Gara gara dengerin lagu Nasi Jagung di blognya Sukolaras, aku jadi ingat pada ‘grontol’. Jadi saja ngiler kepingin bikin. Udah lama juga aku tidak bikin grontol. Disini di Melbourne bisa beli jagung yang udah dikeringkan dan udah disosoh (buang kulit ari-nya) dan ini tepat sekali untuk dibikin grontol. Makanan nostalgia yang kugemari dimasa kanak kanakku di Indonesia.

Kemarin aku ke Asian Shop dan cari cari jagung yang akan kumasak jadi grontol. Biasanya dulu aku kalau beli yang warnanya kuning, tapi kali ini tak ada yang kuning. Yang kuning adanya yang udah dihancurkan seperti menir yang juga disebut ‘polenta’ dan ini tentunya tidak cocok untuk grontol. Tapi yang jagung putih tepat sekali karena hanya disosoh atau dibuang kulit arinya dan tidak dihancurkan. Kuperhatikan jagung ini ternyata jagung Australia, jadi bukan yang diimpor dari Vietnam atau China. Ah, kupikir boleh juga dan harganya juga engga mahal. Satu pak seberat 375 gram hanya $1.30 . Sekalian aku beli dua pak. Daun pandan aku masih punya dirumah, yang masih kusimpan di freezer. Sedangkan kelapa parut aku pakai yang kering karena lebih cepat dan praktis tak usah parut kelapa sendiri. Juga seringnya kelapa segar yang dijual disini adalah kelapa yang tua sekali, sedangkan kalau yang kelapa parut kering lumayan juga engga terlalu kasap/tua.

Tadi pagi pagi sekali, kubuka satu pak jagung keringnya. Dicuci sebentar dan kurendam dengan air dingin setidak tidaknya dua jam. Setelah itu kutiriskan dan kurebus dengan air yang cukup banyak dan tak lupa membubuhkan beberapa daun pandan supaya wangi. Tadinya mau kukukus, tapi tak jadi karena kurasa kalau direbus hasilnya akan lebih empuk dan lebih mekar. Untuk taburan, kelapa parut kering kucampur dengan air sedikit supaya lunak dan kucampur dengan sedikit garam terus kupanaskan dengan microwave.

Setelah kira kira sejam direbus, grontol asli Australia inipun udah mateng dan bisa segera disajikan untuk sarapan pagi. Kalau senang manis bisa ditaburkan sedikit gula pasir. Pagi ini aku tidak akan menyentuh roti bakar untuk sarapan, aku lebih suka grontol saja. Sedaaaaap!

Grontol memang lebih enak dibuat dari jagung yang tua. Grontol yang kubuat kali ini warnanya putih sekali karena memang jagungnya jagung putih. Rasanya gurih, kenyal dan aroma pandannya menambah kenikmatan makanan sederhana ini. Jagung tua atau yang disebut dengan ‘maize’ ini tidak mengandung kolesterol dan mengandung serat yang tinggi. Cukup kaya zat besi dan thiamin-nya. Selain itu juga merupakan sumber protein dan niacin ukuran sedang.

Makanan sehat yang sederhana, gurih dan segar rasanya. Bisa untuk sarapan pagi atau untuk menemani minum teh/kopi disore hari.