Ingat engga kata-kata “di-kadalin” yang maksudnya di- tipu atau kena siasat. Menurutku, yang lebih tepat sebenarnya “di-bunglonin”. Kadal sih warnanya tidak berubah, hanya bunglon yang warnanya berubah-ubah sesuai dengan warna dimana ia berada. Jadi kalau diantara dedaunan warnanya hijau dan kalau di atas kayu jadi coklat. Jadi hanya bunglon yang pintar menipu.

Belum lama waktu di Indonesia, dikebun dirumah keluarga kami ada kadal. Tidak hanya satu atau dua, tapi ada banyak. Herannya dulu waktu aku masih anak-anak, seingatku kadal itu kecil. Tapi yang belum lama kami lihat lebih besar dan lebih gemuk. Warnanya coklat keemasan dan sisiknya kelihatan jelas dan berkilauan kena pantulan sinar matahari. Kadal kadal ini rupanya sedang menghangatkan badan dipanas matahari.

Kadal adalah jenis reptil kecil, berkaki empat dan bersisik. Bahasa Inggrisnya adalah “skink”. Banyak sekali jenisnya dan warnanya tergantung dari daerah habitat-nya.  Diperkirakan terdapat 75 genera yang terdiri dari 600 species, yang merupakan salah satu dari dua suku reptil terbesar.  Kadal ini paling banyak dijumpai dihutan hutan di Afrika dan Indoaustralia.

Semua jenis kadal memiliki  kemampuan untuk mematahkan ekornya (autotomy) sebagai fungsi untuk melindungi diri  jika menghadapi bahaya. Bagian ekor yang terpatah tidak terjadi diantara ruas tulang ekor, tapi dibagian tulang ekor itu sendiri yang mampu terlepas dengan mengejangkan otot. Pendarahan boleh dikata tak terjadi sama sekali dan ekor akan tumbuh kembali. Dengan demikian si kadal tidak merasa sakit jika memutuskan ekornya.

Kadal pada umumnya makan serangga atau jenis antropoda lainnya, namun ada juga yang memakan tumbuh-tumbuhan. Kadal pada umumnya berkembang biak dengan cara bertelur (oviparous) tapi ada jenis yang melahirkan (viviparous).

kadal

Yang kami lihat di kebun rumah keluarga kami didaerah Solo (Jawa Tengah) adalah termasuk jenis “kadal kebun” (Mabuya multifasciata). Warnanya coklat kekuningan dan sisiknya kelihatan berkilauan. Kadal kadal ini rupanya sudah terbiasa melihat manusia, jadi waktu kami ambil photonya mereka tak terlihat takut dan tidak melarikan diri..

Beberapa tahun yang lalu waktu kami pergi “bush walking” kedaerah Hutan Toolangi (Toolangi Forest) di Victoria/ Australia, terdapat juga jenis kadal yang hidup didaerah ini. Banyak sekali kami lihat terutama dibebatuan didekat sungai atau air terjun. Ternyata memang kadal ditempat ini lain warna-nya dengan yang kami lihat di Jawa Tengah. Kadal di hutan Toolangi ini dinamakan Southern Water Skink (Eulamprus tympanum), yang juga terkenal dengan nama Golden Water Skink atau hanya disebut Water Skink. Di Australia, jenis kadal ini dijumpai di New South Wales, Victoria dan South Australia. Jenis ini berkembang biak dengan melahirkan (viviparous).

Southern Water Skink - Eulamprus tympanum, Toolangi forest 2

Southern Water Skinks - Toolangi State Forest

Southern Water Skinks – Toolangi State Forest

Kalau diperhatikan selain berbeda warnanya, kadal yang kami lihat di Jawa tengah bentuknya lebih pendek dan gemuk sedangkan yang kami lihat di hutan Toolangi di Victoria, Australia ekornya jauh lebih panjang.

Heran menurutku kadal itu indah dan tidak menjijikkan karena warnanya berkilauan. Walaupun sama sama berdarah dingin, aku jijik sekali kalau melihat cicak. Mungkin karena cicak tak bersisik dan kulitnya yang lunak dan dingin membuatku merinding melihatnya. Mungkin juga waktu masih kecil aku pernah kejatuhan cicak yang membuatku sedikit trauma sampai sekarang. Ha….