Pink Water Lily

Bagi mereka yang punya halaman cukup luas dan punya cukup biaya, kolam air lengkap dengan ikan hias dan tanaman air yang cantik akan membuat kebun anda lebih asri, apa lagi dengan suara gemerciknya air di kolam. Namun bagi mereka yang halamannya tidak besar, tentu saja bisa memiliki aquarium didalam rumah. Tapi untuk aquarium akan harus sering dibersihkan karena dindingnya kaca, jadi kalau kelihatan kotor dan berlumut akan kelihatan jelek dan tak rapi. Memang bisa menggunakan bahan kimia untuk menjernihkan air, namun harus makan biaya lagi. Jalan keluarnya untuk mereka yang terlalu malas untuk menjaga kebersihan aquarium tapi tak punya tempat dan ongkos untuk bikin kolam diluar adalah dengan memakai bak yang bisa dibuat dari bata dan diplaster, bak plastik besar yang tebal atau dengan memakai gentong yang bermulut lebar. Cara ini lebih sederhana, mudah dan murah biayanya.

Water Garden  - Large Ceramic BowlSaya lebih suka taman air yang lebih natural, lengkap dengan lumut yang sengaja dibiarkan tumbuh seperti didanau dan sungai juga kita temui lumut. Ikan akan memakan lumut ini. Kami tidak menggunakan bahan kimia sama sekali untuk menjernihkan air atau untuk menghilangkan kaporit/klorin.  Taman air mini kami ada dua, satu yang didepan rumah memakai bak plastik (diberi kerangka papan supaya terlihat lebih bagus) dengan kapasitas air 220 liter dan yang dibelakang memakai gentong keramik yang lebar bentuk dan mulutnya. Kedalaman tempat harus cukup dalam, paling tidak 50 cm dan juga harus cukup besar paling tidak yang bisa muat 200 liter atau lebih.

Sengaja disini saya tidak menyebut memelihara ikan di dalam bak, karena ikan hanyalah salah satu komponen yang dipakai untuk membuat taman air ini. Untuk segi keindahan dan juga menjaga sistim yang saling menunjang / ekologi, akan dibutuhkan tanaman air yang tumbuh didalam air dan dipermukaan air serta ikan hias agar taman air mini ini tidak jadi sarang nyamuk dan juga kotoran ikan bisa menjadi pupuk untuk tanaman. Tanaman akan ikut berperan dalam menjaga jernihnya air dan mengurangi pencemaran dari kotoran ikan karena menjadi pupuk tanaman tersebut. Sebaliknya tanaman juga menaikkan kadar oksigen didalam air yang dibutuhkan oleh ikan. Tanaman seperti ganggang air dan juga lumut juga menjadi makanan ikan.

Tanaman yang tumbuh didalam air misalnya:

  • Elodea atau anacharis yaitu semacam ganggang kecil yang tumbuhnya didalam air. Tanaman ini bisa tumbuh tanpa menggunakan tanah dan bisa ditanam dibawah kerikil supaya tak mengapung kemana-mana.
  • Teratai jenis mini, misalnya jenis Nymphaea helvola. Teratainya harus yang jenis mini karena kalau tidak akan terlalu besar. Tanaman ini bisa ditanam dipot dengan menggunakan tanah lempung (jenis tanah yang berat) dan atasnya ditaroh kerikil supaya tanah tidak buyar kemana-mana. Pot ditempatkan didasar air atau kalau kedalaman, bisa diganjal dengan bata. Teratai ini daunnya yang indah harus mengapung dipermukaan air dan bunganya yang cantik bermacam macam warnanya, putih, merah, pink, kuning, ungu dsb.

Tanaman yang tumbuh dipermukaan / dekat permukaan air misalnya:

  • Rumput air ukuran kecil seperti misalnya jenis Acorus graminus. Bisa ditanam dipot yang diletakkan dengan permukaan tanahnya tercelup air.
  • Kangkung air, enceng gondok, kol air, keladi air dsbWater Garden  - Large Plastic Tub

Ikan Hias:  Ikan hias yang paling cocok adalah jenis ikan emas koki. Ikan koi terlalu besar. Tergantung berapa besar tempatnya, semakin sedikit ikan hiasnya semakin bagus hasilnya karena tidak terlalu banyak kotoran ikan yang mencemari air dan membuat air keruh, hijau dan bau. Untuk 200 liter air, tidak lebih dari empat ikan koki, bahkan hanya 2 ikan koki yang sudah dewasa cukup.

Air:  Saya tidak memakai air ledeng karena mengandung kaporit/klorin yang tidak bagus untuk ikan dan tanaman, jadi saya pakai air hujan. Bisa juga dipakai air sumur.

Air Mancur Mini/Filter Air: Untuk menjaga supaya air tetap jernih dan tidak keruh diperlukan putaran/gerakan dan ini bisa didapatkan dengan memakai pompa air untuk membuat air mancur/terjun mini. Kalau jumlah ikan tidak kebanyakan sebetulnya tidak memerlukan filter air. Namun seperti yang punya kami, sudah terlanjur kebanyakan ikannya, jadi mau tak mau untuk menjaga supaya air tidak keruh dan bau, saya memakai filter yang dibuat sendiri. Filter ini dibuat dari botol plastik panjang yang mulutnya lebar supaya gampang memasukkan bahan filternya. Botol diletakkan diluar bak, sebaiknya diatas pinggiran bak. Dibotol diisi lapisan kerikil dan spons penggosok yang untuk cuci piring. Air dari pompa masuk dari atas dan air keluar melalui bahan filter dan keluar kembali kebak melalui lubang dibawah botol. Setiap seminggu sekali, bahan filter dikeluarkan dan dibilas bersih dengan air. Jangan memakai sabun karena sabun akan menghilangkan bakteria yang ikut membantu menghancurkan kotoran ikan. Setelah bahan filter bersih masukkan kembali kebotol. Cara ini mengurangi biaya karena bahan filter bisa dipakai berulang-ulang dengan demikian tidak harus lagi lagi beli bahan filter baru.

Penambahan Air: Karena menguap, permukaan air akan terlihat menurun jadi perlu ditambah lagi dengan air (bukan air ledeng). Sebulan sekali bisa dibuang kira kira 1/4 air didalam bak dan diganti dengan air baru.

Pengurasan: Setahun sekali idealnya tempat taman mini ini dikuras. Ini bisa dengan mudah dilakukan karena ukurannya yang kecil dan letaknya dipermukaan tanah. Semua dikeluarkan, tempat dibersihkan (ingat jangan pakai bahan pembersih/sabun/ deterjen). Juga saatnya untuk mengganti tanah dari tanaman air yang ditanam didalam pot. Sebaiknya tampung se-ember besar airnya untuk dicampurkan kembali karena air ini mengandung banyak bakteri yang bermanfaat untuk ikut menghancurkan kotoran ikan.

Berhasilkah?? Kalau air tetap jernih, tidak keruh dan bau. Tanaman tumbuh subur dan ikan sehat (bahkan punya kami bisa bertelur dan berkambang biak)….. berarti sistim saling menunjung antara tanaman, ikan dan air berhasil. Lumut lumut hijjau hanya tumbuh dibatu batu dan pinggiran tempat. Lumut ini menjadi salah satu penghuni taman air yang bermanfaat karena ikan suka memakannnya. Tidak berhasil? Kenapa air tidak bisa jernih, keruh dan hijau? Penyebabnya yang utama adalah jumlah ikan yang terlalu banyak dan kebanyakan memberi makanan ikan. Ingat untuk 200 liter air paling banyak 4 ekor ikan dan memberi makannya sedikit saja, sehari sekali. Pemakaian filter akan banyak membantu.

Kotoran Filter:  Sewaktu anda membersihkan bahan filter, tampung airnya yang hitam dan gunakan untuk menyiram tanaman. Tanaman akan tumbuh lebih subur. Kotoran dari filter ini ( kalau secara rutin seminggu sekali dibersihkan), walau hitam dan terlihat menjijikkan, tidak akan bau busuk. Baunya seperti bau tanah atau bau bebatuan dikali.

Inilah sedikit obrolan saya tentang menanam tanaman air dan memelihara ikan emas koki didalam bak atau gentong besar dengan perawatan yang cukup mudah dan biaya semurah mungkin. Taman air mini yang sederhana ini bisa mempercantik halaman rumah dan selalu menjadi perhatian para tamu terutama anak anak kecil. Bagi mereka yang tak memiliki kebun karena tinggal di flat tingkat, taman air mini ini cocok untuk diletakkan diatas balkoni.

Teratai Mini Kuning - Nymphaea helvola