Lama juga aku dan kakak perempuanku berdua sebelum adik adik kami lahir. Waktu itu mama selalu mendadani kami sama. Baju sama dan pita rambutpun sama. Inialah yang aku paling salut pada mama, karena beliau itu orangnya tidak pilih kasih. Sering waktu itu orang mengira kami berdua anak kembar, apa lagi setelah aku mulai lebih besar, tinggiku sama dengan kakak.

Kedua photo hitam putih ini diambil sekitar akhir tahun 1950-an. Hari itu kami pergi bertamasya ke Candi Borobudur. Saudara sepupu lelaki kami ikut dan juga mbok Pawiro yang mengantarku sekolah dan rewang/pembantu kami sekalian diajak. Senang sekali mereka dan mobilpun penuh sesak. Kami semua duduk berhimpitan.

Sore hari waktu kami pulang kerumah, entah bagaimana kejadiannya, namun sapi sapi dan beberapa babi piaraan pada lepas semua keluar dari kandangnya. Papa memotret kami bersama ‘Sentul’ sianak sapi dan babi babi yang berdengus dengus. Geli juga waktu Sentul menjilat jilat kami.

Ingat waktu itu kami punya banyak binatang piaraan. Sapi untuk menarik gerobak dan ternak babi dibelakang rumah. Repot juga kalau kami semua akan pergi, pagi pagi para pekerja harus memberi makan binatang dulu dan pulangnya mereka akan datang lagi untuk memberi makan lagi dan menyemprot bersih kandang babi.

Photo yang satu lagi ini adalah kami bersama Papa dan Mama yang diambil sekitar tahun 1960an. Lagi lagi baju kami berdua masih sama walau kami sudah mulai punya pilihan masing masing. Mama tetap menyuruh kami berpakaian sama.

Sekarang setelah aku mulai menginjak lanjut usia, terasa masa kanak kanak dulu begitu singkatnya. Padahal dulu waktu masih kecil rasanya waktu berjalan begitu lambatnya. Sekarang diwaktu yang terasa berlalu dengan cepatnya, kenangan masa kecil adalah yang paling indah yang tak akan terlupakan.