Saya tiba dinegeri Kangguru ini, tepatnya di Melbourne pada awal bulan September 1983. Seingat saya, waktu itu hawa terasa dingin sekali walaupun September adalah musim semi disini. Memang tidak turun salju  dimusim winter (kecuali didaerah pegunungan), tapi temperatur bisa turun dibawah nol derajat C.

Waktu itu, 26 tahun yang lalu, tidak banyak orang orang  asing (migrants) seperti sekarang. Di-suburb dimana saya tinggal hanya ada dua atau tiga Asian/Chinese shop dan itu juga tak banyak sayur mayur serta buah buahan Asia  dijual. Kebanyakan orang Asia waktu itu adalah berasal dari Cina, Vietnam, Kamboja atau India.

Saya masih ingat kenalan kami yang orang Kamboja mengajak saya untuk kerja memetik buah strawberry. Waktu itu diawal tahun 1984 dan hanya suami saya yang kerja. Jadi pikir pikir dari pada iseng  sendirian dirumah, saya memutuskan untuk pergi bersama mereka ke Officer yang terletak tak jauh dari kota Pakenham. Perjalanan kami tempuh dengan kereta api yang memakan kira kira 20 menit sampai ditujuan.

Mengingat pengalaman ini masih membuat saya tertawa sampai sekarang. Seharian berjongkok memetik buah strawberry dan maklum karena saya tidak punya pengalaman kerja seperti itu….. saya hanya mendapat $20 hari itu. Sedang teman saya yang orang Kamboja itu bersama suaminya berdua bisa mendapat sekitar $ 80. Waktu itu pembayaran adalah secara tunai tanpa dipotong tax dan langsung bayar hari itu juga.  Pikir pikir waktu itu apa kata mama kalau saya cerita tentang pengalaman ini. Di Indonesia saya anaknya boss disini di Australia saya kerja buruh tani memetik strawberry.

Saya hanya tahan kerja 2 hari dan suami saya yang orang bule bilang lebih baik saya cari kerja yang lainnya kalau memangnya saya ingin kerja.

Jadilah saya pergi ke kantor CES (Commonwealth Employment Service) yang sekarang adalah Centrelink namanya. Hari itu juga mereka carikan kerjaan yang kira kira cocok buat saya. Saya tidak punya keahlian tertentu dan pengalaman kerja saya di Indonesia adalah kerja di kantor membantu administrasi dan pembukuan.  Sedihnya pengalaman saya ini tidak bisa banyak menolong disini karena kebanyakan kerjaan kantor menggunakan komputer dan saya waktu itu tidak mengerti komputer sama sekali dan bahasa Inggris saya waktu itu masih dianggap kurang memadai untuk bisa kerja di kantor.

Akhirnya mereka bertanya apakah saya mau kerja di pabrik yang membuat gasket mobil. Kerjaannya adalah memotong gasket dengan mesin. Mereka akan training saya dan kerjaan ini akan merupakan kerjaan penuh dan gajinya cukup bagus. Esok harinya saya datang keperusahaan gasket tersebut  di Noble Park untuk interview. Ternyata diterima dan esoknya langsung mulai kerja.

Ternyata kerjaan ini cukup mudah dan ringan walaupun kerjanya rutin dan membosankan.  Tidak banyak yang kerja disitu hanya kira kira 20 orang (termasuk orang orang kantor). Ada dua orang Asia disitu yaitu saya sendiri dan seorang ibu dari Srilangka. Saya hanya kerja disini kira kira 6 bulan karena saya mulai hamil dan kemudian memutuskan untuk sepenuhnya  menjadi ibu rumah tangga  dan ibu untuk anak kami.

Dibandingkan dengan sekarang,  lebih dari 25 tahun kemudian, kehidupan dulu dan sekarang itu masing masing ada enak dan tidak enaknya.

Segi positifnya dari zaman dahulu diawal tahun 80-an adalah mudahnya mencari kerjaan. Waktu itu umumnya kerjaan di Australia adalah kerjaan penuh/full time dan statusnya kerja tetap. Dibandingkan dengan sekarang, semakin lebih banyak kerjaan yang ada adalah bersifat casual atau bahasa Jawanya kerjaan pocokan. Kalau dibutuhkan ya akan kerja tapi kalau tak dibutuhkan ya melongo saja tak dapat duit. Juga sekarang sulit sekali mencari kerjaan karena banyaknya pendatang baru di negeri ini yang saling bersaing untuk mencari kerja. Khusus untuk tahun ini dimana resesi melanda dunia, kesulitan mencari kerjaan lebih terasa lagi.

Segi negatifnya dizaman dahulu adalah tidak banyaknya makanan Asia/Indonesia didapatkan. Sekarang sayur mayur dan buah buahan Asia melimpah. Kebanyakan sayur dan buah buahan Indonesia bisa dibeli disini. Mulai dari kangkung, bayam, cabai , kecipir, oyong dan kacang panjang. Sedang untuk buah, mulai dari rambutan, kelengkeng, mangga, jambu, durian dsb. Yang tidak ada adalah daun singkong, daun papaya, salak dan duku.

Untung sekali saya tinggal didaerah yang merupakan “The Melting Pot” , dimana penduduknya adalah multi cultural dari berbagai bangsa dan negara dari seluruh dunia. Pusat Perbelanjaan didaerah saya  90 persen adalah merupakan Asian business yang kebanyakan dijalankan oleh orang Cina, Vietnam atau Kamboja.

Salah satu segi positif tinggal didaerah Melting Pot ini adalah perasaan seakan akan saya tinggal di Indonesia/Asia………