Belum lama ini untuk pertama kalinya aku mulai mencoba menanam Anggrek jenis Phalaenopsis atau yang juga dinamakan anggrek bulan. Yang pertama kubeli adalah anggrek bulan putih ( Phalaenopsis amabilis), bunganya besar berwarna putih dengan warna kuning ditengahnya. Waktu kubeli kelihatan sehat, daunnya tidak layu dan berwarna hijau segar. Karena kurang pengalaman, waktu kubeli tak kuperhatikan akarnya. Padahal ditanamnya didalam pot plastik transparan yang diisi dengan spagnum moss, jadi bisa kelihatan jelas pertumbuhan akarnya sehat atau tidak.

Setalah beberapa minggu dirumah, tiba tiba semua bunganya layu dan juga daunnya yang bagian bawah berkerut dan menguning. Tiga anggrek Phalaenopsis lainnya sampai sekarang masih berkembang tanpa ada problema. Jadi saja aku memutuskan untuk mengganti media tanamnya. Waktu kukeluarkan dari pot, sphagnum moss-nya terasa padat dan basah sekali dan hampir semua akarnya coklat kehitaman karena busuk. Pantas bunganya jadi layu dan daun mulai menguning. Apa yang harus kuperbuat? Harga tanaman anggrek ini tidak murah untuk ukuran kantong kami, jadi aku ingin menyelamatkannya. Jadi saja kubaca banyak artikel di internet untuk melihat apakah bisa menyelamatkan tanaman anggrek tsb. Ternyata bisa, bahkan untuk tanaman yang akarnya sudah hilang sama sekali karena membusuk masih ada cara untuk menumbuhkan akar baru.

Tanaman anggrek yang kupunya tsb masih ada sedikit akar yang kurasa cukup sehat karena masih terasa keras. Jadi aku memutuskan untuk membiarkan akar-akar tsb. Akar yang berwarna coklat kehitaman karena busuk kupotong semuanya.

Saving Phalaenopsis Ordhid

I am worried about the black part above the roots (corm?), not so sure if it is also rotten all the way. The leaf above it has also started to turn yellow. Should I cut and get rid of the black part? I will wait for a week or two and see what happen:)

Cara menumbuhkan akar baru anggrek Phalaenopsis karena akarnya membusuk:

  • Kalau masih ada akar yang cukup sehat bisa diselamatkan. Potong semua akar yang membusuk. Akar membusuk berwarna coklat/hitam dan terasa empuk berair. Yang sehat berwarna hijau kekuningan atau abu abu keperakan dan terasa keras waktu dipegang. Kalau tak ada akar yang sehat potong semuanya. Kalau ada daun yang menguning potong juga. Ingat alat pemotong harus bersih.
  • Cuci bagian akar sampai bersih (aku mencucinya dengan air hujan yang dicampur sedikit detergent untuk mencuci piring) dan keringkan. Hati hati supaya daun tidak terkena air.
  • Masukkan sedikit kerikil yang sudah dibersihkan kedalam tempat plastik atau gelas yang transparan dan taroh sedikit spagnum moss diatasnya dan tuang sedikit air hujan/sumur atau air aqua (jangan air ledeng).
  • Taroh tanaman anggrek yang akarnya sudah bersih diatas tempat plastik atau gelas tsb dengan akar tidak menyentuh spagnum moss. Kalau akarnya tidak ada sama sekali, bagian bawah tanaman jangan menyentuh spagnum moss.
  • Taroh tanaman anggrek yang sudah ditaroh diatas tempat plastik/gelas tsb diatas piring yang telah diisi kerikil dan air.
  • Kerudungi tanaman dengan kantong plastik yang transparan dan taroh ditempat yang terang tapi jangan terkena sinar matahari langsung.
  • Kalau spagnum moss dan kerikil mengering tambahkan air lagi secukupnya.
  • Beberapa minggu kemudian, kalau berhasil akar baru akan mulai tumbuh.

Saving Phal Orchid with Rotting Roots Problem

Karena baru pertama kalinya mencoba cara menyelamatkan tanaman anggrek Phalaenopsis yang akarnya membusuk, aku tak tahu akan berhasil atau tidak. Coba kulihat nanti perkemangannya setelah beberapa minggu. Fingers cross!!!

Tip: Kalau menyiram tanaman anggrek jenis Phalaenopsis supaya hati hati jangan sampai daun tersiram air karena bisa menyebabkan pembusukan mahkota daun. Jadi semua daun harus tetap kering. Penyiraman sebaiknya hanya dibagian akarnya/media tanamnya saja dan paling bagus dilakukan dipagi hari supaya air sempat menguap sepanjang hari dan media tanam tidak terlalu basah dan lembab.

Catatan 5 Maret, 2013:

Kalau diperhatikan, bagian diatas akar yang tak kupotong dan dibawah daun kelihatan hitam sekali. Kalau dipegang terasa keras, aku tidak tahu sebetulnya masih sehat dan normal seperti itu atau juga sudah membusuk. Ada pilihan lain yaitu dengan memotong semua bagian yang hitam dibawah daun, yang didalam hal ini akar yang masih bagus juga terpotong. Aku masih bingung harus berbuat apa, tapi kayanya akan kubiarkan dulu satu dua minggu…. kalau tak ada perubahan atau tambah parah dari sebelumnya maka akan kupotong bagian yang hitam tsb. Hari ini daun bawah yang mulai kuning lebih melebar kuningnya. Kelihatannya kalau sudah kuning tidak akan bisa berubah hijau lagu dan lambat laun semua akan kuning dan gugur.  Oh ya, barusan kucoba menaburkan serbuk kayu manis (cinammon) diatas bekas daun lainnya yang kupatahkan kemarin karena kuning dan juga bagian yang hitam tsb. Rupanya cinammon/kayu manis memiliki khasiat membunuh jamur.

Karena baru pertama kali mencoba menanam anggrek Phalaenopsis, jadi semua ini adalah semacam percobaan untuk jadi pelajaran nantinya.

9 maret, 2013:

Rupanya tanaman anggrek ini memang maunya mati. Aku tak usah repot-repot memotong bagian yang hitam dan menunggu kapan tumbuh akar baru. Sejak tanggal lima yll, hanya tinggal tiga daun dan daun paling bawah dari ketiga daun ini menguning dekat gagangnya (bukan ujungnya). Terus besoknya rontok dan daun diatasnya mulai kuning juga. Jadi tadi pagi tak ada daun lagi karena semua rontok. Padahal tidak layu, hanya dekat gagangnya kuning. Rupanya tanaman anggrek bulan putih ini tak mau menyusakkanku lagi:) RIP…..

Sekarang aku memikirkan kenapa sampai bisa terjadi pembusukan akar? Rasanya aku tak terlalu banyak menyiramnya, buktinya yang lainnya sampai sekarang masih tumbuh dengan baik. Apakah waktu kubeli anggrek tsb sebetulnya sudah terkena penyakit jamur? Setelah pengalaman ini, anggrek Phalaenopsis lainya segera kukeluarkan dari pot dan kubersihkan sphagnum mossnya dan kupotong akar yang tidak sehat (cattatan: hampir semua akarnya sehat). Kemudian kutanam lagi dengan memakai media baru yang berupa kepingan kayu kering khusus untuk tanaman anggrek. Rupanya media yang berupa spaghnum moss itu tidak cocok untuk jangka panjang karena akan terjadi pemadatan dan terlalu basah hingga terjadi pembusukan. Untuk jangka waktu pendek selama tanaman itu dipasarkan, spagnum moss memang cocok sekali karena bisa menyerap banyak air dan menghindari tanaman kekeringan. Makanya dikemudian hari kalau aku beli yang baru, akan segera kuganti media tanamnya dengan yang baru… ini untuk menghindari kejadian yang sama dengan anggrek phalaenopsis pertama yang sekarang sudah kapuuuuut itu😦