Aku tak tahu apakah burung ini ada di Indonesia. Bahasa Inggrisnya adalah “Common Black Bird”  (Turdus merula). Bentuknya biasa saja, berwarna hitam dan seringnya paruhnya berwarna kuning yang berarti jantan sedang yang betina paruhnya berwarna kehitaman.

Seekor induk burung hitam ini bersarang digarasi dirumah kami dan hanya bertelur dua butir. Sayangnya hanya satu telur yang menetas. Anak burung ini berwarna abu abu dan paruhnya tidak berwarna kuning. Ha…. kemungkinan besar dia  cewek! Suaranya mencicit disaat induknya menyuapi makanan.

Banyak orang yang tidak suka pada common black bird ini karena kebiasaannya mencari cacing dengan cara mencoker dan mengorek tanah di kebun. Kalau kebun dilapisi dengan mulch, maka burung ini akan menngoreknya hingga kepingan mulch itu berserakan dan berterbangan dimana mana dan kebun tak kelihatan rapi. Tadinya aku kesal juga dengan burung burung ini, namun setelah kebun kami pinggirnya dibatasi oleh papan kayu yang lebih tinggi dari permukaan tanah, tanah dan mulch tidak berserakan lagi.

Common black bird terkenal dan disukai karena nyanyiannya yang merdu dimusim berkembang biak dimusim semi. Awal musim semi ditandai dengan ramainya kicauan common black bird ini disaat subuh menjelang dan berlalunya siang hari ditandai oleh nyanyian burung burung ini disaat matahari mulai tenggelam.

Burung burung sederhana berwarna hitam ini telah menjadi penghuni kebun disekitar rumah kami. Tanah kebun menjadi gembur dan tidak padat karena kebiasaan burung ini mencoker coker permukaan tanah. Kotoran burung ini juga menjadi pupuk alami untuk tanaman kami. Nyanyiannya yang merdu yang paling kusukai. Karena sifatnya yang territorial, maka jumlah-nya pun selalu terkendali.

Dibawah ini link dari YouTube untuk mendengarkan kicauan merdu dari common black bird ini. Thank you for the YouTube poster for this wonderful clip:)