Dizaman dulu, waktu belum dibuat perlebaran jalan, didepan rumah kami tumbuh pohon mahoni (= Swietenia macrophylla). Pohon pohon tinggi dan besar ini yang tumbuh ditepian jalan tampak megah dan kerindangan daun daunnya membuat jalanan yang waktu itu masih sepi, begitu teduh dan asri.

Masih teringat jelas dianganku, waktu waktu masa kecil bersama kakak perempuanku dulu. Kami senang sekali setiap pohon pohon mahoni itu mulai rontok daun daunnya dipanasnya musim kemarau. Disaat itulah pohon pohon itu tampak  menggundul dan buah buahnya bisa tampak jelas dilihat. Buahnya ukuran dan bentuknya seperti avocado tapi warnanya kecoklatan dan keras.

Kami tahu tak lama lagi disaat musim hujan hampir menjelang, buah buah mahony itu akan terbelah oleh panasnya sinar matahari. Jarang buah buah itu jatuh dalam bentuk utuh, tapi hanya belahan kulitanya yang gugur ketanah disaat biji bijinya sudah habis jatuh beterbangan. Disaat itulah, waktu biji biji mahoni gugur beterbangan, aku dan kakak senang sekali.

Angin yang lembut menghembus menerbangkan biji mahoni dan biji yang bersayap itupun berputar seperti baling baling helicopter. Pemandangan ini selalu membuatku terkesima. Kemudian kami berdua mulai mengumpulkan biji biji itu dan melemparkan setinggi tingginya keudara. Puluhan baling baling kecil berputar  dan pelan pelan akhirnya jatuh kembali ketanah. Masa kecil waktu itu begitu sederhana, namun kami serasa lebih sadar akan kejadian kejadian kecil yang terjadi disekitar kami. Biji biji mahoni yang sedarhana itupun bisa mampu membuat kami riang gembira. Berjam jam dan berhari hari kami bermain main menerbangkan biji biji bersirip itu. Dalam imajinasi kami, biji bji bersirip itu adalah benar benar helicopter mini dengan baling balingnya yang berputar dan berputar….

Sekarang setiap kali aku pulang kekampung halaman di Indonesia, aku selalu teringat pada pohon pohon yang besar dan teduh dipinggiran jalan didepan rumah kami. Namun hanyalah kenangan yang tertinggal. Sudah lama pohon pohon itu tak ada lagi. Jalanan yang dahulu teduh dan sunyi itu memang sekarang jauh lebih lebar tapi tak pernah sepi. Lalu lalang kendaraan tak henti hentinya berlalu dari pagi hingga malam hari. Panas terasa menyengat dan debu debupun berterbangan…………