Anggrek Miltassia Shelob ‘Tolkien’:

Tepat setahun kemudian, anggrek hibrida jenis Miltassia ini berbunga kembali. Bentuknya seperti laba-laba dengan corak dan kombinasi warna yang aneh. Anggrek yang cukup mudah pemeliharaannya ini, diberi nama berdasarkan karakter laba-laba bernama Shelob didalam film The Lord of The Rings. Sedangkan Tolkien adalah nama penulis buku The Two Towers yang dibuat film The Lord of The Rings.

Anggrek Miltassia adalah termasuk dalam Oncidium Alliance. Cocok untuk ditanam didaerah yang cukup hangat seperti di Melbourne sini. Memerlukan cuaca lembab untuk bisa berbunga dan tempat yang cukup terang tapi terlindungi dari sinar matahari langsung. Kalau daun terlihat terbakar, berarti terlalu kuat sinar mataharinya. Pupuk cair seimbang setengah ukuran, cukup membuat tanaman anggrek ini senang dan berbunga. Setelah tanaman memenuhi pot, bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar atau dibagi menjadi beberapa tanaman baru. Media tanam khusus untuk anggrek yang terdiri dari cacahan kayu kering yang bisa dicampur dengan arang atau perlite.

Catatan: Anggrek Miltassia Shelob ‘Tolkien’ ini juga disebut sebagai Bratonia Shelob ‘Tolkien’. Masih simpang siur mana yang benar, namun banyak yang berpendapat Bratonia adalah yang benar.  Saya pakai nama Miltonia karena itulah yang tertulis waktu membelinya dulu. Mungkin Bratonia yang benar karena anggrek ini bentuknya lebih mirip anggrek Brassia, jadi parent plant-nya adalah Brassia yang disilang dengan miltonia.

  • Miltassia = Miltonia x Brassia (Mtssa)
  • Bratonia = Brassia x Miltonia  (Brat)

Anggrek Psychopsis papilio:

Anggrek ini tidak mudah ditemukan di Melbourne. Waktu saya melihatnya di pasar Caribbean beberapa tahun yang lalu, untung membelinya. Ingat waktu itu si penjual mengatakan tangkai bunga jangan dipotong walaupun sudah layu bunganya karena akan terus bisa tumbuh bunga kembali dari tangkai yang sama. Waktu itu ada 3 tangkai, satu berbunga dan yang dua tidak berbunga. Namun dikemudian hari 2 tangkai yang tidak berbunga mengering jadi dipotong. Yang satu sampai sekarang masih terus berbunga. Setiap kali hanya satu bunga yang tumbuh, setelah bunga mekar, dibawahnya bisa dilihat kuncup hijau kecil yang nantinya akan menjadi bunga selanjutnya.

Psychopsis papilio - next flower

Juga si penjual memberi pesan supaya jangan sering mengganti media tanam dan pot karena jenis anggrek ini pertumbuhannya lambat sekali dan tidak suka diganggu akarnya.

Anggrek ini asalnya dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Trinidad. Ditempat asalnya, anggrek epifit yang hidupnya menempel di pohon di hutan akan terlihat bunga tunggalnya yang tumbuh di tangkai yang panjang menjuntai. Karena sifat bunganya yang ‘sequential’ yaitu berbunga terus pada tangkai yang sama, tangkai bunga bisa tumbuh sampai panjang sekali. Bunga yang terayun-ayun terlihat seperti kupu-kupu, makanya anggrek ini juga dinamakan Butterfly Orchid.

Ukuran daun jauh lebih besar jika dibandingkan dengan umbi-batangnya.

Cocok diletakkan ditempat yang hangat dan terlindung dari matahari langsung. Yang kami punya diletakkan didalam rumah didekat jendela yang terang. Karena pertumbuhannya yang lambat, jangan terlalu sering disiram (hanya kalau media terasa enteng/sudah kering) dan pemupukan memakai pupuk cair seimbang 1/4 dosis saja. Media tanam khusus untuk anggrek yang terdiri dari cacahan kayu kering dan bisa dicampur dengan sedikit perlite atau arang kayu.

Beberapa foto lama:

Advertisements