Anak saya baru saja pulang dari Eropa dan cerita tentang sepeda di negeri Belanda membuat saya heran juga. Kebanyakan jalan pikiran orang Belanda itu cukup modern. Betapa tidak, dinegeri itu gay marriage dan marijuana sudah lama dibuat legal. Namun dalam bidang transport, justru sepeda ontel masih disukai dan umum digunakan.

Kalau anda suatu waktu nanti ke Amsterdam, bisa pit-pitan (bahasa Jawa untuk keliling keliling dengan sepeda) disepanjang lorong lorong jalan dan pinggiran kanal. Banyak tempat yang menyewakan ‘fiets’ alias sepeda kayuh, sepeda ontel atau pit seperti orang orang Jawa menamakannya. Jangan merasa gengsi, karena dinegeri kincir angin ini orang masih naik sepeda kemana mana, mulai dari anak sekolah, mahasiswa sampai nenek-nenek serta kakek-kakek umum naik sepeda. Di negeri Belanda diperkirakan terdapat sekitar 18 juta sepeda.

Parkir Sepeda di Tilburg, Nederland

Buat kebanyakan orang di Indonesia ataupun tempat lainnya (kecuali China), pasti merasa malu dan gengsi untuk naik sepeda. Kendaraan dijadikan ukuran kemakmuran dan sepeda dianggap hanya untuk mereka yang miskin sekali. Namun lain lagi buat orang Belanda. Kalau dipikir, orang orang Belanda itu ternyata cukup bijaksana mengenai sepeda. Bayangkan kalau semua orang pilih naik mobil, jalanan akan macet. Dengan mengayuh sepeda, ongkos murah dan tak menggunakan bahan bakar. Polusi udara juga berkurang. Mengayuh sepeda juga menyehatkan badan.

Mungkin karena Nederland adalah negara kecil dan tanahnya datar, jadi mengayuh sepeda adalah hal yang mudah. Dimana mana ada jalur kusus buat mereka yang naik sepeda. Masih umum buat orang orang Belanda untuk menempuh jarak lebih dari 10 km dengan mengendarai sepeda. Herannya sepeda disana itu masih banyak yang model jadul sekali seperti jaman saya naik sepeda ditahun 60-an.

Oh ya, kalau naik sepeda di negeri Belanda, hati hati jangan taroh sepedanya disembarang tempat tanpa dikunci atau digembok karena banyak yang hilang karena dicuri orang. Oh ya, melihat gambar begitu banyaknya sepeda ditempat parkir, kalau saya pasti akan bingung….. mana ya sepeda punyaku??? Ha, ha……