Wild and Pretty Weeds

A weed is a flower in the wrong place,
a flower is a weed in the right place,
if you were a weed in the right place
you would be a flower;
but seeing as you’re a weed in the wrong place
you’re only a weed –
its high time someone pulled you out.

( Poem written by: Ian Emberson)

When I went for a walk in Jells Park the other day, I noticed quite a few pretty flowers that grew wild. Though not all wild flowers are regarded as invasive species of plants, but many are. Just like in the poem above, it is said that ‘weed is a flower  in the wrong place’ and ‘flower is a weed in the right place’. The irony is that even if a pretty weed flower grow in their right habitat, it is still just a weed. On the other hand, a rose bush that grows oddly in the wrong place will be still a rose, a highly priced and admired flower and it is not a weed.

Weeds are invasive species of plants. Invasive species is a term not only applied to plants but it also describes animals. It can be species of plants or animals from exotic places far away or from neigbouring places, that are moved to a new place , they thrive and take over. They refuse to behave as well behaved guests, instead they will quickly and drastically cut the numbers of the native habitants.

As I was walking in the park, the presents of those beautifull and brightly coloured flowers of wild plants were so noticeable. Just look at dandelions with their bright golden blooms. They are as pretty and bright as daisies. If dandelions abundantly grow in a meadow, it will paint the green grass with colour of gold. They are pretty and most kids will be happy to play with them. They pick the flowers or blow the white fuzzy seeds. However, the beauty  of this common weed is not enough to make it a respectable plant. A weed is just a weed.

There in Jells Park, I admired the beauty of these unwanted weeds. Even if I look at the spiny and prickly thistles closely, it is undoubtly beautifull. I noticed  two kinds of thistle plants, spear thistle and viper’s bugloss. Both have pretty and unusual blue flowers. Even some grasses have nice flowers. They are towering high and dance gently by the gentle breeze.

Thinking about invasive species and weeds, I can not help thinking that they do not happen in flora and fauna only. Don’t you think that human species can be regarded as those two terms? Human species defintely invade forests. In this case humans invades forest habitats by cutting down trees and as a result the forest animals also lose their habitat. Humans can also invasive to other humans. Just look in the history, there will too many examples of these invasions. Even it is still happening now in a smaller scale. Human weeds? Too often, some people are regarded as bad as weeds while they actually as pretty as a fragrant rose.  On the other hand too many people that are regarded as precious as a rose can behave as badly as weeds. Sadly, it is true that weed will always be a weed and a rose will always be a rose. So fortunate for the rose and bad luck for weeds…………

Musing on Dandelions

Across the street, the lawn is covered with golden dandelion flowers. The small yellow flowers make me think about seeds that soon they produce. How strange that those daisy-like flowers will turn to dome of seeds. Fluffy and silver white.

Suddenly I remember about a poem (song) written by Marlys Swinger:

O’ Dandelion
 
 
O’ dandelion, yellow as gold, what do you do all day?
“I just wait here in the tall green grass, till the children come to play”.
O’ dandelion, yellow as gold, what do you do all night?
 ” I just wait and wait, while the cool dew falls, and my hair grows long and white”.
And what do you do when your hair grows white and the children come to play?
 ”They take me in their dimpled hands and blow my hair away”.
 

Dandelion seeds remind me of my grey hair. The colour is very similar. Yes, if I don’t colour my head, almost all the hair will be silver grey. Actualy, I hated hair colour but it makes me look younger. Many people always say that grey hair will make someone looks older.  The funny thing was that I said to my husband many years ago that I would stop colouring my hair when I turn fifty. Since then, many years have passed but until today I still colour my hair. I have to stop using that poison on top of my head. I have to grow old gracefully. It is just natural if you are growing old, your hair will turn silver. Too much hair colour is not good…. so I think I am now making another promise to myself. Yes… I will certainlyly stop colouring my hair when I turn sixty. I could hear my hubby chuckled: “Oh yeah, it will be the day….!”

Langit Merah

Kemarin pagi pagi aku terbangun dan kulihat warna sinar mentari kemerahan mampu menembus tirai jendela. Benar saja setelah kubuka tirai jendela, warna merah menyala datang dari ufuk timur. Tidak saja mataharinya yang merah tapi langit juga terlihat kemerahan. Aku jadi ingat peribahasanya pelaut yang mengatakan: Red sky at sunset is sailor’s delight and red sky at sunrise in the morning is sailor’s warning. Rupanya para pelaut bisa menerka cuaca dengan melihat matahari. Kalau langit merah darah saat mentari terbenam, cuaca akan bagus. Namun jika disaat surya terbit langit berwarna merah, menandakan badai akan menjelang.

Rupanya kepercayaan ini sudah ada sejak zaman dahulu kala karena didalam Kitab Suci juga disebutkan bahwa: Pada petang hari karena langit merah kamu berkata: hari akan cerah, dan pada pagi hari karena langit merah kamu berkata: hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda jaman tidak…. (Matius 16:2-3)

Benarkah warna langit disaat matahari terbit dan tenggelam bisa memprediksi cuaca. Kemarin waktu matahari terbit dan warnanya merah darah, memang betul malamnya hujan dan petir serta geledek menyambar. Walaupun tidak sehebat beberapa hari yang lalu tanggal 10 Nopember disaat kota Melbourne dan sekitarnya dilanda hujan keras dan butiran es. Apa para ahli bilang? Rupanya cuaca itu bergerak dari arah barat menuju ke timur karena ditiup oleh angin barat. Jadi pada dasarnya hujan dan badai bergerak dari barat kearah timur.

Mengapa kalau langit merah disaat matahari terbenam menandakan cuaca bagus? Rupanya disaat kita melihat langit merah waktu sore, matahari memancarkan sinarnya menembus partikel debu yang tebal. Ini biasanya menandakan adanya tekanan tinggi dan udara tenang sedang bergerak dari barat. Dengan demikian cuaca baik akan menjelang.

Alasan kenapa kalau langit merah dipagi hari menandakan akan datangnya cuaca buruk ? Matahari terbit yang merah memantulkan partikel debu yang baru saja lewat dari barat. Ini menandakan kemungkinan  bahwa hujan atau badai sedang bergerak kearah timur. Jika langit pagi merah sekali, ini menandakan adanya kandungan air yang tinggi di atmosfir. Dengan demikian hujan akan datang.

Jadi rupanya ada benarnya juga bahwa kalau langit merah menyala disaat surya terbit atau terbenam itu bisa dijadikan patokan udara akan bagus atau akan hujan.

Sekarang saya memikirkan kenapa Yesus berkata di ayat Matius 16: 2-3 bahwa:

Pada petang hari karena langit merah kamu berkata: hari akan cerah, dan pada pagi hari karena langit merah kamu berkata: hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda jaman tidak ….

Memang kita manusia lebih cenderung hanya melihat hal hal yang terlihat dengan mata saja. Kita lupa melihat tanda tanda lain yang bagi banyak orang adalah tidak masuk akal. Tanda-tanda akhir zaman dimana Tuhan Yesus akan datang kembali kedunia ini dan mengadili semua manusia. Manusia sudah terbutakan oleh ilmu pengetahuan sehingga tidak mau melihat lagi kebenaran dan kebesaran Allah. Karena kepintarannya sendiri, semakin banyak manusia tidak percaya lagi pada Tuhan.

Tidaklah perlu kita mencari cari tanda akan datangnya akhir zaman. Entah kapan akhir zaman akan datang, kita semua tak akan bisa menentukan karena Yesus Kristus akan datang kembali kedunia ini seperti pencuri dimalam hari. Yang penting Tuhan meminta kita semua untuk selalu siap sedia.

Renungan Pagi – Nella Fantasia

 

Sudah lebih dari dua minggu ini di Melbourne sini cuacanya selalu mendung dan sering hujan atau gerimis. Rasanya lama juga aku tidak melihat matahari bersinar. Hanya kemarin ini tanggal 21 Mei seharian cerah (katanya hari ini mau kiamat?). Setelah itu besoknya sampai sekarang matahari tetap bersembunyi dibalik awan kelabu.

Waktu kubuka korden jendela pagi ini, masih tetap tak terlihat warna jingga diufuk timur. Udarapun terasa semakin dingin karena musim winter hampir menjelang. Sambil sarapan pagi aku mendengarkan lagu-lagu klasik yang dinyanyikan oleh Pavarotti, Placido Domingo, Jose Carreras,  Andrea Bochelli, Russel Watson dan Sarah Brightman.

Disaat aku dengarkan lagunya Russel Watson, Nella Fantasia, pikiranku jadi bertanya-tanya apakah sebenarnya arti lagu favorit-ku ini? Nah cepat-cepat kucari terjemahannya dan ternyata arti lagu ini seindah lagu dan iramanya itu sendiri.

Nella Fantasia dalam bahasa Inggris:

In My Fantasy

In my fantasy I see a fair world,
Where everyone lives in peace and honesty.
I dream of a place to live that is always free,
Like a cloud that floats,
Full of humanity in the depths of the soul.

In my fantasy I see a bright world
Where each night there is less darkness.
I dream of spirits that are always free,
Like the cloud that floats.

In my fantasy exists a warm wind,
That breathes into the city, like a friend.
I dream of souls that are always free,
Like the cloud that floats,
Full of humanity in the depths of the soul

Siapa yang tidak pernah memimpikan kehidupan didunia seperti isi lagu Nella Fantasia ini? Kenyataan hidup adalah sebaliknya, penuh dengan kesulitan, kepedihan, kekacauan, keserakahan dan kecurangan. Yang paling menyedihkan adalah begitu banyak manusia dizaman sekarang ini yang  mengatakan Tuhan itu tak ada. Mereka bilang kalau ada Tuhan mengapa semua hal-hal yang jelek dan memedihkan terjadi didunia ini? Aku jadi ingat kata-kata petuah yang belum ini kubaca yang bisa menjawab semua pertanyaan ini:

I Asked for Strength – And God gave me Difficulties to make me strong.
I asked for Wisdom – And God gave me Problems to solve.
I asked for Prosperity – And God gave me a Brain and Brawn to work.
I asked for Courage – And God gave me Obstacles to overcome.
I asked to Love – And God gave me Troubled People to help.
I asked for Favours – And God gave me Opportunities.
“I received nothing I wanted, but I received everything I needed”
So let us thank the Lord for our life.            
(Unknown writer)
 

Jelas dikatakan bahwa disaat kita meminta kekuatan, Tuhan memberikan rintangan dan kesulitan supaya kita jadi kuat. Ketika kita meminta kepintaran, Tuhan-pun memberikan problema-problema yang harus kita pecahkan. Kalau kita memohon kemakmuran, Tuhan memberikan pikiran dan tenaga untuk bekerja. Jika kita meminta keberanian, Tuhan memberikan tantangan hidup. Disaat kita meminta kasih sayang, Tuhan memberikan orang orang yang membutuhkan bantuan kita. Jika kita minta supaya Dia membantu, kesempatan dan harapanlah yang kita dapatkan dariNya.

Ini link dari YouTube untuk mendengarkan lagu Nella Fantasia yang dinyanyikan oleh Russel Watson.

Note: Thank you so much for Pilar421 for sharing such a beautiful video clip. Excellent images.

Dongeng si Capung

Dahulu kala, didalam air yang keruh dan berlumpur hiduplah seekor tempayak (anak capung) yang tinggal bersama banyak saudara-saudara dan teman- temannya. Mereka hidup diair yang gelap dibawah naungan daun-daun teratai yang lebar. Kehidupan didalam air ini amat tenteram dan tak banyak ganggungan dan kesulitan.

Namun pada waktu waktu tertentu, tempayak-tempayak kecil itu akan merasa sedih jika ada anggota keluarga atau teman-teman mereka mulai naik memanjat dahan teratai. Mereka tahu tak lama lagi tempayak yang naik kepermukaan air itu akan hilang begitu saja dan tak akan pernah kembali lagi.

Pada suatu hari sitempayak kecil itu dengan tiba-tiba merasa tertarik pada temaran cahaya yang datang dari atas daun daun teratai. Ingin sekali ia memanjat dahan teratai dan menuju cahaya itu. Keinginan ini tak terbendung lagi. Iapun melihat wajah adik-adiknya dan berkata bahwa ia akan naik keatas dan nanti akan kembali lagi untuk menceritakan pengalamannya. Ia berjanji untuk kembali lagi bersama saudara-saudaranya dan tak akan pergi selama-lamanya.

Perlahan-lahan, tempayak kecil itu berpegang kuat pada dahan teratai dan mulai memanjat naik kearah permukaan air. Tiba-tiba ia merasakan perubahan, sepasang sayap mulai tumbuh dipunggungnya. Keinginan untuk naikpun tak bisa terbendung lagi. Mulailah ia menaikkan kepalanya keatas permukaan air. Semuanya yang ia lihat disekitarnya terang benderang.

Dengan berpegang teguh pada janjinya untuk kembali dan menceritakan pengalamannya, tempayak kecil itu menggerakkan kedua sayapnya dan meloncat keluar dari air dan hinggap diatas batu hitam. Setelah itu iapun mengepakkan sayapnya dan terbanglah keudara. Disekitarnya begitu terang dan indah berwarna warni. Bunga bunga yang harum mekar berseri.

Setelah puas melihat lihat sekelilingnya, tempayak yang sudah berubah menjadi seekor capung besar berwarna kuning hijau itu, kembali mendekati air dan hinggap diatas daun teratai. Ia mencoba untuk terjun kedalam air, tapi sayapnya yang kuat dan besar membuatnya tetap terapung apung dan tak mungkin bisa terjun kedasar kolam. Iapun mulai memanggil-manggil saudara saudaranya, tapi tak ada jawaban. Air begitu pekatnya hingga suaranya tak terdengar oleh tempayak tempayak yang masih merangkak rangkak didasar kolam.

Capung muda itu merasa sedih karena tak bisa memenuhi janjinya. Ingin sekali ia memberikan kabar bahwa mereka yang naik keatas dan hilang tak terlihat lagi sebetulnya tidaklah mati.. Sebaliknya diluar air kolam itu telah menunggu kehidupan lainnya yang lebih indah dan lebih sempurna.

 (Diceritakan kembali berdasarkan tulisan Walter Dudley Cavert)

Apakah yang terjadi setelah kematian? Bagaikan apa yang dialami capung, apakah kematian itu adalah suatu transformasi untuk memasuki dimensi kehidupan selanjutnya?Kita yang percaya pada Tuhan seharusnya selalu percaya dan siap sedia menanti kedatangan hidup yang baru yang akan tiba setelah kematian menjelang.

Religion Makes People Happier

Here, I am not going to argue about Religions, Christianity or the existence of God. Rather, I want to write about what my religion do to me personally in this complex and complicated life. There is no doubt that Faith in a Religion helps some one to have inner peace.

I find that religion gives me guidance in this life to show me things that are right or wrongs. It teaches me the most basic principals or morals of life. It also gives me a purpose of life as we believe in life after death. Prayers make me strong and at the same time they give me support and hope so that I never really feel all alone. Regardless these are real or only act in the same manner as placebo tranquilizers; I personally feel and believe that religion plays important part in my life to make me a more contented and happier person.

In Religion and Happiness written by Michael E. Nielsen, PhD (http://www.psychwww.com/psyrelig/happy.htm), it is said that:

 People who are involved in religion report greater levels of happiness than those who are not religious. For example, one study involved over 160,000 people in Europe. Among weekly churchgoers, 85 % reported being “very satisfied” with life………”

Still based on the same writing, how psychologist explain these fact?  They tend to focus on three facts:

  1. Social Support. Religious involvement is a way of gaining social support. People in general are happier when they are around others who are supportive. Religious groups tend to offer this. This explanation is supported by the fact that the overall pattern of religious people being happier is more pronounced among people who are single, elderly, or in poor health. Related to this is the idea that religion helps people feel closer to God, who might also be viewed as personally supportive.
  2. Firm Beliefs. Happiness and life satisfaction increase when we have a sense of where we are going and what is important in life. Of course, many people find this in religion. This might also be related to the rise of ‘strict’ or conservative churches, which offer more certitude than do more liberal churches.
  3. Religion Itself. Religious experiences can be very positive. They offer a person a feeling of being in contact with God (also known as “transcendence”) and contact with others. These are usually positive things and, of course, if someone is more involved in positive things, they will tend to feel happier than someone who is less-involved in those things.

In an article “Are Religious People Happier? Scientists Search to Explain Why People Believe in Gods” (http://www.dailygalaxy.com/my_weblog/2008/03/are-religious-p.html), There was a recent finding that:

Researchers accidentally discovered that people with religious beliefs tend to be more content in life while studying an unrelated topic. While not the original objective, the recent European study found that religious people are better able to cope with shocks such as losing a loved one or getting laid off of a job.

Professor Andrew Clark, from the Paris School of Economics, and co-author Dr Orsolya Lelkes, from the European Centre for Social Welfare Policy and Research, analyzed the a variety of factors among Catholic and Protestant Christians and found that life satisfaction seems to be higher among the religious population. The authors concluded that religion in general, might act as a “buffer” that protects people from life’s disappointments.”

Yes, I am pretty sure that religion played a very important role for me to cope with this life and to have inner peace. I’ll be totally lost without it.

One day someone said to me: 

 To believe in a religion and God is very beneficial. You have nothing to loose….. Even if later after life I find that God doesn’t exit, it will not really matter that much. On the other hand, when HE exists, then I will be rejoiced and blessed.

Sudah Dikasih Hati Masih Merogoh Ampela

Aku masih ingat dulu waktu zaman masih kecil, Papa sering bilang pepatah Jawa: “Uwis dike’i ati isih ngrogoh rempela”. Artinya adalah seseorang yang udah diberi kebaikan tapi masih tidak bisa puas dan masih minta diberi lebih banyak lagi. Jadi peribahasa ini menggambarkan orang yang rakus dan memikirkan kepentingan diri sendiri.

Hidup ini idealnya adalah ‘give and take’. Kalau kita menerima kebaikan dari seseorang ya kita harus membalasnya dengan kebaikan juga. Walaupun banyak orang yang lebih suka memberi tanpa mengharapkan balasan, tapi bukan berarti ini disalah gunakan dan menganggap kebaikan ini sebagai sumber rejeki yang bisa dimanfaatkan demi kepentingan diri sendiri.

Kalau orang Barat itu kebanyakanya bersifat aku aku, kamu kamu dan apa apa diperhitungkan atau istilah bahasa Belandanya ‘zakelijk’. Runyamnya kita kita orang timur, terutama orang Indonesia dari tanah Jawa itu sering berperasaan tidak enak terhadap orang lain. Banyak hal hal yang kita ucapkan itu hanya sekedar basa basi dan kalau dimaksudkan dalam arti yang sebenarnya ya ada batas batas tertentu yang kita kita tahu jangan dilanggar.

Contohnya adalah orang baru diseberang. Belum lama ini dia butuh jeruk lemon dan kebetulan pohon kita yang mungil didepan rumah sedang berbuah dan banyak yang udah kuning siap untuk dipetik. Dia ngetok pintu dan bertanya apakah boleh minta dua biji lemon. Nah aku yang masih berpikiran seperti kebanyakan orang dari Jawa, menyahut boleh saja. Terus aku ambil kantong plastik dan kupetik kira kira 12 biji lemon dan keberikan pada sang tetangga. Sebagai “basa basi” aku bilang kalau butuh lagi silahkan petik sendiri. Buat kebanyakan kita kita dari Indonesia ya tahu apa artinya ini. Tapi ternyata tetangga seberang itu betul betul mengartikan kata kataku itu dalam arti yang sebanarnya.

Tak lama setelah itu, waktu aku pulang dari bepergian, kulihat semua buah lemon yang sudah masak dan kuning kuning itu musnah dari pohonnya. Dalam hati aku berpikir pasti ada orang yang nyolong………. Eh, tergopoh gopoh orang seberang menghampiriku dan bilang terima kasih lemonnya, dia petik yang kuning kuning karena saudaranya ada yang datang dan mereka butuh lemon….. Wah, wah dalam hati aku berpikir ‘udah diberi hati masih nyolong ampela….’ Maksudku dia boleh memetik sendiri itu adalah untuk kebutuhan sendiri. Kalau dia mau memenuhi kebutuhan sanak saudaranya atau semua teman temannya ya bisa beli ditoko. Juga kalau memetik sendiri tanpa ijin ya kira kira jangan dipetik semua. Siapakah yang salah dalam hal ini? Bukankah hidup ini ada nalar-nya?

Suamiku yang orang bule menyalahkan aku. Dia bilang seharusnya aku jangan berpesan kalau dia butuh lemon lagi silahkan ambil sendiri. Seharusnya aku bilang kalau dia butuh lagi silahkan ketok pintu dan minta jadi kita bisa petikin…. Tapi naluriku masih percaya bahwa rata rata manusia itu punya ‘common sense’…. hanya dimanapun didunia ini ada saja sebagian kecil manusia yang sedihnya tak memiliki nalarnya kebanyakan orang.

It is a thousand times better to have common sense without education than to have education without common sense.
 Robert Green Ingersoll quotes

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.