Saya tidak akan berbicara tentang burung atau binatang lainnya yang membuat sarang. Yang saya maksud sarang disini adalah mereka yang memiliki sifat Obsessive Hoarding atau mengumpulkan barang barang secara berlebihan.

Beberapa hari yang lalu kami lihat mengenai problem Obsessive Compulsive Hoarding Disorder (OCHD) di TV dan ini mengingatkan saya pada sebuah rumah yang tak jauh dari daerah dimana kami tinggal. Entah siapa yang tinggal dirumah itu, yang saya tahu rumah itu sudah hampir tertimbun barang barang rongsokan. Sampai tidak lagi kelihatan pintu masuknya. Entah bagaimana pemilik rumah itu bisa keluar masuk rumah, mungkin dari pintu belakang yang tidak bisa kami lihat karena pagar yang tinggi. Diantara rongsokan itu terlihat beberapa mobil tua, roda roda mobil yang udah licin, sepeda yang sudah tak utuh lagi, bak mandi, almari, rak, meja dan kursi dan perabotan lain dari kayu yanbg sudah tak layak untuk dipakai. Gulungan karpet tua, perabotan dapur yang sudah tidak utuh lagi, kereta bayi, mainan anak anak, koran bekas dan masih banyak lagi.

 

Ada pepatah yang bilang “Someone’s rubbish can be someone else’s treasure”. Memang betul juga kata kata itu dalam arti yang tak berlebihan. Bagaimanakah kita bisa melihat bahwa seseorang telah menjadi korban gangguan mental OCHD ini? Kalau anda hanya mempunyai hobby mengumpulkan barang barang tertentu dan barang yang anda kumpulkan itu tidak menggaggu kehidupan anda sehari hari, ini berarti anda adalah normal. Namun jika seseorang suka mengumpulkan barang barang secara keterlaluan dan menjadi kebiasaan dimana barang barang itu memenuhi rumah anda hingga tak ada tempat lagi untuk duduk atau tidur dengan santai, nah berarti orang tersebut mempunyai problem OCHD ini.

Para ahli bilang problem menyarang ini sering terdapat pada mereka yang memiliki gangguan jiwa seperti misalnya anxiety disorder. Walaupun kebanyakan penyarang ini hidup sendiri dan terisolir, tapi ada juga yang hidup ditengah tengah keluarganya.

Pada mulanya mereka yang suka mengumpulkan barang barang rongsokan ini berpikir, bahwa barang yang rusak itu disimpan dan sayang dibuang karena nanti akan dibetulkan atau mungkin barang tertentu akan berguna dimasa yang akan datang. Misalnya mereka yang suka menyimpan kertas surat kabar atau majalah berpikir bahwa bahan bacaan itu harus disimpan karena belum semuanya dibaca. Kebiasan menyimpan ini akhirnya menjadi jadi dan menjadi obsesi yang tak bisa dihindarkan sehingga koleksi barang rongsokan itu semakin menggunung memenuhi rumah dan halaman dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan orang lain dan diri sendiri dan mencemarkan kebersihan lingkungan.

Kebanyakan para penyarang ini mengalami trauma karena kehidupan yang miskin dan kekurangan dimasa kecilnya dan juga karena kebiasaan keluarga untuk menyimpan barang barang dengan harapan akan berguna dimasa depan. Jadi rupanya sering ada unsur keturunan/genetik.

 

Kalau dipikirkan kenyataan ini adalah suatu ironi karena ini cenderung problem yang semakin sering didapati dinegeri maju. Dinegara maju yang semuanya berlimpah, kenapa ada orang orang yang mengumpulkan rongsokan dan sampah? Mungkinkah karena kejamnya kehidupan modern yang tak ramah sehingga banyak orang yang terisolir hidupnya? Orang orang yang hidup sendiri dan kesepian ditengah tengah masyarakat yang tak peduli satu sama lain? Problem menyarang ini tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikendalikan.

Dibawah ini adalah sebuah contoh dari problem menyarang ini: