Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke Asian Food shop yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Maksudnya mau beli kayu manis yang saya tahu bahasa Inggris-nya adalah Cinnamon. Dari pada harus cari-cari karena tak tahu letaknya, saya langsung tanya pada kasir yang kebetulan sedang nganggur tak melayani langganan. Terus saya tanya apa ada cinnamon. Jawabnya adalah kalau cinnamon tak ada yang ada hanya cassia. Terus gadis muda itu menjelaskan cassia kalau untuk masak baunya sama dengan cinnamon dan harganya lebih murah.

Cinnamon and Cassia

Jadi saja saya beli satu bungkus. Beberapa hari yang lalu saya kebetulan memasak dengan memakai kayu manis, saya jadi ingat kalau kayu manis itu ada yang jenis cinnamon dan ada jenis cassia. Apa sih bedanya? Terus saja saya cari di internet. Ternyata untuk kebutuhan memasak, keduanya hampir sama dan hampir sulit dibedakan. Namun untuk pengobatan, dianjurkan untuk menggunakan Cinnamon asli karena Cassia mengandung coumarin dalam dosis yang tinggi.

Perbandingan antara Cinnamon dan Cassia:

  • Cinnamon asli adalah jenis Cinnamomum zeylanicum dan C. verum. Jenis yang asli ini kebanyakanannya ditanam dan diproduksi di Sri Langka. Aromanya lebih harum dan halus serta warnanya coklat muda. Terbuat dari lapisan batang kayu tanaman Cinnamon yang tipis yang digulung rapat kemudian dikeringkan. Karena tipis, mudah dipatahkan dan mudah juga dihancurkan. Jenis yang asli ini harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan jenis cassia.
  • Cassia banyak diproduksi di China (Cinnamomum/Cassia aromaticum), Vietnam (Cinnamomum/Cassia loureiroi) dan Indonesia (Cinnamomum/Cassia burmannii). Jika dibandingkan dengan Cinnamon asli, aromanya lebih tajam dan tidak sewangi yang aslinya. Bentuknya tebal dan hanya terdiri dari satu lapis. Warnanya coklat tua kemerahan dan teksturnya keras, lebih susah untuk dipatahkan dan dihancurkan.
  • Cinnamon dan Cassia memiliki khasiat sama seperti misalnya:
  1. Menurunkan kadar gula darah.
  2. Manurunkan kolesterol.
  3. Melancaran peredaran darah.
  4. Membasmi infeksi bakteri dan jamur.
  5. Bagus untuk kesehatan otak dan daya ingatan.
  6. Membantu pencernaan.
  • Walau khasiat keduanya sama, tapi ada perbedaan besar karena kandungan coumarin pada cassia tinggi sekali (5%) sedangkan cinnamon hanya memiliki kadar coumarin rendah (0,4%). Coumarin bersifat racun dan mengencerkan darah. Jadi untuk mereka yang banyak mengkonsumsi kayu manis untuk kesehatan dianjurkan untuk hanya memakai kayu manis asli yaitu jenis Cinnamon, bukan Cassia. Terlalu banyak dan terlalu lama mengkonsumsi cassia bisa menyebabkan gangguan hati dan darah.

Untuk merasakan perbedaan aroma dan rasa kedua macam kayu manis diatas, saya membuat setup buah pir. Satu dibumbui dengan Cinnamon asli dan yang satu lagi memakai cassia. Takaran buah pir, gula dan air keduanya sama. Ternyata perbedaan diantara keduanya tidak banyak dimana aroma dan rasanya mirip satu sama lain. Perbedaan yang ada adalah:

  1. Yang memakai cinnamon asli, warnanya bening sekali. Aroma dan rasanya wangi lembut tapi lebih terasa.
  2. Yang memakai cassia, warnanya sedikit kekuningan. Aroma dan rasanya tidak sewangi dan selembut yang asli

Setelah kedua batang kayu manis jenis cinnamon dan cassia ini direbus, perbedaan aromanya semakin jelas.

Atas: Setup buah Pir dengan Cinnamon. Bawah: dengan Cassia

Atas: Setup buah Pir dengan Cinnamon. Bawah: dengan Cassia

Rupanya di Australia dilarang untuk memberi merek cassia sebagai cinnamon. Jadi kalau cassia harus jelas dituliskan sebagai cassia. Oh ya, ternyata cassia yang saya beli adalah produk Indonesia, jadi kemungkinan besar adalah jenis Cassia burmannii. Jadi kesimpulan saya kalau untuk bumbu dapur, cinnamon dan cassia bisa digunakan karena rasa dan aroma yang boleh dibilang sama. Kalau untuk pengobatan dimana kayu manis digunakan dalam jumlah jauh lebih besar, lebih baik digunakan kayu manis asli yaitu jenis cinnamon, bukan cassia karena kadar coumarin yang tinggi.