Kulihat dia dua kali ditempat parkir. Wanita itu masih muda, rambutnya panjang pirang keemasan. Dia berjalan ditengah jalan. Wajah menunduk menatap aspal jalanan. Mobilku mendekat tapi dia tak mengangkat muka. Tidak melangkah kepinggir. Dari dekat kulihat wajah itu, walau masih tersisa kecantikannya, namun tampak kosong tanpa ekspresi. Gaun yang masih baru itu kusut dan kotor. Kedua tas plastik yang dibawa berisi sampah; daun daun kering  bercampur kardus dan kertas kumuh.

 

Beberapa hari bayangan wanita muda itu selalu mengusik pikiranku. Apakah yang ada diangan pikirannya?

Kubayangkan dia belanja dan malam itu dia akan menyajikan makanan untuk sang suami atau sang kekasih? Apakah itu yang ada diangan-angannya?

 

Wanita muda itu jelas hilang ingatan.  Kulihat dia dua kali disekitar pusat perbelanjaan . Puisi ini fiksi, namun dialah yang member ilham……………..

 

she-image 

Dia

 

Jemari tangan lentik

Kuku bercat merah magenta

Dia sisir rambut panjang itu

Semerbak harum bunga gardenia

 

Setiap hari dia rapikan diri

Sang kekasih suka eloknya raga

Ini semua hanya untuknya

Diri harus tetap dipelihara

 

Meja disiapkan untuk berdua

Anggur dan makanan kesukaan

Lilin wangi bersinar terang

Kekasih akan pulang dipelukan

 

Dupa wangi mengepul pelan-pelan

Ranjang besar dialas kain keemasan

Rangkaian mawar dikedua sisinya

Lampu kristal bersinar temaran

 

Lagu lembut sayup bergema

Ini semua hanya untuknya

Kekasih selalu datang setiap senja

Memadu cinta hingga pagi tiba

 

Namun rumah itu sunyi

Hanya dia sendiri disana

Tanpa ada kekasih

Semua itu angan-angan belaka

 

Tak lagi dia ingat

Tak bisa dia menerima

Kekasihnya telah tewas

Kecelakan itu menyambar nyawa

 

Kuku panjang itu kotor

Rambutnya kusut tak terpelihara

Tak ada meja untuk berdua

Ruang gelap berantakan  merana…………….

 

 

 

 

Melbourne, LB- 29 Januari 2009