SMP (1964 – 1967)

Enam tahun disekolah dasar, bagi saya masih enak dan mudah jika dibandingkan dengan tiga tahun selanjutnya di SMP. Ya begitulah, memangnya saya itu anaknya dulu punya semacam ‘bad attitude’. Kalau senang pada pelajarannya, ya saya belajar dengan tekun, tapi kalau udah yang namanya tak senang itu ya malas benar belajarnya. Selama tiga tahun disekolah menengah pertama ini tak ada pilihan, jadi ya harus belajar semuanya. Ilmu ukur dan  aljabar adalah dua pelajaran yang paling saya benci dan tak nempel diotak sama sekali. Ha…

Saya memulai kelas satu SMP di Sekolah Kristen Pasar legi pada tahun 1964. Mengingat guru guru SMP itu tidaklah mudah karena setiap mata pelajaran ada gurunya masing masing. Inilah daftar guru guru SMP Kristen Pasar Legi – Solo waktu itu antara tahun 1964 s/d 1967 yang saya masih ingat. Rasanya selama di SMP ini anak anak masih memanggil guru yang keturunan Chinese ‘Sien Sen’ , tapi disini saya akan tulis dengan ibu dan pak untuk mudah mengenali lelaki atau perempuan.

  • Pak Sie – Kepala Sekolah
  • Pak Is (Iskandar) – Bahasa Indonesia
  • Pak Mik (Mikhael  Nenobais) – Bahasa Indonesia
  • Pak Mul (Mulyadi) – Sejarah
  • Pak Har (Hartono) – Ilmu Hayat
  • Pak Wid (Widodo) – Aljabar
  • Ibu Tjiong – Bahasa Inggris dan PKK
  • Ibu Oh – Ilmu Alam
  • Ibu Lim Lin –  Ilmu Ukur
  • Pdt. Djie Kong – Agama
  • Pak Pardi – Bahasa Daerah
  • Pak Tjoa – Bahasa Jerman
  • Pak Tan – Olah Raga

Selain guru guru diatas seingat saya masih ada dua orang guru yang sifatnya bukan guru tetap. Kedua guru ini keduanya lelaki yang satu tinggi dan satunya lagi pendekan dan agak gemuk dan lebih tua. Saya tak ingat nama mereka, tapi saya ingat yang orangnya tinggi mengajar  Tata Buku dan guru yang satunya lagi saya lupa mengajar apa. Mungkinkah ekonomi? Apakah ada pelajaran ekonomi di SMP waktu itu?? *Tambahan: Kalau tak salah nama kedua guru ini adalah yang orangnya tinggi adalah pak Sam (Samsudin) yang mengajar Tata Buku dan yang satunya yang sudah setengah baya dan agak gemuk adalah Pak Sri yang mungkin mengajar Ilmu Dagang.

Kantin yang untuk anak anak SMP terletak di belakang bangunan gedung SD, kalau menghadap kesekolah adalah sebelah kiri antara gedung SD dan Gedung SMP. Makanannya jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang SD. Banyak menu warung SMP ini menyuguhkan makanan yang lebih mengenyangkan seperti misalnya; nasi soto, nasi bakmoy dsb. Warung SMP ini dikelola oleh wanita Chinese yang sudah setengah baya dengan nama panggilan Encim. Saya sendiri jarang jajan kesitu karena selalu penuh dan antri serta menunggu lama, Juga karena tidak murah, saya lebih suka menabung uang saku.

Sebagian teman teman sekelas adalah wajah wajah lama karena kami sama sama waktu SD. Tapi ada juga anak anak baru yang waktu SDnya dari sekolah lain. Mereka mereka yang pernah sekelas adalah: Ping Nio, sahabat terbaik sejak SD. Teman lain yang erat selama SMP adalah Hwan Nio, dan  teman dekat lainnya adalah Tong Giok Lan yang rumahnya di Ledoksari dekat rumah nenek saya. Anak anak lainnya adalah Giok Lien,  Giok Ie (masih keponakan Ibu Oh dan saudaranya yang punya took Roti Ganep), Eng Lan, Gan Ying (anaknya yang punya rumah makan sate kambing di Widuran) , Djoen May , Siok Kiem (yang anaknya pendiam sekali berasal dari Kedung Banteng ), So Giem,  Djoen Lan (dari Sragen keponakannya penulis silat Kho Ping Ho), Lien Nio,  Non Nio,  Wie Ing (yang cantik sekali), Hwie Lan (adiknya yang namanya Hwie Tjoe/Roes pernah bekerja sama sama di Bandung  diawal tahun 80-an), Yan Liang. Inilah semua teman teman perempuan yang masih kuingat.

Murid lelaki waktu itu, diantaranya adalah: Sauw Huang, yang anaknya pintar sekali , Sien Liong, Kiem Gan, Kiem Gwan. Kalau tak salah Tiong Hap, Hong San dan Tiauw Ging juga melanjutkan SMP disekolah yang sama. Saya lupa lupa ingat, mungkin karena tidak sekelas lagi? Terus anak yang namanya Hway Tiong, saya lupa dia juga teman SMP atau hanya selama diSMA atau kedua duanya. Heran tak begitu banyak anak-anak lelaki yang saya ingat namnya. Ada beberapa yang saya masih bisa membayangkan orangnya tapi tak ingat siapa namanya.

Walau masa di SMP tidaklah begitu menggairahkan karena banyak pelajaran yang saya kurang suka, namun ada saat saat yang menyenangkan misalnya setiap hari Natal kami merayakannya di Gereja (GKI Sangkrah) dan setiap kelas menyanyikan lagu Natal. Latihan menyanyi untuk menyambut Natal ini dipimpin oleh guru wali kelas masing masing.  Waktu lain yang saya sukai adalah disaat nonton pertandingan bola basket. Team sekolah kami waktu itu cukup kuat dan bertanding melawan sekolah sekolah SMP lainnya dikota Solo. Selain menonton pertandingan basket, waktu itu juga banyak latihan berbaris. Sebelum pemberontakan G30S terjadi ditahun 1965,  banyak sekolah dikota Solo mengadakan latihan baris berbaris dan seingat saya ada perlombaan  berbaris antar sekolah, dimana kami berbaris dijalanan.Saya masih ingat kami pakai seragam putih putih waktu ikut lomba berbaris ini. Waktu musibah kejadian G30S, seingat saya lama juga sekolah ditutup. Kalau tak salah kenaikan kelas yang seharusnya diakhir tahun jadi ditunda dipertengahan tahun selanjutnya. Sekarang setelah lebih dari 40 tahun berlalu semua duka sudah tak terasa lagi dan yang masih tertinggal adalah kenangan  manis yang tak terlupakan.

Kalau penasaran ingin membaca cerita saya waktu masih di TK dan SD, silahkah klik disini: https://kiyanti2008.wordpress.com/2010/04/25/sekolah-kristen-pasar-legi-solo-1-3/