Laba Laba – Renungan

Dihalaman belakang rumahku, ada laba laba yang menenun jaringnya yang besar mirip itu yang dipakai oleh nelayan untuk menjaring ikan. Setiap pagi kalau aku menyirami tanaman, jaring laba laba yang lengket itu selalu menghalang. Sering kali aku jalan melaluinya dengan akibat jaring yang mirip seperti benang sutera itu nempel dikepala dan rambutku.

Setiap hari dengan sebuah sapu kubersihkan jaring itu, namun esok harinya jaring baru sudah tercipta lagi untuk menangkap mangsa. Aku jadi heran, kenapa laba laba itu tidak pindah tempat? Apakah didunia laba laba itu juga seperti dunianya manusia? Manusia hidup ditempat masing masing dan tidak bisa seenaknya pindah begitu saja. Kalaupun pindah tempat tinggal, didunia manusia itu ada peraturan tertentu. Mungkin ada yang harus menjual rumahnya dulu dan kemudian beli rumah lainnya. Atau yang kontrak juga harus mencari tempat kontrakan atau kost yang baru dan harus bayar. Perpindahan habitat untuk manusia itu pasti ada alasannya tertentu. Kukira ada juga jenis laba laba yang sifatnya territorial, jadi mereka tak bisa seenaknya mencuri tempat lainnya.  Sebetulnya kalau dia membuat jaringnya ditempat yang tak menghalang jalanku, aku tidak peduli dan akan kubiarkan. Tapi dengan setianya si laba laba itu tidak pindah ketempat lain. Setiap kali jaringnya rusak dan dibersihkan, dia akan membuatnya lagi yang baru….. ditempat itu lagi.

Aku jadi merenung dan ingat akan begitu banyaknya orang orang dari negara lain seperti India, Pakistan, Afganistan dan Timur Tengah berbondong bondong meninggalkan tanah air mereka untuk mencari hidup ditempat lain yang salah satunya adalah Australia. Aku jadi berikir, kalau dinegeriku mengalami kekacauan, akankah aku memilih meninggalkannya begitu saja?

Pertanyaan untuk anda semua: “Kalau misalnya ditanah air kita masing masing porak poranda dan kacau, baik itu karena situasi politik/ perang, ekonomi atau hal  hal lainnya….. akankah dengan mudahnya meninggalkannya begitu saja? Ataukah anda akan tetap tinggal dan memperjuangkan masa depan negara dan bangsa serta membangunnya lagi?  Akankah anda seperti laba laba dibelakang rumah kami itu yang tetap gigih mempertahankan tempat tinggalnya walaupun setiap kali ada yang merusaknya????

Foto foto ini adalah laba laba yang ada dikebun dibelakang rumahku. Apa jenisnya aku tidak tahu…. yang pasti adalah jenis yang membuat jaring.

Laba-laba dikebun

 25 Pebruari,2012:

Tadi pagi kami pindahkan laba laba-nya kehalaman depan, tepatnya dipohon buah pir. Moga moga akan suka dengan tempatnya yang baru yang tak akan mengganggu lalu lalang:)

Dua Jalan

Didalam dunia ada dua jalan

Lebar dan sempit, mana kau pilih

Yang lebar api, jiwamu mati

Tapi yang sempit, hidup berduri

Tiba tiba jadi ingat lagu diatas yang dulu sering kunyanyikan waktu masih TK. Ada versi lain dimana jalan yang sempit Tuhan berkati. Tapi dulu ‘hidup berdurilah’ yang seingatku diajarkan kepada kami. Ini tepat sekali untuk menggambarkan bahwa hidup ini tidaklah mudah, apa lagi kalau harus hidup dengan menuruti perintah Tuhan.

Hidup dengan memilih jalan yang besar seperti gambar diatas itu memang menggiurkan. Kan mudah sekali, karena jalannya beraspal dan lebar. Sedangkan kalau memilih jalan setapak disampingnya itu sulit karena kecil, tak rata dan mendaki. Tapi kalau mengamati gambar diatas, jalan yang lebar itu menurun menuju jurang dalam, sedang jalan yang kecil mendaki keatas gunung. Memang mengikuti jalan lebar itu mudah dan lebih banyak orang melewatinya, tapi berakhir dijurang yang gelap dan mengerikan. Sedang jalan kecil itu lebih sepi dan mendaki menuju langit dimana semuanya terang dan indah. Pernahkah anda melihat pemandangan dari atas gunung? Indah sekali kan? Inilah perbandingan antara neraka dan surga.

MATIUS 7: 13-14

7:13 “Masuklah melalui pintu yang sempit, sebab pintu dan jalan yang menuju ke neraka besar dan lebar, dan banyak orang yang melaluinya.

7:14 Tetapi sempit dan sukarlah pintu dan jalan yang membawa orang kepada hidup. Dan hanya sedikit orang yang menemukannya.

Hidup dijalan yang lebar itu penuh dengan hal hal yang menggiurkan yang selalu menggoda hati. Mereka yang melalui jalan ini menikmatinya. Hidup mereka tampaknya mudah dan berlimpah. Mereka mengejar-ngejar kekayaan dengan cara apapun. Tak segan dengan jalan menipu, mencuri, menyakiti orang lain atau bahkan membunuh. Misalnya mereka yang mengedarkan narkoba, berapa banyak orang yang menderita dan mati karenanya?  Mereka mengumbar hawa nafsu tanpa ada puasnya. Mereka terjerat hidup yang sesat. Godaan hidup itu banyak sekali macam ragamnya, semuanya terselubungi keindahan dan keenakan. Keindahan duniawi dan kepuasan jasmani yang membawa mereka kejurang gelap.

Namun mereka yang memilih jalan kecil, hidup tidaklah mudah karena harus selalu mawas diri. Mereka tidak bisa bertindak sekehendak hati sendiri. Mereka harus berjalan dengan hati hati sekali dengan mengikuti perintah Tuhan. Semua godaan hidup mereka hindari. Cara hidup ini seakan akan sepi dan sendiri. Tak banyak orang yang mau memilih jalan ini. Memang betul hidup dengan taat pada perintah Tuhan itu bisa diibaratkan dengan jalan setapak yang mendaki gunung. Tidak mudah dan harus hati hati sekali. Kalau lengah bisa jatuh kejurang. Namun apa imbalannya bagi mereka yang selamat sampai tujuan? Disana diatas gunung itu pemandangan begitu indahnya……..

Kamis, 17 Nopember 2011

Ngalor Ngidulnya Oseng Sawi Putih dan Tahu

Semalam masih ada sisa roast chicken (ayam panggang) yang kemarin dibeli murah meriah di Coles supermarket. Untuk makan siang ini masa cuman makan dengan sisa roast chicken doang? Lihat di kulkas punya apa saja yang bisa dimasak untuk nemanin itu ayam. Kebetulan sekali aku masih punya sawi putih dan tahu.

Jadilah aku bikin oseng sawi putih dan tahu. Tahunya waktu beli udah digoreng setengah matang. Kalau masak sawi putih aku masih suka yang masih kriuk kriuk kalau dimakan, alias masaknya tidak sampai empuk lonyot. Ini resep Oseng Sawi Putih dan Tahu rekayasa-nya aku. Masakan ini tanpa ukuran, jadi semua-nya dikira kira menurut selera masing masing.

Oseng Sawi Putih dan Tahu:

  • Sawi putih yang masih betul betul segar tak layu, cuci dulu terus dipotong potong. Aku tak memisahkan gagang dan daun karena masaknya nanti akan cepat, express kilat.
  • Tahu putih goreng setengah matang, potong potong juga
  • Bawang merah iris tipis tipis. Aku pakai bawang bombai karena disini di Aussie bawang merah seperti di Indonesia muahhallll banget.
  • Bawang putih iris tipis tipis.
  • Sambel terasi botolan secukupnya.
  • Sedikit kecap asin
  • Garam
  • Merica
  • Vetsin atau gula secukupnya.

Cara masak: Api harus cukup besar. Panaskan sedikit minyak diwajan. Goreng irisan bawang merah dan putih sampai harum. Masukkan sambel trasi botolan secukupnya. Aduk aduk. Masukkan sawi dan tahu serta bumbu lainnya. Aduk terus sampai rata dan sawi mulai layu. Jangan tambahkan air, karena sawi akan keluar airnya. Cicipan kalau udah pas ya siap dihidangkan. Oseng ini sawinya harus masih renyah. Rasa asin, gurih, manis dan pedas harus seimbang. Sedap….dimakan dengan nasi hangat. Tadi aku sampai tak pengin makan sisa ayam panggangnya.

Setelah makan siang kenyang dan juga udah capai membersihkan kebun dibelakang sebelumnya, sekarang aku bisa nulis yang isinya tak menentu alias ngalor ngidul ngetan bali kulon. Apa ya enaknya yang akan kuceritakan disini. Oh ya, semalam sekitar jam 7 lebih sedikit listrik tahu tahu mati. Ini boleh dibilang tak pernah terjadi disini di Melbourne. Selama aku tinggal disini hampir 30 tahun, padam listrik tak sampai lebih dari lima jari tangan. Anakku bilang dia dengar letusan (bukan bom bunuh diri lho!). Pasti sesuatu terjadi dengan kabel listrik dipinggir jalan. Dia bilang mungkin pohon rubuh karena kemarin dari pagi sampai malam hujan dan angin terus.

Setelah menunggu kira kira 30 menit listrik belum nyala kembali anakku memutuskan untuk melihat lihat daerah sekitar rumah kami. karena hujan angin jadi dia terpaksa pakai mobil. Ternyata memang ada pohon yang dahannya patah dan jatuh tepat diatas kabel listrik. Waktu dia tiba ditempat kejadian, mobil pemadam kebakaran udah disitu. Dahan itu sebetulnya udah mulai terbakar tapi karena hujan jadi untung tidak bisa terbakar hebat. Hanya kelihatan seperti percikan api saja. Petugas pemadam kebakaran menutup jalan sekitarnya sambil menunggu sampai tehnisi listrik dan mesin crane datang. Karena dahan cukup besar jadi harus diangkat dengan mesin dari atas. Lama juga listrik padam baru kira kira jam 1 malam menyala kembali.

Oh ya, aku masih ikut sedih mendengar kejadian bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh hari minggu yang lalu. Kami disini mendoakan supaya para korban yang masih dirawat dirumah sakit bisa cepat sembuh. Juga buat semua ummat beragama terutama yang beragama Kristen dan khususnya semua jemaat GBIS supaya tetap tabah dan selalu berdoa untuk keamanan bangsa dan negara.

Dulu aku sering lewat jalan Kepunton kalau pergi kesekolah di Pasar Legi. Gereja Bethel itu sudah ada saat itu waktu aku masih SD ditahun lima puluhan. Malah aku dan seorang teman sekolah sering beli nasi dengan sambal goreng tholo yang penjualnya mangkal didekat gereja itu.

Setelah mendengar kejadian bom hari minggu yang lalu, semua kenangan dizaman dulu jadi muncul diingatan. Masihkah ada yang ingat kalau dulu diseberang gereja di jalan Kepunton itu ada rumah model pendapa yang halamanannya luas dikelilingi pagar. Disepanjang tempat itu dipinggiran pagar banyak ditanam bunga melati yang kembangnya dobel atau dalam bahasa Jawa-nya adalah bunga Menur. Dulu aku dan temanku sering metikan bunga itu. Aduh harum sekali. Aku tak tahu apakah rumah pendapa ini masih ada atau tidak sekarang, karena aku tak pernah lewat jalan itu lagi kalau ke Solo. Entah seperti apa sekarang?

Walau sekarang aku jauh di negeri kangguru sini, tapi semua sanak keluarga dan teman teman masih semua ada di Indonesia. Jadinya kalau ada keributan disana kami juga ikut sedih dan prihatin………

Air

Banjir bandang yang melanda banyak daerah di Queensland termasuk kota Brisbane, juga banjir sekarang ini di daerah New South Wales dan Victoria, membuatku merenungkan begitu dahsyatnya kekuatan air itu. Selain merupakan sumber kehidupan, air juga bisa membawa mala petaka.

 

 

 

 

 

 

 

Air

 

Air itu ada dimana mana

Disungai, danau dan lautan

Diarakan awan pembawa hujan

Dibawah tanah dan diudara

Tanpamu dunia ini kering kerontang

Hampa tanpa kehidupan

 

Engkau juga yang melukiskan keindahan

Sungai sungai panjang dan danau yang lebar

Gemercik suaramu membawa ketenangan

Indahnya warnamu disamudra dan lautan

Kesegaranmu pelepas dahaga

Basuhanmu membersihkan raga

 

Begitu seringnya kita lupa

Kau juga bisa membawa bencana

Sering pula kita meremehkan

Kekuatanmu membuat kita tak berdaya

Banjir bandang, hujan badai dan ombak besar

Menerjang, menghempas dan menghanyutkan

 

Our thoughts and pray for all the victims of floods in Queensland, NSW and Victoria January, 2011.

Perlukah Ditambah Keju??

Hari ini aku membuat Kaastengels. Sebelumnya aku lihat resep resepnya di internet. Heran semua resep dan gambar kaastengels diberi taburan keju diatasnya. Dulu dimasa mudaku engga ada modelnya begitu!  Cukup diolesan kuning telur supanya terlihat mengkilat kekuningan…..Sebetulnya kue kaastengels ini sudah mengandung cukup banyak lemak karena memakai mentega, kuning telur dan keju. Heran sekali masih ditambah keju lagi sebagai taburan diatasnya? Perlukah ini?

Selain resep dan gambar gambar kaastengels, aku lihat kue kue lainnya. Aku jadi bingung, kok banyak sekali resep resep kue yang ditaburin keju? Rupanya orang Indonesia itu sekarang begitu getol sama keju. Masa lapis legit ditaburin keju? Cake manis yang sudah mengandung banyak sekali kolesterol karena memakai banyak telur, mentega dan gula, masih juga ditaburin keju?  Perlukah ini?

Yang runyam tidak saja keju dipakai untuk makanan ala barat, tapi sudah banyak diselundupkan dimakanan tradisionil, makanan asli Indonesia. Misalnya saja getuk, masa getuk pakai keju? Apakah rasanya malah engga jadi salah kaprah? Kalau aku bikin getuk ya seperti nenek moyang kita bikin getuk, yaitu memakai gula dan kelapa. Mentegapun tak akan kupakai untuk getuk, apa lagi keju! Ya betul, aku lebih suka ‘getuk ndeso’ yang asli dan bagiku malah lebih enak dan lebih sehat.

 Mungkin bagi anda doyan sekali keju karena rasanya gurih! Betul juga keju itu asin dan gurih, namun keju terbuat dari susu dan mengandung ‘bad cholesteral’. Jadi menurut pendapatku, tak perlu semua kue kue ditaburin keju. Apalagi kalau taburan keju di kue kue itu hanya sebagai hiasan supaya lebih menarik, aku lebih memilih kue kue itu polos saja tanpa keju diatasnya.

Dizaman modern saat ini dimana makanan melimpah, kita harus berhati hati agar tidak keterlaluan dalam mengkonsumsi lemak yang mengandung saturated fat ( berasal dari lemak hewan). Makanan seperti cake dan kue kue yang banyak mengandung mentega, telur dan gula jangan dikonsumsi terlalu sering. Apa lagi kue yang sudah rich sekali ini dan masih ditambah keju? Perlukah keju ini? Cobalah anda pikir. Tanpa penambahan keju saja sudah enak dan mengerikan kandungan lemaknya, apa lagi kalau ditambah keju lagi? Untuk makanan tradisionil sebaiknya dipertahankan kemurniannya dan jangan diubah ubah dengan membubuhkan bahan asing lain yang tak diperlukan  yang mengandung banyak lemak seperti mentega dan keju.

Hari ini aku membuat kaastengels dan aku tak menaburkan keju diatasnya, karena menurutku ini sama sekali tak perlu!

Kecanduan Internet

Ingat zaman dahulu waktu masih sekolah ditahun 60-an. Waktu itu buku komik dan cerita silat dilarang dibawa kesekolah. Alasannya adalah karena buku cerita tersebut membuat anak anak kecanduan, maunya baca buku cerita itu terus dan lupa belajar atau bikin pekerjaan rumah.

Dizaman modern sekarang ini banyak alat alat elektronik yang sifatnya juga membuat orang kecanduan. Televisi, video/komputer games , dan internet terutama pergaulan melaui sarana internet jelas jelas membawa pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Kalau televisi dan video games hanya sekedar membuat orang tergantung pada kegiatan tsb, lain lagi halnya dengan pergaulan melalui internet.

Sebuah statistik menyebutkan bahwa wanita lebih banyak melakukan kegiatan internet dibandingkan dengan kaum pria. Separoh dari orang orang yang bergaul melalui internet bohong mengenai umur, pekerjaan, status pernikahan dan photo pribadi. Dua puluh persen dari pengguna internet mengaku mengalami akibat negatif yang berpengaruh pada kehidupan mereka sehari-hari. Pergaulan melalui internet sudah dianggap sebagai salah satu faktor yang bisa mengakibatkan perpecahan rumah tangga. Sebelas persen dari pengguna internet menjadi kecanduan.

Jika kita merasa internet sudah berpengaruh buruk pada kegiatan sehari-hari, jawablah pertanyaan ini:

  1. Apakah anda merasa lebih senang dan puas disaat menggunakan internet untuk chatting, blogging , atau kegiatan internet lainnya?
  2. Apakah anda merasa semakin lebih menggunakan waktu untuk kegiatan ini ?
  3. Apakah anda duduk didepan komputer disaat sebenarnya harus mengerjakan kegiatan dan tugas lainnya?
  4. Apakah anda sudah mencoba mengurangi waktu on line tapi tak berhasil?

Hal lainnya yang memberikan peringatan bahwa mungkin anda sudah mulai kecanduan, adalah lupa makan dan lupa waktu disaat sedang on line.

Seperti halnya dengan kecanduan buku seri silat, pergaulan melalui internet yang dilakukan secara berlebihan  mengakibatkan terputusnya alam kenyataan dari daya pikir kita. Bahkan nonton televisi-pun bisa menjadikan orang tak sadar dengan kenyataan seolah-olah ter-hipnosi.

Dari renungan ini, kita harus bertanya pada diri sendiri. Sementara teknologi komputer berguna sekali untuk hal hal positif, tapi dari segi negatif-nya juga tak kurang bahayanya. Inginkah anda membiarkan anak anak sendirian dikamar mengahadapi komputer dan dengan bebas melihat-lihat apa yang ada di internet tanpa pengawasan sama sekali? Dari pada terlalu banyak waktu tersita oleh kegiatan di internet, bukankah kegiatan yang nyata lebih penting? Misalnya bergaul dengan teman teman, bermain olah raga atau ber-rekreasi dengan keluarga? Sama sekali tak sehat bagi anak anak untuk hanya tinggal didalam rumah terus nonton televisi, bermain video game atau melakukan kegiatan internet. Anak anak perlu untuk aktif , berlari-lari, bermain dan bergaul dengan anak anak lain. Hanya anda sendiri yang bisa memilih yang mana yang lebih sehat buat kesehatan rohani maupun jasmani.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.