Mobile phone and crossing the street

Photo Source: TMA Council of NJ

Nomophobia adalah singkatan dari No-Mobile-Phone Phobia. Seseorang yang menderita Nomophobia ini akan merasa takut dan panik tanpa mobile phone/ponsel (IPhone, Smartphone dsb). Rupanya semakin hari dengan semakin canggihnya teknologi komunikasi ini, semakin banyak orang yang jadi kecanduan. Mobile phone sudah merupakan benda kecil yang berperan amat besar dalam kehidupan manusia sehari-harinya.

Ingat beberapa hari yang lalu saya hampir menabrak gadis remaja yang tanpa menoleh kekiri dan kekanan, tahu-tahu menyeberangi jalanan tempat parkir. Mata dan perhatiannya menunduk tertuju pada ponsel ditangannya. Untung saya sempat me-rem mobil, dan sigadis itu dengan tenangnya jalan tanpa sadar kalau dia itu menyeberangi jalanan mobil dan juga tak sadar akan apa yang terjadi disekelilingnya. Matanya tetap tidak beralih dari telepon yang ada ditangannya.

Dijaman modern sekarang, dimanapun…. ditempat menunggu bus, didalam kendaraan umum, dipusat perbelanjaan, dijalanan, orang tidak lagi memandang kedepan dan menikmati pemandangan sekitarnya. Semakin banyak orang yang pandangan matanya selalu tertunduk melihat pada telepon genggamnya, menempelkan telepon ditelinga dan sibuk berbicara dengan mata menerawang, atau sibuk jari-jarinya texting.

Saya punya telepon genggam yang sudah ketinggalan jaman, tidak ada koneksi dengan internet (apps) dan telepon ini hanya digunakan untuk saat darurat, seperti misalnya mobil mogok dijalan. Biar saya dibilang kuno dan ketinggalan jaman ya rapopo🙂. Tetap saya tidak berminat untuk memperbaruinya. Herannya kenapa orang bisa tahan membaca dari screen telepon yang kecil begitu?

Apakah tanda-tanda seseorang sudah mulai mengidap Nomophobia:

  • Telepon genggam/ponsel (Smartphone dsb) tidak pernah dimatikan.
  • Tidak pernah lupa men-charge teleponnya untuk meyakinkan tak pernah mati, atau bahkan punya serep supaya kalau mati ada penggantinya.
  • Kalau telepon mati, akan panik dan merasa tak tenang.
  • Telepon genggam selalu dikantong, ditas dsb. Bahkan tidur atau sedang di kamar mandi-pun telepon genggam tak ketinggalan.
  • Berulang kali men-cek apa ada email, SMS , Instagram dsb yang masuk.
  • Lebih banyak berkomunkasi dengan teman/orang lain menggunakan telepon ketimbang ketemu orangnya.
  • Selalu menggunakan telepon kalau sedang santai seperti nonton TV, ngobrol, makan dsb. Juga disaat duduk dalam kendaraan.

Untuk jangka waktu yang lama, penggunaan telepon genggam secara berlebihan akan mengganggu kesehatan mata dan juga bisa menyebabkan sakit kepala, pegal-pegal di tangan, jari, lengan dan punggung.

Marilah kita gunakan telepon genggam seperlunya saja. Alam sekitar kita masih perlu kita nikmati, jadi jangan hanya menunduk saja memandang telepon digegggaman tangan anda. Apa matanya tidak sakit ya? Berkumpul dan bercanda dengan sanak saudara dan teman jauh lebih asyik  dan sehat dibandingkan hanya bicara menggunakan telepon ataupun sms.