Barusan aku pergi ke Asian Shop dan kulihat mereka sedang memasukkan singkong kedalam freezer. Wah, frozen singkong alias cassava itu kelihatannya baru datang (stock baru), jadi saja aku beli dua  pak seharga lima dollar. Ya, satu paknya yang seberat satu kilo itu harganya dua dollar lima puluh sen. Singkong produksi Vietnam  ini udah dikupas bersih dan dibekukan.

Bicara tentang singkong, umbi ini juga disebut ubi kayu  atau dalam bahasa Jawanya adalah ‘pohung’.  Dalam bahasa Inggris adalah cassava dan bahasa ilmiahnya adalah Manihot esculenta. Rupanya tanaman cassava ini aslinya berasal dari Amerika Selatan dan Afrika Barat. Didunia barat cassava ini lebih dikenal dalam bentuk tepung/ tapioca.

Dahulu ditahun lima puluhan dan awal tahun enam puluhan, di toko kami salah satu dagangan yang paling laris adalah gaplek. Gaplek adalah singkong yang dikupas, dibelah dan dijemur hingga kering. Gaplek ini dikeluarkan dari karungnya dan dionggokkan tinggi dilantai. Banyak dari gaplek ini yang dimakan kutu dan berlubang lubang dan dari lubang itu keluar serbuk halus yang bercampur dengan kotoran kutu.

Waktu itu aku masih kecil dan selalu sakit sesak nafas. Mirip gejala asma tapi kata dokter bukan asma.  Sudah dibawa berobat kemana mana tapi tak ada satu dokterpun yang bisa menyembuhkan. Problem ini hilang dengan sendirinya setelah aku mulai menginjak usia remaja dan dalam waktu yang bersamaan gaplek sudah tak dijual lagi ditoko kami. Baru kemudian kami tahu bahwa rupanya banyak orang terutama anak anak yang alergi terhadap debu/serbuk gaplek ini yang mengandung kotoran kutu.

Tahun tahun itu lebih dari lima puluh tahun yang lalu, hidup di Indonesia begitu sulit dan ekonomi masih belum berkembang seperti sekarang. Banyak masyarakat yang tak mampu makan nasi tiap hari, jadi saja beras diganti dengan gaplek. Gaplek ini diolah menjadi nasi tiwul dengan cara ditumbuk dan tepungnya dicampur dengan air sedikit demi sedikit sambil di gosok gosok dengan tangan hingga menyerupai butir butir halus. Setelah itu dikukus dan setelah matang dimakan sebagai pengganti nasi.

Aku paling suka dengan tiwul manis. Paling enak adalah yang buatan nenek. Tepung gaplek yang masih baru dicampur dengan garam dan vanilla dan kemudian dituangi air sedikit demi sedikit sambil di gosok/diremas hingga membentuk butir butir halus. Kemudian dituang kedalam loyang/cetakan kue. Tusuk tusuk adonan ini dengan jari dan kemudian diisi dengan gula merah yang sudah diparut. Kukus hingga matang dengan menambahkan daun pandan didalam air untuk mengukus. Setelah matang dipotong potong dan dimakan dengan kelapa parut.

Selain untuk tiwul, gaplek juga diolah sebagai keripik/kerupuk. Dalam bahasa Jawa disebut ‘karak gaplek’. Yang paling unik dan juga kesukaanku adalah makanan yang dibuat dari gaplek yang hitam karena jamuran. Gaplek jamuran ini dicuci bersih dan direndam air hingga lunak kemudian diiris kecil kecil dan dicampur dengan gula dan dikukus. Disajikan dengan kelapa parut, rasanya amat khas dengan tekstur lengket dan kenyal. Saya mencoba untuk mengingat kembali apa nama makanan berwarna hitam ini tapi tidak teringat. —-Edit 25/4: Saya tanya kepada kakak nama makanan dari gaplek jamuran ini, katanya disebut: ‘Gathot Gaplek’. Dengar nama gathot saya jadi ingat makanan lain yang juga dari singkong yang namanya gathot. Makanan ini dibuat dari singkong diparut halus yang kemudian dibuang airnya terus dicetak bulat pipih. Setelah dicetak dikukus hingga matang. Lempengan gathot yang bulat ini ukurannya seringnya lebar lebar sekitar 30 cm. Setelah dikukus masak dan dingin gathot ini dipotong potong dan digoreng. Bisa dengan rasa asin dengan cara digarami dan dibumbui bawang putih, atau bisa digoreng manis dengan cara dalamnya diisi parutan gula merah.

Walau dijaman sekarang ini singkong atau ubi kayu masih berlimpah dipasaran, namun gaplek sudah tak dijumpai lagi. Masyarakat sekarang pasti lebih memilih kue kue modern yang memakai telur dan mentega. Padahal kue tiwul manis ini tak kalah enaknya lho! Makanan nostalgia dan saya yakin tak mengandung kolesterol dan mengandung serat yang tinggi.

27 April 2010:

Separoh frozen singkong yang kubeli sudah dikukus waktu itu, makanya yang satu kilo lagi hari ini kumasak jadi gethuk. Singkong di defrost dulu di microwave, terus dikukus. Setelah masak panas panas langsung ditumbuk atau di-mash pakai yang untuk mash potato….. Ya ampun berat betul karena tekstur singkong engga selembut kentang. Sementara kurebus kira kira 1/3 cup air, kelapa parut, gula dan garam secukupnya, vanila dan sumba merah. Setelah mendidih sedikit demi sedikit dituang ke singkong yang sedang di tumbuk sembari terus tumbuk/mash hingga rata. Ya ampun, begitu liat dan beraaattt………. Masih belum halus betul, tapi aku udah tak ada tenaga lagi, jadi saja kucetak. Jadilah ini gethuk ala buatanku yang tidak begitu mulus. Tapi rasanya boleh juga lho!