Belum lama ini seorang teman yang hobbynya juga mengkoleksi anggrek Cymbidium minta saya untuk membantu mengurus anggreknya yang sudah lama terlantarkan. Setelah bertahun-tahun lamanya tanpa perawatan, tanaman banyak yang tidak tumbuh sehat lagi.

Perawatan anggrek Cymbidium selain menyiram dan memberi pupuk, juga diperlukan untuk memindahkan tanaman kedalam pot baru (repotting) dengan memakai media tanam baru. Seringnya setelah sekitar dua atau tiga tahun, tanaman anggrek ini akan mulai memenuhi pot dengan banyaknya tumbuhan baru….. Selain itu media tanam juga mulai hancur dan akar tumbuh memadati pot. Banyak umbi yang sudah tak berdaun lagi juga mulai keriput dan kering  harus dipotong.

Ada tiga cara memindahkan (repotting) tanaman aggrek Cymbidium:

  1. Langsung memindahkan tanaman kedalam pot yang cukup lebih besar tanpa membuang media tanam lama. Media baru hanya diperlukan untuk tambahan saja. Ini bisa dilakukan kalau media tanam masih belum hancur dan tanaman sehat serta akar tidak menggumpal padat sekali. Juga tidak banyak umbi tanpa daun yang sudah tidak sehat lagi.
  2. Memindahkan tanaman kedalam pot lain yang cukup lebih besar dengan membuang media tanam lama karena media tanam sudah hancur. Juga karena akar yang sudah menggumpal padat sekali.
  3. Membelah tanaman sebelum ditanam kembali kedalam pot yang sesuai besarnya. Pembelahan ini biasanya diperlukan karena tanaman sudah membentuk rumpun yang kelewat besar atau karena terlalu banyak umbi tanpa daun. Walau umbi tanpa daun ini bisa berfungsi sebagai cadangan makanan kalau keadaan memaksa, tapi terlalu banyak jumlahnya menandakan bahwa pertumbuhan tanaman sudah tak seimbang dan perlu memotongnya. Biasanya untuk satu pot cukup ada satu atau dua umbi tanpa daun sebagai cadangan makanan. Tanaman yang sudah besar sekali bisa dibelah jadi dua atau tiga atau lebih tergantung situasi dan keinginan.

Ada beberapa tanaman milik teman kami yang keadaannya cukup ekstrim:

Adanya Tumbuhan Lain:

Cukup banyak tanaman anggrek Cymbidium yang ditumbuhi ‘Spider Plant’ (Chlorophytum comosum). Tanaman ‘Spider Plant’ memiliki akar banyak, besar menggembung. Dengan cepat akan mengalahkan akar anggrek yang rapuh dan kalau dibiarkan anggrek akan mati dan yang tinggal hanya ‘Spider Plant’ saja. Rupanya tanaman anggrek teman kami ini letaknya berdekatan dengan ‘Spider Plant’ dimana bijinya diterbangkan angin dan nyangkut serta tumbuh di dalam pot anggrek.

Selain ‘Spider Plant’ rumput bisa juga menyusup tumbuh subur, jadi harus dicabut secepatnya. Satu pot Cymbidium ditumbuhi tanaman Eucapyptus karena biji pohon ini jatuh didalam pot dan tumbuh. Lucu juga melihatnya.

Tanaman Terlantar dan Banyak Umbi Kering:

Satu lagi contoh tanaman anggrek Cymbidium yang ditumpangi oleh tanaman liar. Banyak dari umbi tanpa daun yang kering dan harus dibuang sebelum tanaman ditanam kembali dengan media tanam dan pot baru.

Pot Terlalu Penuh dan Bercak Hitam:

Beberapa tanaman anggrek Cymbidium milik teman yang betul-betul sudah penuh potnya dan juga daunnya banyak terdapat bercak hitam. Saya tidak bisa memastikan apakah bercak hitam ini virus, bakteri atau jamur. Untuk mengerjakan anggrek kebersihan perlu dijaga walaupun tanaman tidak terlihat kena penyakit, misalnya dengan strelisasi peralatan setelah digunakan untuk satu tanaman dan sebelum dipakai untuk yang lainnya. Untuk yang jelas ada bercak hitamnya lebih baik tanaman dipisahkan/ dijauhkan dari yang lainnya.

Karena yang ini tanamannya sudah cukup besar jadi dibelah dua: