Siapa yang masih ingat lagu Jawa yang jadul sekali yang kata-katanya begini:

‘Si bolang-baling

Setali telu…

Sing klambi kuning

Sajak kemayu..’

Bolang Baling dan Bujang Gelut (Cah Kwee)

Bolang Baling dan Bujang Gelut (Cah Kwee)

Barusan aku ke Asian shop di daerah Melbourne sini dan aku beli kue China yang cukup beken karena dimana-mana ada. Kue ini disini dinamakan Chinese Donut. Chinese donut ini ada yang savoury yaitu rasa asin dan yang satunya sweet yaitu rasa manis.

Si Chinese donut yang bundar bentuknya dan rasanya agak manis, di Indonesia disebut ‘bolang-baling’ atau kalau didaerah Solo dinamakan ‘Gembukan’, sedangkan didaerah Bandung namanya ‘Odading’. Sayangnya bolang-baling disini bentuk dan rasanya agak lain dari yang ada di Indonesia karena bentuknya bulat agak pipih dengan banyak taburan wijen diatasnya. Rasanya agak manis. Lebih enak yang versi Indonesia karenanya bentuknya lebih tebal seperti guling/bantal kecil dan atasnya pakai gula dan kalau digigit bagian atas ini terasa manis dan garing.

Si Chinese donut yang panjang tentu anda bisa terka, yaitu kalau didaerah Solo namanya si ‘Bujang Gelut’ (Janggelut) sedang di Bandung disebut ‘Cah Kwee’. Yang ini sih rasa dan bentuknya sama dengan yang di Indonesia.

Oh ya, gembukan di Melbourne sini ada yang dalamnya diisi kumbu kacang merah yang rasanya manis gurih dengan aroma minyak wijen.  Bolang-baling dan Bujang gelut harganya sama yaitu 3 biji AUD $3 atau $1.20 untuk satu biji.

Kebetulan besok aku rencana mau bikin bubur ayam, jadi cocok sekali kalau ada cah kwee si bujang gelut….. enak untuk taburan.

Aku masih bisa membayangkan dulu waktu tanteku menyanyikan lagu si Bolang-Baling. Betul-betul nostalgia yang tak terlupakan…. Si bolang-baling, setali telu…. Sing klambi kuning sajak kemayu……..