Kangen Jells Park
20 Dec 2011 Leave a Comment
in Travel Tags: Australia, City of Monash, Jells Park, Melbourne
Sudah lama sekali aku tidak jalan jalan di Jells Park. Taman yang seluas 127 hektar ini sebetulnya tidak terlalu jauh dari rumahku didaerah city of Monash. Untuk kesana hanya memakan kira kira 10 menit dengan naik mobil. Sejak Foxy anjing kami tidak ada lagi lebih dari tiga tahun yang lalu, aku tidak jalan jalan lagi kesitu.
Karena kangen, jadi saja hari Sabtu yang lalu kusempatkan untuk pergi ke Jells Park yang cukup terkenal di Melbourne itu. Seperti biasa aku lebih suka masuk via Ferntree Gully Rd. Jarang aku masuk dari Jells Rd. Dipinggir jalan masuk kulihat ada tulisan Farmers’ Market. Wah senang sekali karena aku suka lihat lihat pasar. Baru sekarang aku tahu kalau di Jells Park ada Farmers’ Market. Dulu waktu aku sering kesitu belum ada pasarnya. Ternyata pasar ini bukanya setiap hari Sabtu ketiga, satu kali sebulan.
Aku berhenti ditempat biasa, seperti dulu aku suka parkir mobil. Kebetulan sekali pasarnya persis dilapangan disepanjang tempat parkir tersebut. Sebelum jalan jalan, aku lihat lihat dulu di pasar itu untuk melihat apa saja yang dijual. Tenda tenda terlihat rapi, tidak banyak hanya kira kira 30 tenda. Disitu ada yang jual sayur sayuran dan buah buahan. Juga ada keju, sauce dan dips serta buah dan minyak olives. Tanaman juga dijual disitu. Bau susis panggang memenuhi udara. Aku akhirnya beli buah cherry dan kentang.
Sehabis lihat lihat di Farmers’ Market, aku mulai jalan dan mengambil route mengelilingi telaga. Sebagian jalanan mengelilingi danau ini terletak dibagian Conservation Area yang ada pagarnya. Untuk masuk, harus membuka pintu (gate) dan harus diperhatikan pintu tersebut tertutup rapat kembali. Didaerah ini diperbolehkan untuk naik sepeda, tapi anjing dilarang masuk. Memang banyak orang yang membawa anjing mereka jalan jalan. Didaerah konservasi ini ada tempat untuk melihat burung dan jalanan menembus daerah yang banyak ditumbuhi oleh pohon pohon asli Australia dan rindang.
Didaerah konservasi itu kulihat burung air yang dinamakan Purple Swamphen (Porphyrio porphyrio) yang warnanya ungu kebiruan. Burung ini banyak dijumpai berkeliaran dipinggir perairan seperti misalnya danau atau sungai. Yang jantan memiliki jengger merah dikepalanya dan lebih besar ukurannya dibandingkan yang betina. Burung ini membuat sarang disemak belukar ditepian air. Kalau didekati tidak langsung lari seperti banyak burung lainnya. Jadi seperti bebek, cukup mudah untuk memotretnya.
Selain purple swamphen, juga ada berbagai jenis bebek dan burung bilis ibis/belibis (semacam burung kuntul kecil). Kupu kupu kecil berwarna coklat dan putih serta capung coklat banyak sekali berterbangan. Jalan masuk kedaerah konservasi ini bisa melalui dua pintu. Kalau masuk dari satu pintu bisa berjalan disempanjang danau dan keluar melalui pintu yang satunya lagi. Begitu keluar dari daerah konservasi aku langsung jalan disepanjang padang rumput yang dipotong rapi. Banyak orang orang berjalan atau naik sepeda. Anak anak sibuk memberi makan bebek.
Dari jauh aku melihat pohon buah pir itu masih ada didekat telaga. Kudengar pohon pir ini (hanya satu satunya disitu) adalah peninggalan zaman dahulu waktu orang kulit putih mulai tinggal didaerah itu. Jadi pohon pir yang sudah tua dan sendiri ini (lebih dari 200 tahun) sengaja dibiarkan tumbuh karena memiliki nilai sejarah. Kulihat pohonnya rindang sekali daunnya dan banyak buahnya. Mungkin karena akhir akhir ini banyak hujan.
Air telaga penuh sampai permukaan dan terlihat berombak kecil ditiup angin. Ditelaga ini diperbolehkan orang memancing ditempat tempat tertentu, tapi dilarang untuk berenang. Seperti biasa suasana begitu tenang dan asri.
Senang juga aku memutuskan untuk pergi ketaman ini lagi setelah lama aku tidak kesitu. Dulu waktu anakku masih kecil, sering juga aku membawanya jalan jalan dan main ayunan. Jells Park adalah salah satu taman kota yang populer untuk gerak jalan atau piknik dan barbeque. Saat ini dimana hari Natal sudah hampir tiba, kulihat banyak orang orang merayakannya. Ada yang pesta barbeque dan kuduga mereka adalah dari suatu perusahaan yang merayakan Natal dan akhir tahun sebelum liburan panjang tiba. Biasanya ini diadakan oleh perusahaan. Bahkan ada Sinter Klaas sedang membagi bagikan hadiah dikelompok lain.
Mark Vincent si Penyanyi Tenor Muda
20 Feb 2011 Leave a Comment
in Music and Songs Tags: 2009 Australia's Got Talent Winnner., Australia, Mark Vincent, Talented Young Tenor Singer
Waktu itu, kalau melihat penampilannya, tidak akan menyangka dia baru berumur 15 tahun. Apa lagi setelah mendengar suaranya! Kalau berbicara, seperti anak seumur dia, suaranya belum dalam. Namun kalau menyanyi, begitu berat dan dalam suaranya seperti layaknya suara tenor.
Waktu itu diawal tahun 2009, Mark Vincent yang lahir di Caringbah 4 September 1993, New South Wales, mengikuti perlombaan di TV Australia’s Got Talent dan keluar sebagai pemenang pertama. Memang anak muda tampan ini penampilan dan suaranya jauh lebih tua dari umur –nya yang masih muda belia. Dia di-didik untuk menyukai lagu lagu klasik dan opera oleh almarhum kakek-nya yang bernama Bruno. Dari kakek-nya juga Mark belajar menyanyi. Karena latar belakang keluarganya yang berasal dari Italia, Mark tidak canggung lagi untuk menyanyikan berbagai lagu lagu opera berbahasa Italia.
Sebagai anak remaja yang dulu sering diejek oleh teman temannya, Mark bukannya jadi minder tapi dia malah jadi bersemangat untuk mengembangkan bakatnya dan membuktikan kemampuannya. Ini bagus sekali untuk menjadi contoh bagi semua anak anak muda agar supaya lebih percaya pada diri sendiri.
Untuk membaca selanjutnya tentang penyanyi tenor muda yang berbakat ini silahkan buka: http://www.markvincent.com.au/biography/home.do
Saya harapkan dia akan terus tekun merintis karirnya dan akan semakin sukses dimasa depan. Bravo Mark! We are wishing you all the best for your future.
A Strange Cloud over Melbourne
10 Jul 2010 2 Comments
in Life Tags: Australia, Images, Melbourne, Strange Clouds

A strange formation of cloud was seen over Melbourne, Friday July 9, 2010 in the afternoon between 16.00 PM to 17.00 PM. Sky was clear and there was no wind.
Lunar New Year Celebration in Springvale
11 Feb 2010 Leave a Comment
in Life Tags: 2010, Australia, Lunar New Year Festival, Springvale, Victoria
For those who celebrate it, I wish all of you “A very Happy and Prosperous Lunar New Year”.
These are few glimpses of the Lunar New Year Celebration in Springvale Shopping centre which was held on February 06, 2010.
PS. I thank Frankie33888 and inaricci for the wonderful clips that you posted at YouTube.
A Journey down Margaret Rose Cave
05 Jan 2010 Leave a Comment
in Travel Tags: Australia, Lower Glenelg River, Princess Margaret Rose River Cave, Victoria
After a hearty breakfast served at the Melaleuca Motel in Portland, we checked out and continued our journey to Princess Margaret Rose River Cave. The sunny and cool morning made a terrific and enjoyable travel.
Margaret Rose Cave is situated in Lower Glenelg River National Park and can be reach from Portland via Nelson (a small town). From Nelson people can take a boat to the cave, but we prefered to drive to the destination which took only about 15 minutes.
Princess Margaret Rose Cave is a Mother Nature wonderland where stalactites, stalagmites, helictites, rimstone pools, cave coral and many other amazing formations can be found. It is an hourly 45 minutes guided tour which starts at 10.00 AM to 3 PM daily. The service closes on Christmas Days and during maintenance.
The entrance to the cave is in the building behind the park office. The steep 80 steps to the 15 meters beneath the ground start from a small opening. Once underground the surrounding feels wet and clammy. It is not very good for those who are claustrophobic.
The strange and unusual lime stone formations are breathtakingly beautiful.
Hopkins Falls
29 Dec 2009 7 Comments
in Travel Tags: Australia, Hopkins Falls, Victoria, Warrnambool
Hopkins Falls are located in R.A. Crothers Reserve in The Shire of Warrnambool. It is around 15 minutes drive north-east of Warrnambool city in Victoria, Australia. The shallow but quite wide waterfalls run over a long sledge of black basalt rocks. In winter months the falls are the fullest, but on the day of our visit on Boxing Day, December 26 this year (summer time) there was less water but it was still quite enjoyable to see.
This place is also well known for the migration of baby eels that are racing against the water flow to find the way upstream through the slippery ledges of the falls to reach Hopkins River. It only happen for a few days in the beginning of Summer in early December.
The pleasant drive from Warrnambool to R.A. Crothers Reserve was going through farming area where cattle were quietly grazing. It is an ideal place to have a picnic or a barbeque and also a good spot for fishing.
The Petrified Forest
28 Dec 2009 Leave a Comment
in Travel Tags: Australia, Cape Bridgewater, Petrified Forest, Portland, Victoria
A short walk from the car park brought us to a barren rocky landscape. Walls of unusual round hollow lime stone pillars and shallow round pockmarks that appeared on the ground had given us the impression of a moonscape. We hardly saw any vegetation in the area but the occasional calls of seagulls reminded us that we were still on Earth.
They name the place the Petrified Forest. It is situated in Cape Bridgewater, 21 kilometres south-west of Portland, off the Great Ocean Road (Victoria, Australia). There are few different theories on how the rock formations were happened. One popular belief is that it was formed when the forest of Moonah trees was smothered by a large sand dune. Water seeping through the sand formed a crust of sandstone on the outside of the trunks, decaying the organic matter, leaving behind petrified trunks.
The other acceptable theory is a natural geological formation where water dripped on sand stone area and it created holes that channelled into the ground so it created rounded pipe formations that resembled hollow petrified tree trunks.
The path to this desolate part of Cape Bridgewater is an easy short walk from the car park where the opposite direction is the path to the Blow Holes. We were so lucky to also enjoy the perfect summer weather on Boxing Day this year.
Memetik Strawberry dan Memotong Gasket
02 Nov 2009 2 Comments
in About Me Tags: Australia, Memetik Strawberry, Memotong Gasket, Pengalaman Kerja
Saya tiba dinegeri Kangguru ini, tepatnya di Melbourne pada awal bulan September 1983. Seingat saya, waktu itu hawa terasa dingin sekali walaupun September adalah musim semi disini. Memang tidak turun salju dimusim winter (kecuali didaerah pegunungan), tapi temperatur bisa turun dibawah nol derajat C.
Waktu itu, 26 tahun yang lalu, tidak banyak orang orang asing (migrants) seperti sekarang. Di-suburb dimana saya tinggal hanya ada dua atau tiga Asian/Chinese shop dan itu juga tak banyak sayur mayur serta buah buahan Asia dijual. Kebanyakan orang Asia waktu itu adalah berasal dari Cina, Vietnam, Kamboja atau India.
Saya masih ingat kenalan kami yang orang Kamboja mengajak saya untuk kerja memetik buah strawberry. Waktu itu diawal tahun 1984 dan hanya suami saya yang kerja. Jadi pikir pikir dari pada iseng sendirian dirumah, saya memutuskan untuk pergi bersama mereka ke Officer yang terletak tak jauh dari kota Pakenham. Perjalanan kami tempuh dengan kereta api yang memakan kira kira 20 menit sampai ditujuan.
Mengingat pengalaman ini masih membuat saya tertawa sampai sekarang. Seharian berjongkok memetik buah strawberry dan maklum karena saya tidak punya pengalaman kerja seperti itu….. saya hanya mendapat $20 hari itu. Sedang teman saya yang orang Kamboja itu bersama suaminya berdua bisa mendapat sekitar $ 80. Waktu itu pembayaran adalah secara tunai tanpa dipotong tax dan langsung bayar hari itu juga. Pikir pikir waktu itu apa kata mama kalau saya cerita tentang pengalaman ini. Di Indonesia saya anaknya boss disini di Australia saya kerja buruh tani memetik strawberry.
Saya hanya tahan kerja 2 hari dan suami saya yang orang bule bilang lebih baik saya cari kerja yang lainnya kalau memangnya saya ingin kerja.
Jadilah saya pergi ke kantor CES (Commonwealth Employment Service) yang sekarang adalah Centrelink namanya. Hari itu juga mereka carikan kerjaan yang kira kira cocok buat saya. Saya tidak punya keahlian tertentu dan pengalaman kerja saya di Indonesia adalah kerja di kantor membantu administrasi dan pembukuan. Sedihnya pengalaman saya ini tidak bisa banyak menolong disini karena kebanyakan kerjaan kantor menggunakan komputer dan saya waktu itu tidak mengerti komputer sama sekali dan bahasa Inggris saya waktu itu masih dianggap kurang memadai untuk bisa kerja di kantor.
Akhirnya mereka bertanya apakah saya mau kerja di pabrik yang membuat gasket mobil. Kerjaannya adalah memotong gasket dengan mesin. Mereka akan training saya dan kerjaan ini akan merupakan kerjaan penuh dan gajinya cukup bagus. Esok harinya saya datang keperusahaan gasket tersebut di Noble Park untuk interview. Ternyata diterima dan esoknya langsung mulai kerja.
Ternyata kerjaan ini cukup mudah dan ringan walaupun kerjanya rutin dan membosankan. Tidak banyak yang kerja disitu hanya kira kira 20 orang (termasuk orang orang kantor). Ada dua orang Asia disitu yaitu saya sendiri dan seorang ibu dari Srilangka. Saya hanya kerja disini kira kira 6 bulan karena saya mulai hamil dan kemudian memutuskan untuk sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga dan ibu untuk anak kami.
Dibandingkan dengan sekarang, lebih dari 25 tahun kemudian, kehidupan dulu dan sekarang itu masing masing ada enak dan tidak enaknya.
Segi positifnya dari zaman dahulu diawal tahun 80-an adalah mudahnya mencari kerjaan. Waktu itu umumnya kerjaan di Australia adalah kerjaan penuh/full time dan statusnya kerja tetap. Dibandingkan dengan sekarang, semakin lebih banyak kerjaan yang ada adalah bersifat casual atau bahasa Jawanya kerjaan pocokan. Kalau dibutuhkan ya akan kerja tapi kalau tak dibutuhkan ya melongo saja tak dapat duit. Juga sekarang sulit sekali mencari kerjaan karena banyaknya pendatang baru di negeri ini yang saling bersaing untuk mencari kerja. Khusus untuk tahun ini dimana resesi melanda dunia, kesulitan mencari kerjaan lebih terasa lagi.
Segi negatifnya dizaman dahulu adalah tidak banyaknya makanan Asia/Indonesia didapatkan. Sekarang sayur mayur dan buah buahan Asia melimpah. Kebanyakan sayur dan buah buahan Indonesia bisa dibeli disini. Mulai dari kangkung, bayam, cabai , kecipir, oyong dan kacang panjang. Sedang untuk buah, mulai dari rambutan, kelengkeng, mangga, jambu, durian dsb. Yang tidak ada adalah daun singkong, daun papaya, salak dan duku.
Untung sekali saya tinggal didaerah yang merupakan “The Melting Pot” , dimana penduduknya adalah multi cultural dari berbagai bangsa dan negara dari seluruh dunia. Pusat Perbelanjaan didaerah saya 90 persen adalah merupakan Asian business yang kebanyakan dijalankan oleh orang Cina, Vietnam atau Kamboja.
Salah satu segi positif tinggal didaerah Melting Pot ini adalah perasaan seakan akan saya tinggal di Indonesia/Asia………
Anak Kami si Tukang Listrik
23 Oct 2009 3 Comments
in About Me Tags: Australia, Electrician, Karir, Kerjaan
Ingat dulu waktu ML anak kami selesai SMA (Highschool) dan dia harus memutuskan pendidikan apa yang akan dia ambil. Dia memutuskan untuk ambil apprenticeship dibidang listrik. Tadinya dia bercita cita untuk mengambil pendidikan dibidang Information Technology, namun bayangan untuk kerja didalam gedung ber AC dan ber- Heater membuatnya berpikir dua kali. Sebagai seorang yang menyukai udara segar dan alam bebas, ML lebih merasa cocok dengan kerjaan yang tidak hanya duduk terus dikantor. Kerjaan yang memerlukan aktifnya tenaga dan pikiran dirasa lebih cocok buatnya.
Kalau dia memilih belajar di universitas, selama empat atau lima tahun dia akan hidup sebagai mahasiswa. Dia tahu mahasiswa itu kosong kantongnya, sedangkan kalau dia ambil apprenticeship, mulai dari tahun pertama dia akan sudah menghasilkan uang. Di Australia, beberapa tahun terakhir ini digalakkan lagi program apprenticeship oleh pemerintah. Program kerja dan belajar ini mencakup bidang trade atau skill seperti misalnya electrician, carpentry, plumbing, motor mechanic, brick layer, painter, hairdresser dan masih banyak lagi.
Ada berbagai macam kerjaan electrician (tukang listrik). Lineman, yang mungkin lebih dikenal dengan arus keras atau untuk arus lemah yaitu Construction electrician dan Industrial electrician. ML merasa industrial electrician adalah yang paling cocok buatnya. Kerjaan industrial electrican adalah testing, perbaikan dan pemeliharaan (repair and maintainance) peralatan dan mesin listrik di pabrik dan perusahaan besar. Bakatnya yang kuat dibidang mechanical, engineering dan electrical membuatnya merasa cocok untuk bekerja sebagai industrial electrician. Setelah selesai menjalani pre-apprenticeship course, kebetulan sekali dia berhasil mendapatkan kerjaan diperusahaan yang beroperasi dibidang industrial electrician. Setiap minggunya empat hari dia kerja dan sehari dia sekolah. Waktu itu, enam tahun yang lalu, tahun pertama dia menerima AUD $250 bersih seminggu-nya dan selama empat tahun pendidikan ini gajinya naik setiap tahunnya dan tahun terakhir dia mendapat lebih dari AUD $500 setiap minggunya.
Dalam waktu empat tahun menjalani apprenticeship, dia bisa membeli apa saja yang dia maui dan tidak mengandalkan orang tua untuk membelikannya. Pakaian yang dia sukai, mobil, computer, stereo set dsb. Hobby utama dia adalah off road 4WD yang merupakan hobby yang tidak murah. ML merasa untung dan puas dia bisa memenuhi kebutuhan ini. Dibawah ini adalah gambar ML dengan mainannya mobil 4WD.

Sekarang setelah memasuki tahun ketiga selesainya program apprenticeship dan sudah menjadi qualified electrician dengan kerjaan yang menjanjikan masa depan cukup cerah, cita cita ML selanjutnya adalah membeli rumah dan menemukan gadis impian…:)
We love you son and good luck!

























