Bulan Kalangan

Bulan Kalangan

Dingin udara mencekam

Malam ini langit kelam

Temaran sinar pudar

Terkurung dibulan kalangan

 

Rembulan kau tampak sayu dan sendu

Bersembunyi diri didalam lingkaran itu

Warta apakah yang ingin kau siarkan?

Makna apakah yang kau coba gambarkan?

 

Sekelilingku semua hitam

Suara jengkerik terasa menghujam

Kerangka dahan tampak keperakan

Bergoyang goyang  tertiup angin malam

2 Juli, 2009

Papa

Papa

Lembut tutur sapamu, tenang penampilanmu

Seandainya hidup ini pertunjukan pentas

Dibelakang layarlah peranmu

Tidak banyak tampak tapi penting itu jelas

 

Setiap pagi kuberi makan burung tekukur dihalaman

Untuk mengenang dirimulah ini kulakukan

Kalau sampai bicara tentang binatang dan tanaman

Kurasa kau dan aku punya banyak persamaan

 

Kau dan akupun suka dengan lagu2

Musik keroncong dan gamelan Jawa

Merenung diri adalah kebiasaanmu

Aku jugalah yang melakukan hal yang sama

 

Papa, cintamu  kepada kita semua dulu

Kau wujudkan dalam dongeng dimalam hari

Rasa humorpun tercurah dicerita lucu

Yang membuat kita tertawa geli

 

Jika mungkin akan kujaring masa kecil kami supaya abadi

Karena waktu itu hidup ini terasa begitu indahnya

Saat itulah kenangan dirimu yang paling berarti

Kalau saja bisa kebahagiaan ini akan kupegang seeratnya

 

Papa, kini kau telah tiada lagi

Namun jika kudengar nyanyian tekukur bersahutan

Dan disaat alunan keroncong atau gamelan kunikmati

Keberadaanmu masih bisa dekat kurasakan

Sahara

Sahara Desert

Bentangan butir butir pasir menggunung

Dibagian bumi ini gersang dan dahaga

Silau terik mentari membakar membara

Dinginnya kelam malam mencekam raga

 

Disini bumi ini berganti pandang

Gelintiran pasir pasir itu tidak diam

Angin sahara melukiskan banyak gambar

Ombak pasir menggulung lembut dibukit curam

 

Dari jauh datang seorang kelana

Pasir pasir gugur kena injakan onta

Oasis hijau itu tujuan mereka

Untuk beristirahat dbawah pohon kurma

 

Jumat, 5 Juni 2009

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.