Kawah Putih adalah terletak di Gunung Patuha tak jauh dari Ciwidey yang kira kira berjarak  40 km sebelah selatan kota Bandung. Perjalanan dari Soreang ke Ciwidey hari itu cukup padat. Dibawah ini adalah photo yang kami ambil didaerah Soreang yang menunjukkan padatnya kendaraan setempat.

101_2622

Begitu sampai di Ciwidey, banyak sekali tanaman strawberry. Kalau mau kami bisa beli dengan memetik sendiri. Selain strawberry juga terlihat beberapa restoran khas Sunda seperti misalnya Saung Sawah dan Sindang Reret. Disitu kita bisa menikmati nasi timbel dengan lauknya yang sedap yang bisa berupa ikan dan ayam goreng atau bakar, daging gepuk, karedok, sayur asem, segala macam pepesan dan tak ketingalan sambal komplit dengan lalabannya.

Perjalanan dari Ciwidey ke Kawah Putih cukup menanjak dan dibeberapa tempat sayang sekali jalannya cukup rusak berlubang lubang. Sesampainya di Kawah Putih, mobil diparkir ditempat parkir yang sekelilingnya penuh dengan warung warung makan dan penjual buah buahan. Perjalanan dengan jalan kaki dari tempat parkir ke kawah cukup bagus, pendek dan mudah.

Dari jauh kami bisa melihat air kawah yang berwarna hijau turquoise muda. Kami dengar warna air kawah ini bisa berubah menjadi kecoklatan atau keputihan tertutup kabut. Tanah dan bebatuan sekitar kawah yang berwarna putih membuat mata pilau dan berkaca kaca. Bau belerang-nya tidak terlalu menusuk hidung, namun kadang kadang berbau seperti durian.

Beberapa photo yang kami ambil:

Kawah Putih Wpress

Disini kami melihat orang seperti sedang shooting film, ternyata kami dapat info bahwa daerah Kawah Putih ini terkenal dipakai sebagai tempat untuk membuat pre-wedding photo atau video. Pantas kami lihat beberapa pasang pengantin sedang bergaya dengan pose yang memukau. Pemandangan pengantin wanita yang memakai gaun pengantin panjang dan putih itu terasa agak aneh ditempat yang terpencil ini.

Rupanya dizaman Belanda dulu, ditempat ini terdapat sebuah pabrik belerang yang dikenal dengan nama Swavel Ontgining Kawah Putih. Dizaman Jepang pabrik belerang ini diberi nama Kawah Putih Kenzanka Yokoya Ciwidey yang mendapat pengawasan langsung dari militer Jepang. Sejak tahun 1991 Pemerintah Daerah bersama dengan Perum Perhutanan Unit III Jawa Barat dan Banten mengembangkan Kawah Putih ini sebagai  Ecoturism Wana Wasta Kawah Putih.

Walau dibeberapa tempat jalanan berlubang dan berbatu, pemandangan indah disekitar kawah ini begitu mempesona, membuat perjalanan ini berkesan. Pulangnya kami mampir di Sindang Reret untuk makan siang. Banyak orang kalau ke daerah Bandung hanya pergi ke Tangkuban Perahu, padahal pemandangan di Kawah Putih jauh lebih indah. Sebuah obyek wisata yang tak terlalu jauh dari kota yang patut lebih banyak dikenal lagi.