Didalam dunia ada dua jalan

Lebar dan sempit, mana kau pilih

Yang lebar api, jiwamu mati

Tapi yang sempit, hidup berduri

Tiba tiba jadi ingat lagu diatas yang dulu sering kunyanyikan waktu masih TK. Ada versi lain dimana jalan yang sempit Tuhan berkati. Tapi dulu ‘hidup berdurilah’ yang seingatku diajarkan kepada kami. Ini tepat sekali untuk menggambarkan bahwa hidup ini tidaklah mudah, apa lagi kalau harus hidup dengan menuruti perintah Tuhan.

Hidup dengan memilih jalan yang besar seperti gambar diatas itu memang menggiurkan. Kan mudah sekali, karena jalannya beraspal dan lebar. Sedangkan kalau memilih jalan setapak disampingnya itu sulit karena kecil, tak rata dan mendaki. Tapi kalau mengamati gambar diatas, jalan yang lebar itu menurun menuju jurang dalam, sedang jalan yang kecil mendaki keatas gunung. Memang mengikuti jalan lebar itu mudah dan lebih banyak orang melewatinya, tapi berakhir dijurang yang gelap dan mengerikan. Sedang jalan kecil itu lebih sepi dan mendaki menuju langit dimana semuanya terang dan indah. Pernahkah anda melihat pemandangan dari atas gunung? Indah sekali kan? Inilah perbandingan antara neraka dan surga.

MATIUS 7: 13-14

7:13 “Masuklah melalui pintu yang sempit, sebab pintu dan jalan yang menuju ke neraka besar dan lebar, dan banyak orang yang melaluinya.

7:14 Tetapi sempit dan sukarlah pintu dan jalan yang membawa orang kepada hidup. Dan hanya sedikit orang yang menemukannya.

Hidup dijalan yang lebar itu penuh dengan hal hal yang menggiurkan yang selalu menggoda hati. Mereka yang melalui jalan ini menikmatinya. Hidup mereka tampaknya mudah dan berlimpah. Mereka mengejar-ngejar kekayaan dengan cara apapun. Tak segan dengan jalan menipu, mencuri, menyakiti orang lain atau bahkan membunuh. Misalnya mereka yang mengedarkan narkoba, berapa banyak orang yang menderita dan mati karenanya?  Mereka mengumbar hawa nafsu tanpa ada puasnya. Mereka terjerat hidup yang sesat. Godaan hidup itu banyak sekali macam ragamnya, semuanya terselubungi keindahan dan keenakan. Keindahan duniawi dan kepuasan jasmani yang membawa mereka kejurang gelap.

Namun mereka yang memilih jalan kecil, hidup tidaklah mudah karena harus selalu mawas diri. Mereka tidak bisa bertindak sekehendak hati sendiri. Mereka harus berjalan dengan hati hati sekali dengan mengikuti perintah Tuhan. Semua godaan hidup mereka hindari. Cara hidup ini seakan akan sepi dan sendiri. Tak banyak orang yang mau memilih jalan ini. Memang betul hidup dengan taat pada perintah Tuhan itu bisa diibaratkan dengan jalan setapak yang mendaki gunung. Tidak mudah dan harus hati hati sekali. Kalau lengah bisa jatuh kejurang. Namun apa imbalannya bagi mereka yang selamat sampai tujuan? Disana diatas gunung itu pemandangan begitu indahnya……..

Kamis, 17 Nopember 2011