Weekend nanti kami akan pergi ke Ararat untuk menengok kenalan yang sudah luamaaaa banget engga ketemu. Pikir pikir…. Akan bawa oleh oleh apa ya? Maunya sih yang khas dan ditoko disini engga ada yang jual. Jadi saja aku bikin Ananas Taart alias Nastar. Aku ingat teman kami itu doyan betul.

Setelah cari cari resep lama dari Indonesia yang sudah lama tak pernah kulihat lagi akhirnya ketemu juga.

Partama harus bikin selai nanasnya dulu. Heran disini di Aussie nanas engga umum dibikin selai. Misalpun ada dijual ditoko, pasti selai itu keenceran. Untuk bikin nastar aku ingat ajaran Mama dulu. Selainya harus kental betul tapi jangan sampai kekeringan. Kalau kekeringan nanti jadi terlalu keras dan lengket  bisa copot itu tambalan gigi!  He,he…… Pokoknya begitu selai udah habis air gulanya dan kira kira kalau nanti dingin bisa dibentuk bola bola, berarti udah pas.

Resep Selai Nanas untuk Nastar:

  • 750 gr. Nanas  yang sudah dikupas dan diparut. Pilih nanasnya yang masak dan harum.
  • 300 gr. Gula Pasir. Aku lebih suka selainya asam manis, kalau suka lebih manis bisa ditambah gula.
  • 1 sdm. Mentega
  • ½  sdt. Vanilla
  • ½ sdt. Kayu Manis (aku pakai serbuk)
  • 6 bt. Cengkih

Cara Membuat:

Pakai panci yang tebal supaya selai engga mudah gosong.  Rebus nanas parutan  sampai hampir habis juice-nya, kemudian baru masukkan gula dan bahan bahan lainnya. Rebus terus sambil sekali kali diaduk. Kalau udah mulai kental bisa dicicipin, awas dinginkan dulu!  Setelah selai mulai kental aduk terus supaya engga gosong. Kalau air udah habis dan selai nanas ini udah terlihat tekstur seratnya, angkat dan dinginkan terus taroh di kulkas. Kalau udah dingin, bentuk bulat bulat kecil. Besar gedenya tergantung suka banyak selainya atau tidak nastar-nya. Selain jangan terlalu kering, selai juga jangan terlalu lembek karena nanti kalau dipanggang akan meleleh keluar semua.

Bahan Pastry:

  • 700 gr. Terigu (Plain Flour). Ambil/ Kurangi 2 sd makan dan diganti dengan 2 sdm. Tepung Maizena.
  • 4 sdm. Susu Bubuk  

Kedua bahan  diatas diayak dan sisihkan.

  • 500 gr. Mentega (Aku senang separoh butter separoh margarine)
  • 100 gr. Gula Halus
  • 4 bt. Telur kuning
  • ½ sdt garam
  • Vanilla secukupnya

Kocok semua bahan kelompok ke dua sampai lunak (fluffy). Masukkan tepung dan susu bubuk yang sudah diayak. Perlahan lahan remas remas dengan tangan hingga adonan berbutir-butir kecil (menyerupai menir beras). Kemudian padatkan perlahan lahan juga, jangan diuleni. Please, be gentle! Setelah tercampur cukup halus baru dibentuk. Ambil adonan pastry ini dan bentuk bola  (Besar kecilnya tergantung ukuran mana yang anda sukai dan juga harus dipantaskan dengan selainya). Pipihkan dan taroh selai yang sudah dibulatin ditengah, tutup dan bulatkan hingga halus. Kalau terasa lengket, taburin tangan dengan sedikit tepung terigu.

Olesi dengan kuning telur (esktra 1 kuning telur) yang sudah dikocok hingga encer. Tusuk atasnya dengan cengkeh untuk hiasan.

Panggang dioven yang sudah dipanaskan 150/160 derajat C. Jangan lebih panas dari ini karena kue akan cenderung melebar dan tidak bulat. Berapa lama? Yah… sekitar 25 menit, asal kue udah matang dan bagus warnanya.

Catatan: Karena proses pengadukan tepung dan mentega + telur menggunakan cara meremas hingga berbentuk butir-butir halus, kuenya  akan renyah dan tidak padat. Nastarnya memiliki sedikit retakan yang justru memberikan penampilan ‘rustic’ buatan sendiri :). Di Indonesia banyak yang menaburkan parutan keju diatasnya, tapi saya sendiri tak pernah menggunakan keju. Alasannya? Kuenya sudah mengandung banyak kalori dan sudah gurih mentega jadi tak perlu diberi keju. Dinegara asalnya, keju pemakaiannya justru jauh lebih terbatas untuk makanan tertentu saja. Tak semua kue dan makanan lainnya pakai/ditaburi keju.

 

Selamat mencoba! Sorry ya resepku ini agak cerewet….. Habis ini niruin dulu kalau Mama-ku ngajarin putrinya masak. Ha……

Terima kasih, Ma!  You are the best.