Pepaya Gantung - Wikipedia

Pepaya Gantung – Wikipedia

Semasa kecil, saya anaknya kurus sakit-sakitan. Sering rewel dan tak mau makan. Kalau sudah begini oleh mama dibikinkan jamu yang bisa membuat anak suka makan. Nama jamunya adalah Oyot Kates Pentil Pace. Oyot kates adalah bahasa Jawa yang artinya akar pepaya sedangkan pentil pace adalah buah mengkudu yang masih kecil. Harus diperhatikan tanaman pepaya-nya harus jenis pepaya gantung yang bunganya bertangkai panjang menggelantung dan seringnya tidak berbuah (jenis jantan). Selain itu buah mengkudu-nya (pentil pace) harus yang masih kecil dan masih ada sedikit bunga diujungnya.

Walau termasuk obat cekok (diminumkan dengan paksa), jamu ini memakai bahan pemanis alamiah dari Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra / Liquiritiae radix) dan ada rasa semriwing pedas-nya dari Adas Pulowaras (Foeniculum vulgare) dan pala. Paduan rasa manis, semriwing dengan sedikit rasa pahit masih cukup enak untuk membuat anak meminumnya tanpa harus dicekok.

Betul saja setelah diminumi jamu ini saya dulu jadi kemaruk (=makan dengan rakus) dan mama memasakkan lauk kesukaan yaitu ayam goreng bumbu asam garam. Sampai mama kewalahan mendulang (menyuapi) saya. Ha…..

Jamu ini warisan dari mama-nya papa yang asli wanita Jawa. Nenek Marminah dulu memang pintar meramu jamu sendiri. Kalau ada anak dan menantu perempuan baru melahirkan atau cucu perempuan yang baru pertama datang bulan pasti dibuatkan jamu khusus ramuan sendiri yang ditumbuk oleh nenek sendiri dengan memakai batu pipisan. Sayangnya kami anak cucunya tak pernah belajar dan mencatat resep jamu-jamu lainnya. Heran, rasanya tak ada orang lain yang mengenal jamu oyot kates pentil pace ini. Entah bagaimana riwayat dan ceritanya-nya karena sudah terkubur perjalanan masa.

Semua anak-anak mama dulu waktu masih balita pasti pernah diberi jamu ini jika rewel-rewel dan tak mau makan.

Pentil Pace - Buah mengkudu muda yang masih kecil.

Pentil Pace – Buah mengkudu muda yang masih kecil.

Jamu Oyot Kates Pentil Pace:

Khasiat: Mengembangkan nafsu makan anak-anak umur 2 s/d 4 tahun.

Resep:

  • Segenggam Oyot Kates Gantung= Akar Pepaya Gantung.
  • 3 atau 4 Pentil Pace = Buah Mengkudu yang masih kecil yang masih ada sedikit bunga diujungnya.
  • Sejari Kayu Legi (Glycyrrhiza glabra / Liquiritiae radix). Catatan: Bukan Cinnamon / kayu manis yang untuk masak (yang bahasa Jawanya adalah ‘manis jangan’). Kayu legi ini bisa dibeli di toko bahan jamu Jawa.
  • Sejumput Adas Pulowaras (Foeniculum vulgare). Bisa dibeli di toko bahan jamu Jawa.
  • 2 atau 3 Bawang Merah, kupas.
  • 1/4 Biji Pala.

Cara Membuat:

Semua bahan dicuci bersih dan ditumbuk kasar, kemudian ditaroh didalam mangkok tahan panas dan dikukus selama kira kira 20 menit atau sampai jamu banyak airnya. (Jangan ditutup mangkoknya). Kemudian saring jamu ini dan diminum airnya setelah dingin/hangat. Untuk sekali minum, ampas dibuang.

Kayu Legi - Glycyrrhiza glabra - Liquiritiae radix - Licuorice Stick (from: Internet)

Kayu Legi – Glycyrrhiza glabra – Liquiritiae radix – Licuorice Stick (from: Internet)

Jamu ini biasanya hanya diminumkan sekali sehari dan dalam dua/tiga hari biasanya anak mulai suka makan. Kalau setelah 3 kali minum jamu ini anak masih tidak suka makan jangan diteruskan jamunya, mungkin tidak cocok atau mungkin gejala penyakit yang harus diperiksa oleh dokter.

Masih terngiang suara mama yang membujuk adik supaya mau minum jamu ini. “Ayo diminum, rasanya enak manis dan semriwing!!!”

Catatan: Dulu saya suka menggigit-gigit kayu legi yang rasanya enak dan manis🙂

Alm. Nenek Marminah

Alm. Nenek Marminah