Setelah tanaman anggrek Cymbidium tumbuh memenuhi pot, perlu dipindahkan kepot baru yang sedikit lebih besar dan media tanamnya harus diganti. Barusan saya mengerjakannya dan ternyata akar sudah menggumpal padat sekali. Karena media tanam yang dipakai sebelumnya terdiri dari kepingan kayu yang hancur dan kecil-kecil, maka proses melepaskan akar cukup sulit, harus sabar dan hati-hati supaya akarnya, terutama tunas akar yang baru tidak patah. Untuk jenis Cymbidium yang besar lebih bagus memakai media tanam yang kasar, bisa terdiri dari kepingan kayu kering atau kepingan sabut kelapa. Saya beli media tanam siap pakai khusus untuk tanaman anggrek.

Hanya tanaman yang rumpunnya sudah tumbuh kelewat besar perlu dibelah untuk dijadikan beberapa tanaman baru. Kalau tanaman rumpunnya belum besar tapi dibelah, akan memakan waktu lebih lama untuk berbunga.

Cara Mengganti Media Tanam:

  • Media tanam hanya perlu diganti kalau tanaman sudah memenuhi pot. Sewaktu mengganti media tanam dianjurkan untuk memakai sarung tangan khusus untuk berkebun. Selain itu penggantian media dan pot harus dilakukan setelah tanaman selesai berbunga. Semua alat yang dipakai seperti gunting pemotong dsb harus bersih.
Tanaman anggrek Cymbidium yang sudah tumbuh memenuhi pot

Tanaman anggrek Cymbidium yang sudah tumbuh memenuhi pot

  • Keluarkan tanaman dari pot.
Anggrek Cymbidium dengan akar menggumpal padat.

Anggrek Cymbidium dengan akar menggumpal padat.

  • Perlahan-lahan dan hati-hati, lepaskan gumpalan akar dan media tanamnya. Tunas akar baru harus dijaga supaya jangan patah. Tunas akar baru berwarna putih bening kekuningan.

New Roots

  • Potong akar yang kering dan membusuk. Buang media tanam lama sebersih mungkin kalau akarnya cukup sehat. Kalau sistim akar tidak begitu sehat/terlihat kering dengan sedikit sekali/tak ada tunas yang baru, jangan terlalu banyak dipotong akarnya dan membuang media tanam lama-nya asal cukup bersih saja untuk menghindari supaya akarnya tidak banyak yang patah dan tambah rusak. Tanaman perlu akar yang cukup banyak supaya kalau ditanam tidak mudah roboh. Rapikan daunnya, potong daun yang kering dan tidak sehat.
Setelah akar dibersihkan.

Setelah akar dibersihkan. Sistim akarnya tidak begitu sehat.

  • Setelah akar dibersihkan dan tidak menggumpal lagi, tanaman anggrek Cymbidium ini siap untuk ditanam kembali. Pakailah media tanam khusus untuk anggrek atau bisa dipakai kepingan sabut kelapa kering atau kepingan kayu kering. Pot baru jangan terlalu besar, karena kalau terlalu besar akan terlalu banyak media tanamnya yang bisa membuat akar terlalu basah dan membusuk. Juga anggrek Cymbidium akan cepat berbunga kalau potnya tidak terlalu besar dan akar serta tanaman cukup banyak.
Media Tanam Anggrek Cymbidium
Media Tanam Anggrek Cymbidium
  • Kalau tanaman anggrek Cymbidium-nya mempunyai tunas baru disatu sisi, waktu menanam letakkan sisi yang ada tunas barunya lebih ketengah, dan bagian yang tidak ada tumbuhan baru agak dekat dengan sisi pot. Kalau tunas baru tumbuh dari segala arah atau kalau tidak ada tunas yang baru sama sekali, letakkan tanaman ditengah. Isi dasar pot dengan media tanam kemudian letakkan tanaman diatasnya. Isi kembali dengan media tanam sambil sekali-sekali ketokkan pot diatas meja supaya media tanam turun memenuhi celah-celah akar. Bagian bawah tanaman yang menggelembung (bulb) harus berada diatas permukaan media tanam. Setelah selesai, siram dengan air yang bisa dicampur dengan larutan pupuk rumput laut (seaweed) untuk mengurangi shock. Seminggu kemudian bisa diberi pupuk yang memiliki komposisi nitrogen tinggi untuk membantu menyuburkan daun dan akar, atau pupuk Cymbidium khusus untuk masa selesai berbunga. Bisa juga pakai pupuk kandang seperti misalnya Dynamic Lifter.
Tanaman Anggrek Cymbidium setelah diganti media tanam dan menggunakan pot baru yang sedikit lebih besar.

Tanaman Anggrek Cymbidium setelah diganti media tanam dan menggunakan pot baru yang sedikit lebih besar.