Ditengah hiruk pikuk-nya lalu lintas dan padatnya penduduk, pohon pohon sukun didaerah perumahan Sumber Sari Indah, Bandung tampak tumbuh subur dan berbuah. Rupanya akhir akhir ini digalakkan penghijauan kota dengan menanam pohon pohon yang bisa menghasilkan makanan seperti misalnya pohon mangga, sukun, petai atau jengkol. Saya jadi heran siapa yang berhak memetik buah sukun itu karena pohon pohon ini tumbuh dipinggir jalan.

Sukun

Tentang tanaman sukun:

Bahasa Inggrisnya  tanaman/buah sukun adalah breadfruit (Artocarpus altilis). Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan kepulauan Pacific barat. Buah sukun ini merupakan sumber makanan pokok di banyak daerah di kepulauan Pacific. Tanaman lain yang berasal dari jenis sama adalah kluwih/kluweh (Artocarpus artilis/ yang berbiji), nangka (Artocarpus heteropyllus) dan cempedak (Artocarpus polyphema).

Saya mencoba mencari info tentang perbedaan antara sukun dan kluwih. Ternyata kedua tanaman ini satu jenis (A. altilis), hanya kalau sukun itu tak berbiji sedangkan kluwih adalah yang jenis berbiji. Buah sukun di Indonesia seringnya dimasak sebagai makanan kecil, seringnya buah yang tua dan mengandung banyak tepung ini digoreng atau dibuat kolak (dengan santan dan gula merah) atau dijadikan keripik sukun. Sedangkan kluwih seringnya dipetik muda dan dijadikan sayur lodeh.

Saya ingat waktu masih kecil, tetangga sebelah punya pohon kluwih dan bunganya yang jantan kalau jatuh dan sudah kering, kalau dibakar akan berasap dan  bisa berfungsi sebagai obat untuk mengusir nyamuk.

Melihat pohon pohon sukun di Bandung ini membangkitkan kembali kenangan masa kecilku. Dulu setiap kami pergi ke Yogya pasti beli sukun yang warnanya kekuning kuningan pertanda udah tua. Dizaman dulu rupanya buah sukun ini didaerah Jawa Tengah hanya bisa didapati dijual di Yogya. Setelah digoreng oleh mama, kami semua menyantapnya dengan minum teh manis. Sukun goreng ini garing luarnya dan empuk serta manis dalamnya. Ueenak sekali…….🙂