Phalaenopsis Semi Water Culture 2 - July 18 2017

Kemarin ini barusan mengurus anggrek Phalaenopsis pemberian teman dan diganti media tanamnya dengan batu scoria. Pada waktu yang bersamaan, saya lihat anggrek Phalaenopsis kami yang berbunga putih yang tadinya tumbuh subur dan selalu berbunga, tiba-tiba daunnya mulai kelihatan layu berkerut, terutama daun bagian bawah. Biasanya kalau ini terjadi problemanya pasti pembusukan akar.

Betul saja setelah dikeluarkan dari pot, sebagian akar ditengah, mulai kelihatan hitam dan membusuk. Media yang dipakai adalah kepingan kayu kering khusus untuk anggrek. Kesal juga karena sudah lebih dari 3 tahun, anggrek ini tumbuh subur dan setiap tahun berbunga. Rupanya menanam anggrek tropis di daerah Melbourne sini, terutama anggrek Phalaenopsis itu tidak mudah. Jadi saja saya banyak mencari informasi online dan setelah melihat videonya Samantha’s Orchid di YouTube tentang menanam aggrek Phalaenopsis dengan media air atau tepatnya Semi Water Culture, saya jadi tertarik untuk mencobanya. Anggrek ini ditaroh didalam wadah gelas atau plastik transparan dan akarnya di rendam dalam air selama 2 hari seminggunya, dan 5 hari tanpa air. Karena tidak direndam air terus menerus, makanya dinamakan semi water culture.

  • Akar direndam air selama 2 hari dan tanpa air sama sekali selama 5 hari dalam seminggunya.
  • Harus dijaga supaya air tidak mengenai pangkal daun. Dan selama proses pengisian dan pembuangan air, dijaga supaya daun tak terkena air.

Kalau dipikir cara semi water culture ini masuk akal. Di tempat habitat asalnya didaerah tropis, anggrek Phalaenopsis itu adalah tanaman epifit yang menempel didahan pohon. Akarnya melilit pada dahan dan menyerap air dari udara hutan tropis yang selalu lembab. Dengan cara semi water culture, akar tidak tertimbun media tanam dan dengan bebas menyerap sinar matahari dan udara.

Keuntungan cara menanam Semi Water Culture:

  • Akar tidak tertimbum didalam media tanam dan didalam wadah yang transparan bisa dimonitor perkembangan tumbuhnya. Kalau misalnya ada yang terlihat tak sehat bisa cepat terlihat dan dipotong/dibersihkan.
  • Perendaman yang tidak terus menerus, cocok sekali supaya akar tidak terlalu basah dan menghindari tumbuhnya jamur dsb. Juga air tidak menjadi masam dan keruh.
  • Akar yang telanjang meniru pertumbuhan asli. Bisa terkena sinar matahari dan sirkulasi udara yang bagus mengurangi pembusukan.
  • Pemberian pupuk yang diperlukan juga mudah dengan melarutkannya didalam air.
  • Perendaman air bisa disesuaikan dengan musim, misalnya bisa lebih sering direndam disaat musim panas dan dikurangi selama musim dingin.
  • Gampang untuk mencuci wadah supaya penampilan bersih, cantik dan sehat untuk tanaman.

Akhirnya saya mengganti 4 tanaman anggrek Phalaenopsis termasuk satu pemberian teman kemarin ini dengan memakai sistim Semi Water Culture. Beberapa anggrek Phalaenopsis yang tumbuh dengan memakai cara kokedama kelihatan cukup sehat dan satu lainnya masih tetap dengan memakai media tanam anggrek biasa. Karena ini baru dalam taraf percobaan, perkembangannya baru bisa dilihat nanti setelah beberapa bulan. Anggrek berbunga putih yang daunnya lunglai mulai kelihatan lebih segar.

Advertisements