Tanaman Bromeliad jenis Billbergia yang kami punya tumbuh besar. Tumbuhnya di dalam pot terlalu kepinggir, dan tanamann mudah roboh karena tidak seimbang dengan ukurannya yang besar dan berat. Jadilah saya putuskan untuk membaginya dan menanamnya kembali.

Billbergia tumbuh tidak seimbang terlalu kepinggir.

Billbergia tumbuh tidak seimbang terlalu kepinggir.

Pertama waktu dibeli 2 tahun lalu (2016) hanya satu tanaman didalam pot dan waktu itu berbunga. Kemudian tumbuh 4 anakan yang tumbuhnya agak miring dan letaknya kearah pinggir pot. Idealnya, tanaman Bromeliad harus ditanam tegak supaya air bisa terkumpul ditengah mahkota daun yang membentuk seperti reservoir air. Menyiramnya dengan cara mengisi reservoir ini yang kemudian secara natural air akan mengalir kebawah ke media tanam dan masih ada sisa air didalam reservoir daun.  

Setelah dikeluarkan dari pot. Akar tampak sehat.

Setelah dikeluarkan dari pot, tampak akar tumbuh sehat. Induk tanaman terlihat mulai tidak segar lagi karena setelah selesai berbunga dan kemudian menumbuhkan anakan, akan mati perlahan-lahan.

Cara membelah dan menanam kembali:

  • Membelah tanaman Bromeliad diperlukan setelah tanaman memenuhi pot atau seperti kasus yang saya punya ini, tumbuhnya terlalu kepinggir pot yang membuatnya tidak seimbang lagi. Juga bisa karena sekedar ingin memisahkan anakan.
  • Anakan lebih baik dipisahkan setelah besarnya paling tidak separoh ukuran induknya.
  • Buang air yang mengumpul di tengah mahkota daun (reservoir), supaya tempat rapi dan air tidak berceceran.
  • Keluarkan tanaman dari pot dan bersihkan media tanam untuk melihat struktur rhizoma dan akarnya.
  • Induk tanaman yang sudah mulai layu/kering lebih baik dipotong. Cara memotongnya di atas rhizoma.
  • Anakan bisa dipisahkan satu persatu atau beberapa anakan didalam satu pot. Potong rhizoma dengan hati hati dan usahakan setiap potongan ada akarnya. Kalau terpotong tanpa akar, asalkan pangkal daun tidak terpotong masih bisa tumbuh, walau lebih lambat.
  • Tanam kembali didalam pot yang cukup besarnya tergantung dari ukuran tanamannya.
  • Media tanam yang cocok adalah yang mudah mengalir airnya. Saya memakai campuran cacahan kayu (media tanam anggrek) dan potting mix biasa.
  • Menanamnya cukup sampai di atas rhizome, dan pangkal daun tidak tertimbun media tanam.
  • Setelah selesai menanam, isi reservoir di mahkota daun dengan air.

Memotong induk tanaman:

Membelah anakan:

Setelah potongan ditanam kembali:

 

Advertisements