Dragon Fruit – Hylocereus undatus
25 Feb 2012 2 Comments
in 1. Cactus and Succulent Tags: Dragon Fruit, Hylocereus undatus, My garden, New Collection
I saw the dragon fruit plants for sale in the plant nursery along Police Rd. I thought it would be nice to have one of these plants as 2012 is dragon year:). The big ones were too expensive, so I bought the small one. The seller said it was suitable to Melbourne climate. The fruit will be white inside with tiny black seeds.
Actually I never taste dragon fruits, but it doesn’t matter. I just want to add the plant to my cactus collections. Hylocereus undatus, the Latin name for Dragon fruit cactus and the other name is pataya. I read somewhere that the plant originally grow wild around central America. Later on the cultivations of the plant for fruit production are popular in Vietnam and Hawaii.
Hylocereus undatus is still related to epyphyllum. While epyphyllums have flat stems, Hylocereus stems are three sided. The plant will grow quite large with climbing and sprawling habit, and it needs strong support. The large flowers are white with beautiful fragrant and only bloom one night. For this reason, hand polination is needed to make sure the blooms will produce fruits.
Laba Laba – Renungan
23 Feb 2012 Leave a Comment
in Life, Wonderful Animals Tags: My Gardan, Orb Weaver Spider, Thought
Dihalaman belakang rumahku, ada laba laba yang menenun jaringnya yang besar mirip itu yang dipakai oleh nelayan untuk menjaring ikan. Setiap pagi kalau aku menyirami tanaman, jaring laba laba yang lengket itu selalu menghalang. Sering kali aku jalan melaluinya dengan akibat jaring yang mirip seperti benang sutera itu nempel dikepala dan rambutku.
Setiap hari dengan sebuah sapu kubersihkan jaring itu, namun esok harinya jaring baru sudah tercipta lagi untuk menangkap mangsa. Aku jadi heran, kenapa laba laba itu tidak pindah tempat? Apakah didunia laba laba itu juga seperti dunianya manusia? Manusia hidup ditempat masing masing dan tidak bisa seenaknya pindah begitu saja. Kalaupun pindah tempat tinggal, didunia manusia itu ada peraturan tertentu. Mungkin ada yang harus menjual rumahnya dulu dan kemudian beli rumah lainnya. Atau yang kontrak juga harus mencari tempat kontrakan atau kost yang baru dan harus bayar. Perpindahan habitat untuk manusia itu pasti ada alasannya tertentu. Kukira ada juga jenis laba laba yang sifatnya territorial, jadi mereka tak bisa seenaknya mencuri tempat lainnya. Sebetulnya kalau dia membuat jaringnya ditempat yang tak menghalang jalanku, aku tidak peduli dan akan kubiarkan. Tapi dengan setianya si laba laba itu tidak pindah ketempat lain. Setiap kali jaringnya rusak dan dibersihkan, dia akan membuatnya lagi yang baru….. ditempat itu lagi.
Aku jadi merenung dan ingat akan begitu banyaknya orang orang dari negara lain seperti India, Pakistan, Afganistan dan Timur Tengah berbondong bondong meninggalkan tanah air mereka untuk mencari hidup ditempat lain yang salah satunya adalah Australia. Aku jadi berikir, kalau dinegeriku mengalami kekacauan, akankah aku memilih meninggalkannya begitu saja?
Pertanyaan untuk anda semua: “Kalau misalnya ditanah air kita masing masing porak poranda dan kacau, baik itu karena situasi politik/ perang, ekonomi atau hal hal lainnya….. akankah dengan mudahnya meninggalkannya begitu saja? Ataukah anda akan tetap tinggal dan memperjuangkan masa depan negara dan bangsa serta membangunnya lagi? Akankah anda seperti laba laba dibelakang rumah kami itu yang tetap gigih mempertahankan tempat tinggalnya walaupun setiap kali ada yang merusaknya????
Foto foto ini adalah laba laba yang ada dikebun dibelakang rumahku. Apa jenisnya aku tidak tahu…. yang pasti adalah jenis yang membuat jaring.
25 Pebruari,2012:
Tadi pagi kami pindahkan laba laba-nya kehalaman depan, tepatnya dipohon buah pir. Moga moga akan suka dengan tempatnya yang baru yang tak akan mengganggu lalu lalang:)
Epiphyllum crenatum – Flower and Fruit
21 Feb 2012 2 Comments
in 1. Cactus and Succulent Tags: Epiphyllum crenatum, My garden, The Flowers and Fruits
This Epiphyllum crenatum was bought last year in the market. It had three large white flowers with soft and delicate scent. The uneven crenated stems are large, kind of different from the other epis that I have. Now two of the blooms have turned into fruits. The red maroon fruits are round and smooth.
I picked one of the fruits and I cut it open to see how it looked like on the inside. It reminded me of dragon fruits though it was much smaller. The flesh was juicy with the same colour as the skin and it had tiny black seeds. It tasted kind of sweet and sour. Not the most pleasant taste, but it was palatable. Dragon fruit which is commonly known as Pitaya (Hylocereus sp.) is said to be related to Epiphyllum.
American Pancake
12 Feb 2012 Leave a Comment
in Nostalgic Food Tags: Our Favourite Food, Pancakes
Ingat dulu waktu di Amerika, kalau makan pagi di restoran, pancake dihidangkan bersama dengan telur mata sapi dan bacon. Bagiku yang berlidah Indonesia, ini aneh sekali. Kan pancake itu manis karena dimakan dengan sirup mapel/maple syrup…..kan engga cocok dimakan bareng sama telur dan bacon. Mana pancake-nya ada enam biji ditumpuk tinggi. Untung bisa pesan setengah porsi dimana pancake-nya hanya tiga. Kalau ada sih aku lebih pilih nasi hangat dan ikan asin…. namun kumakan juga sarapan ala Amerika itu kan tak mau menyusahkan si-tuan rumah
Di Australia, pancakes tidak sepopuler seperti di AS. Orang kebanyakan makan telur dan bacon dengan roti bakar. Aku masih sering bikin American pancake disini untuk makan pagi /weekend, tapi kami tidak menyantapnya dengan telur dan bacon. Jadi ya hanya pancake saja dengan sirup dan beberapa potong buah, misalnya rock melon, strawberry, kiwi fruit, pisang, mangga, semangka dll. Banyak resep cara membuat pancake ini kucoba, tapi akhirnya aku puas dan cocok dengan satu resep.
Kalau anda ingin mencobanya, inilah resepnya. Mudah sekali membuatnya dan hasilnya adalah pancake yang empuk dan lembut.
American Pancake
- 1 cup (250 ml) tepung ‘self raising’/self raising flour. (Catatan: Kalau tak ada bisa pakai 1 cup tepung terigu dicampur dengan 2 sdt. bak puder / baking powder)
- 1 bt. telur yang ukuran besar
- 1 cup (250 ml) susu full cream segar
- 1 sdm. mentega dilelehkan
- 2 sdt. gula pasir
- 1/4 sdt garam
Cara membuat:
- Lelehkan dahulu mentega, biasanya aku lelehkan di penggorengan yang nantinya untuk masak pancake.
- Taroh tepung terigu di mixing bowl.
- Pecahkan telur diatas tepung.
- Bubuhkan susu dan semua bahan lainnya.
- Dengan whisk (klop) aduk sampai licin dan tak ada butir butirnya. (Bisa juga memakai garpu).
- Panaskan nonstick skillet / penggorengan yang datar.
- Oleskan minyak tipis tipis dengan menggunakan kertas tissue dapur. Kalau kebanyakan minyak pancakenya belang belang.
- Kalau sudah panas tuangkan adonan pancake. Kalau udah mulai berlubang lubang atasnya dan bagian bawah udah kecoklatan balikkan dan masak sampai sisi lainnya juga kecoklatan. Catatan: Kalau anda lebih suka pancake-nya lebih tebal bisa ditambah tepungnya sedikit.
Dihidangkan hangat hangat dengan sirup mapel/maple syrup, madu atau jam kesukaan anda.


















