Home

Jade Plant – Bonsai Ideas

Leave a comment

Big cuttings of jade plant (Crassula ovata) are ideal to grow as bonsai. The fat and rough look of the fleshy stems and trunks are ideal for bonsai. They are easy to maintain and to keep them alive. The soft branches and stems are easy to shape and bend.

Bonsai - Variegated Jade Plant

Jade Plant Bonsai

Bonsai idea - Jade Plant

Bonsai Jade

Jade - Bonsai Idea

Chopping Jade Plant

Leave a comment

Spring glorious spring has sprung! All of sudden one of our jade plants (Crassula ovata) next to the foot-path was growing out of control. The big fat branches were getting much too heavy so they bent and drooped down. It was nice and rounded before. The only way to make it better is to chop all of the top part of the plant. Yesterday I just did that.

Oh no! That will kill it…. Not to worry at all with this large succulent plant. You can just break a branch and stick in in the ground and it will grow. Actually the more you cut the tip of the branches, the compact and rounded it becomes. As long as the soil is well drain, Crassula ovata will grow happily. In the sun, in the shade or as indoor plant, no problem at all. The only difference if you want it to flower, then you have to grow it in full sun.

Yesterday I had planted half of the cuttings. It was one wheel barrow full, stacked very high. I just used the old soil from the bonsai trees that I repotted recently. It was mixed with a bit of ordinary potting mix for a bit of nutrition. Today, there is still more to do, half wheel barrow full. I have to cut all the spent flower to make it look nice and tidy. Probably I will have about 20 pots of newly planted cuttings and quite a few of them are large that look  more like mature plants. Some one I know sells stuffs in the market, probably I will ask her to sell them for me once the plants have grown roots.

Jade - Crassula ovata in July 2013

Jade – Crassula ovata in July 2013

Out of control Jade - Crassula ovata getting too big and heavy

Out of control Jade – Crassula ovata getting too big and heavy

What is left of the plant now is many exposed cut trunks and branches. It looks ugly now, but new leaves will grow back and the plant will be much lower and bushier. The cuttings in the wheel barrow (the picture above) are the remaining half that I have to pot today or tomorrow.

Jade - Crassula ovata - Growing from Cuttings. Still more to do today.

Jade – Crassula ovata – Growing from Cuttings. Still more to do today.

Kaktus yang Gampang Susah

2 Comments

Baseball Plant - Euphorbia obesa

Baseball Plant – Euphorbia obesa

Catatan: Tulisan ini untuk jenis Kaktus yang berasal dari padang pasir dan tanah gersang. Bukan untuk jenis Kaktus hutan tropis yang tumbuhnya menumpang dipepohonan (Epiphytic Cactus).

Tanaman kaktus maunya tidak sering disiram. Sudah berapa jumlah kaktus yang kutanam akhirnya mati karena aku terlalu menyayanginya. Kalau dengan banyak tanaman lainnya, semakin dirawat dan dimanjakan akan semakin subur. Namun kalau kita terlalu sering menyiram kaktus, apalagi kalau tinggal didaerah dingin, tanaman yang berasal dari daerah panas dan gersang itu akan membusuk. Didaerah empat musim, penyiraman harus dihentikan sama sekali selama musim dingin….. ini yang aku tak bisa dengan mudah melakukannya.

Tanaman cactus kalau ditanam didalam pot harus dijaga supaya tidak sering kehujanan, dan selama musim panas/kering hanya disiram kalau tanah sudah mulai mengering. Kaktus didalam pot harus diletakkan ditempat yang terkena sinar matahari dan terbuka tapi terlindung dari curah hujan yang tinggi. Beranda rumah adalah tempat yang ideal untuk menaruh kaktus didalam pot. Didaerah yang curah hujannya rendah, kaktus bisa ditanam ditanah dikebun yang berpasir dan segera menyerap air, terutama jenis kaktus yang tumbuh tinggi dan besar. Kalau ditanam ditanah tak memerlukan pupuk dan tak perlu disiram.

The Penis Plant

Penis Plant – Trichocereus bridgesii sp

Untuk menanam kaktus didalam pot diperlukan media tanam yang mengandung 40 % pasir dan kerikil. Kerikil bisa diganti dengan bata yang dihancurkan. Disini kami bisa beli tanah siap pakai khusus untuk kaktus. Tapi bisa juga dibuat sendiri dengan mencampur 60 % potting mix biasa dan 20% pasir kasar dan 20 % kerikil. Kalau ditanam ditanah, kaktus tak perlu diberi pupuk. Kalau ditanam dipot hanya memerlukan sedikit (separoh ukuran) pupuk sekali setahun. Kalau tanaman kaktus keluar bunganya bisa dipakai pupuk yang rendah kadar nitrogen-nya. Kalau kaktus tak berkembang, bisa pakai sedikit NPK balanced fertilizer.

Kemarin aku luangkan waktu untuk satu persatu meneliti koleksi tanaman kaktus kami yang masih mampu hidup. Kuperhatikan apakah ada serangga yang bersarang terutama yang mengisap sari makanan dari kaktus tersebut. Kubersihakan sarang laba-laba dan juga potnya yang berdebu. Bekas daun yang mengering pada tanaman Senecio globosa harus dipotong supaya kelihatan rapi. Dari semua kaktus yang kami punya, ada satu yang tidak sehat.

Kaktus ‘Penis Plant’ ( Trichocereus sp. Montrose) kelihatan tidak mulus karena banyak bercak-bercak putih. Memang jenis tanaman ini sering mengalami problema ini, walau biasanya tidak mematikan tapi tidak sedap dipandang. Bercak yang seperti kerak putih itu bisa disebabkan oleh tanah dan udara yang terlalu lembab dan kurangnya sinar matahari dimana bakteri atau jamur menyerang. Namun sebaliknya terlalu banyak sinar matahari yang panas sekali bisa membakar permukaan kaktus yang mulus ini hingga menjadi keriput dan akhirnya juga berubah menjadi kerak putih. Karena yang punya kami letaknya dinaungan beranda, akan kucoba untuk memindahkannya diluar untuk mendapatkan sinar matahari langsung jika temperatur tidak panas sekali. Semoga upaya ini akan bisa mengurangi tumbuhnya kerak-kerak putih tsb.

Senecio globosa and Euphorbia trigona

Senecio globosa and Euphorbia trigona

Euphorbia anoplia and Euphorbia melbraformis

Euphorbia anoplia and Euphorbia melbraformis

Ferocactus latipinus (Fishhook Barrel) and other Ferocactus sp.

Ferocactus latipinus (Fishhook Barrel) and other Ferocactus sp.

Epiphyllum ‘Ivan the Terrible’ (or ‘Fantasy Dragon’)???

6 Comments

The saying: ‘ To have more than what someone has bargained for’ means more in a negative way. However, what I have got more from buying this Epi in Caribbean market is something very exiting. The seller told me the flower would be yellow and it was the big one. Yes when I bought it, it was not flowering. Last year it refused to flower at all, and only this year it is flowering. Not only the yellow that the seller promised me, but also a big maroon red one. There are four yellow flowers and only one red one…. Obviously it is  two different Epis in one pot.

Soooo…. these epis were sold noid (with no identity). It is hard to match the yellow one, as there are heaps of yellow Epi hybrids out there. So I have given up in guessing its identity. The red one is very distinctive. The red is kind of orangey maroon. The center/throat of the flower has a flash of purple around the edges of the petals. It is very big cup, larger that the yellow one and it is slightly fragrant. After matching it with many pictures online, I have a feeling that it is “Ivan the Terrible’. If it is correct, it is not terrible at all :) Actually I am verly pleased to have it.

The strange thing, I also bought two Cymbidiums that have different colours in a pot last year. What a very nice surpirse!

Note – November 11, 2012:

I read that Ivan the Terrible has rounded petals, while the one that I have obviously don’t have rounded petals. After looking for more pictures, it looks more like ‘Fantasy Dragon’. Anyway, whatever it is does not matter much. I will not be bothered to find the match anymore.

Kaktus Epi

4 Comments

Salah satu spesies dari tanaman Kaktus Hutan adalah jenis Epiphyllum, yang juga disebut dengan Epi Cactus atau dalam bahasa Indonesia saya rasa bisa disebut dengan Kaktus Epi. Kebanyakan tanaman kaktus hutan ini berasal dari Amerika Tengah dan Selatan dimana tanaman ini hidup menumpang diatas pepohonan dihutan (Epiphytic), jadi bukan jenis parasit.

Jenis Epiphyllum yang asli bunganya berwarna putih atau krem dan bunganya terbuka dimalam hari. Banyak dari jenis ini bunganya hanya mekar beberapa jam saja dan saat surya merekah sudah akan mulai layu. Sayang sekali memang, karena jenis bunga ini seringnya beraroma sangat harum. Salah satu spesies dari jenis kaktus Epi ini sangat terkenal di Indonesia dengan nama bunga Wijaya Kusuma. Bunga Wijaya Kusuma nama Latinnya adalah Epiphyllym oxypetalum yaitu yang daunnya berombak kedua sisinya. Satu jenis lagi adalah Epiphyllum anguliger, dimana bentuk daun berlekuk dalam seperti duri ikan. Kedua jenis ini bunganya berwarna putih, harum dan hanya mekar dimalam hari.

Jenis kaktus Epi koleksi kami adalah jenis hibrida yang seringnya tanaman aslinya sebetulnya bukan jenis epiphyllum sama sekali. Namun demikian jenis hibrida ini juga dinamakan Epiphyllum, walau sebagian penggemar tanaman aslinya protes atas simpang siurnya nama. Banyak jenis kaktus Epi silangan ini adalah jenis Disocactus, Psudorhipsalis,  Nopalxochia, dsb.

Yang saya lebih sukai dengan Epiphyllum hibrida ini adalah warnanya yang amat cantik berwarna warni, mulai dari merah, pink, kuning, oranye dsb. Selain itu, jenis hibrida ini kebanyakannya bunganya tidak selalu terbuka dimalam hari dan bisa tahan kira kira tiga hari lamanya sebelum layu bahkan ada juga yang bunganya bisa tahan lebih lama lagi seperti misalnya Epiphyllum ‘Deutche Kaiserin’ (Nopalxochia phylanthoides). Jadi kecantikan rupa bunganya bisa dinikmati lebih lama siang dan malam, namun sayangnya kebanyakan jenis ini tidak berbau harum sama sekali.

Jenis kaktus Epi hibrida sangat mudah ditanam disini didaerah Melbourne. Ditanam didalam pot dengan media tanam yang berupa campuran potting mix, orchid mix dan kompos. Karena media tanam yang ringan, air akan mudah mengalir keluar dari pot. Kalau terlalu banyak mengandung air, akan menyebabkan pembusukan. Tanaman ini paling cocok diletakkan ditempat yang terlindung seperti dibawah pepohonan atau diberanda rumah. Temperatur yang paling bagus iklim sedang atau sekitar 25 derajat Celcius. Seperti layaknya tanaman jenis kaktus, kaktus Epi tidak perlu terlalu banyak makan pupuk, cukup dengan complete liquid fertilizer sebulan sekali setelah selesai berbunga. Tanaman hanya disiram kalau media tanam sudah mulai kering.

Tanaman Babi Mesem

Leave a comment

Dulu pernah ada kenalan yang juga dari daerah Jawa, melihat-lihat kebun kami. Dia paling suka dengan tanaman yang waktu itu penuh dengan bunga diakhir musim semi. Dia tanya apa namanya tanaman ini dan aku jawab namanya adalah ‘Pigface’ atau juga disebut dengan “Mesembryanthemum’. Teman itu tertawa, aneh betul namanya…. Koq bisa dinamakan muka babi kan engga kelihatan seperti babi sama sekali. Ya aku sendiri juga heran, mungkin banyak orang yang imajinasi-nya terlalu kuat sekali, ha….

Kemarin ini si-kenalan tilpon dan dia tanya apa aku masih ada tanaman “Babi Mesem’nya. Aku tak bisa menahan tawa dan tanya koq bisa jadi ‘Babi Mesem’. Rupanya diambil dari nama Pigface dan Mesembryanthemum…. untuk mudah mengingat dalam bahasa Jawa dia sebut Babi Mesem. Oh ya, mesem itu bahasa jawa yang artinya tersenyum. Ha….. aku masih bisa tersenyum sendiri.

Biacara tentang tanaman Pigface yang suka mesem ini memang membingungkan. Namanya macam-macam karena ada banyak jenisnya. Dalam nama sehari-hari pigface juga sering disebut dengan nama Iceplant. Sedang nama ilmiahnya ada sebutan Mesembryanthemum, Lampranthus, Carpobrotus, Dorothenanthus dsb. Aku sendiri tak bisa menjelaskan apa bedanya dan apa samanya karena aku bukan ahli botani. Yang aku tahu semua memiliki daun succulent dan bunga yang warna warni, ada yang merah, pink, oranye, putih, ungu dsb. Banyak dari tanaman ini kalau sedang berbunga bisa menutupi seluruh tanaman hingga tak kelihatan daun dan tangkainya. Banyak juga dari tanaman ini yang bunganya hanya terbuka kalau matahari bersinar, jadi kalau hari mendung/hujan atau dimalam hari, bunga tertutup.

Selain bisa ditanam di pot, babi mesem ini paling cocok ditanam ditanah yang mengandung pasir dan dengan kondisi yang agak kering dan gersang. Bisa dikembang biakkan hanya dengan mematahkan tangkai dan langsung di tusukkan ketanah dan jangan lupa memilih tempat yang banyak terkena sinar matahari.

Sebagian besar tanaman ‘babi mesem’ ini berasal dari Afrika Selatan dan yang aku tahu ada jenis yang tumbuh ditepian pantai didaerah Australia Selatan yang disebut dengan nama ‘Coastal Pigface’ dan termasuk dalam jenis Carpobrotus virescens, C. rossii dsb.

Oh ya, sepintas tanaman ini memang mengingatkan kita pada tanaman jenis krokot berbunga warna warni “Cantik Manis’ yang banyak ditanam di Indonesia yang nama ilmiahnya adalah Portulaca. Jangan keliru saja karena yang ini adalah jenis tanaman lain., walau banyak yang salah kaprah dengan menyebutnya pigface juga. Portulaca berasal dari Amerika Selatan dan bentuk bunganya lebih mirip bunga mawar yang lain sekali dengan bunga si ‘babi mesem’.

More Autumn Blooms….

2 Comments

The mystery yellow Epiphyllum is flowering much too early….. a real nice surprise! The medium size blooms are soft yellow with very soft sweet smell. The cutting that I planted last year is growing and also having few flower buds.

More flowering  Zygocacti ( Schlumbergera sp.):

What I like best of autumn flower ‘Chrysanthemums’ is the long lasting blooms. Even as cutting flowers in a vase, they can last more than two weeks! More Chrysanthemums from our garden:

My Mother’s Day Present:)

Fully open mauve Chrysanthemums

The first Cymbidium with tiny flower buds poking out of the tip of the spikes!

Older Entries Newer Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 64 other followers