Tidak begitu jauh dari rumah kami, ada sebuah rumah dengan halaman depan yang tidak terlalu luas. Di tengah-tengah halaman itu ada pohon Chestnut dan pohon Olive. Sebetulnya sering juga lewat situ, tapi dengan naik mobil. Jadi waktu kemarin jalan pagi dan melihat pohon itu dari dekat, ternyata keduanya sedang berbuah lebat. Kemarin tidak membawa kamera, jadi barusan saya sempatkan untuk membuat beberapa foto.

Pohon Chestnut – Sarangan – Castanea

chestnuts-young-fruits

Pohon chestnut didepan rumah ini begitu rindangnya dan buahnya yang berduri tumbuh lebat sekali. Pohon jenis chestnut ini dulu banyak ditanam di sekitar telaga Sarangan yang terletak didaerah Magetan, Jawa Timur dan dikenal dengan nama buah/biji sarangan. Kalau sedang musimnya,  dulu waktu saya masih kecil sekitar tahun 50 s/d 60-an buah sarangan banyak dijual disekitar telaga, seringnya sudah di sangrai dan siap untuk dimakan. Rasanya manis dan enak sekali. Sayangnya dikemudian hari tidak ada yang jual buah sarangan ini.

Didaerah Melbourne sini buah chestnut akan masak diakhir musim gugur dan awal musim dingin. Buahnya kalau sudah masak akan merekah dan memperlihatkan beberapa biji didalamnya. Seringnya buah dikumpulkan setelah masak dan jatuh ketanah. Biji buah chestnut ini bisa dimakan dengan jalan disangrai, dipanggang atau direbus.

Kayu pohon chestnut ini berwarna coklat kemerahan dan  banyak digunakan untuk membuat furnitur.

Pohon Olive – Zaitun – Olive Eropa – Olea europaea

olive-fruits

Pohon olive (zaitun) di halaman rumah itu sudah cukup besar dan tak kalah rindangnya dengan pohon chestnut disebelahnya. Buahnya yang bentuk dan besarnya mirip dengan buah duwet (jamblang),  amat lebat tumbuh menggerombol bergantungan. Pohon ini cukup banyak dijumpai di halaman rumah di daerah Melbourne sini. Pohon zaitun tidak terlalu besar jadi cocok untuk ditanam di halaman rumah.

Buah zaitun tidak bisa dimakan tanpa diolah terlebih dahulu karena rasanya pahit sekali. Bisa dipetik waktu masih muda berwarna hijau atau setelah buah masak berwarna ungu kehitaman. Yang hijau akan menghasilkan buah zaitun hijau dan dari buah yang sudah masak menghasilkan buah zaitun hitam. Buah ini sebelum bisa dimakan harus di proses dengan jalan digarami atau direndam di air garam. Proses ini akan menghilangkan rasa pahit sehingga bisa dinikmati dengan dimakan begitu saja atau dicampurkan pada berbagai hidangan seperti misalnya pizza, spaghetti dsb. Rasa buah zaitun yang sudah diasin ini adalah kombinasi antara rasa asin dan aroma khas dari buah ini. Tidak semua orang akan menyukainya tapi kalau sudah suka bisa ketagihan. Saya sendiri lebih suka buah zaitun hijau.

Buah zaitun juga terkenal dengan minyaknya yang bagus sekali buat kesehatan karena tidak mengandung kolesterol dan memiliki rasa khas. Minyak zaitun bisa dibeli dalam bentuk minyak kental (saringan pertama) atau yang encer hasil saringan selanjutnya.

Buah dan minyak zaitun banyak sekali dikonsumsi dan diproduksi di daerah Timur Tengah, Eropa Selatan, Asia Barat dan Selatan.  Juga mulai banyak ditanam dan di produksi di benua Amerika dan Australia.

Advertisements