempat tinggal, didunia manusia itu ada peraturan tertentu. Mungkin ada yang harus menjual rumahnya dulu dan kemudian beli rumah lainnya. Atau yang kontrak juga harus mencari tempat kontrakan atau kost yang baru dan harus bayar. Perpindahan habitat untuk manusia itu pasti ada alasannya tertentu. Kukira ada juga jenis laba laba yang sifatnya territorial, jadi mereka tak bisa seenaknya mencuri tempat lainnya.  Sebetulnya kalau dia membuat jaringnya ditempat yang tak menghalang jalanku, aku tidak peduli dan akan kubiarkan. Tapi dengan setianya si laba laba itu tidak pindah ketempat lain. Setiap kali jaringnya rusak dan dibersihkan, dia akan membuatnya lagi yang baru….. ditempat itu lagi.

Aku jadi merenung dan ingat akan begitu banyaknya orang orang dari negara lain seperti India, Pakistan, Afganistan dan Timur Tengah berbondong bondong meninggalkan tanah air mereka untuk mencari hidup ditempat lain yang salah satunya adalah Australia. Aku jadi berikir, kalau dinegeriku mengalami kekacauan, akankah aku memilih meninggalkannya begitu saja?

Pertanyaan untuk anda semua: “Kalau misalnya ditanah air kita masing masing porak poranda dan kacau, baik itu karena situasi politik/ perang, ekonomi atau hal  hal lainnya….. akankah dengan mudahnya meninggalkannya begitu saja? Ataukah anda akan tetap tinggal dan memperjuangkan masa depan negara dan bangsa serta membangunnya lagi?  Akankah anda seperti laba laba dibelakang rumah kami itu yang tetap gigih mempertahankan tempat tinggalnya walaupun setiap kali ada yang merusaknya????

Foto foto ini adalah laba laba yang ada dikebun dibelakang rumahku. Apa jenisnya aku tidak tahu…. yang pasti adalah jenis yang membuat jaring.

Laba-laba dikebun

25 Pebruari,2012:

Tadi pagi kami pindahkan laba laba-nya kehalaman depan, tepatnya dipohon buah pir. Moga moga akan suka dengan tempatnya yang baru yang tak akan mengganggu lalu lalang:)

Older Entries