Cicada si Gareng-Pung
06 Dec 2010 Leave a Comment
in Wonderful Animals Tags: Cicada (Gareng-pung), Cicada Nymph Skin/Shell, Images from our garden
Barusan aku menemukan pupa cicada yang sudah kosong melekat didaun jeruk lemon. Memang akhir akhir ini terdengar suara cicada yang memekakkan telinga.. Didaerah Jawa, cicada dinamakan Gareng-pung sedang bahasa Sundanya adalah Tonggeret. Aku tak tahu apa bahasa Indonesia-nya.
Menurut info dari Australian Museum, diperkirakan terdapat lebih dari 200 species cicada di Australia. Cicada Australia yang termasuk dalam keluarga besar Cicadoidea ini hidup sekitar 6 sampai 7 tahun dibawah tanah dalam bentuk pupa (nymph). Sedangkan jenis lain yang berasal dari Amerika Utara bisa hidup dibawah tanah sampai 17 tahun lamanya. Selama hidup dibawah tanah pupa cicada ini bisa dibilang belum dewasa. Masa dewasa yang amat singkat sekitar 2 minggu itu terjadi setelah cicada tersebut keluar dari pupanya dalam bentuk lain yang mirip seperti jengkerik besar lengkap dengan sayapnya.
Dalam waktu hanya beberapa minggu, cicada dewasa harus berhasil menemukan pasangan untuk berkembang biak. Cicada jantan berlomba lomba menyanyi untuk menarik perhatian sang betina. Nyanyian ini yang terdengar melengking menusuk telinga, hanya disuarakan oleh cicada jantan dengan cara menggerakkan selaput (membrane) khusus yang terletak dibawah perut.
Cicada betina bertelur dicelah celah atau dibawah kulit dahan pohon dan telur menetas dalam bentuk pupa. Disaat pupa menetas kecil sekali ukurannya dan berjatuhan diatas tanah. Kemudian pupa pupa itu menyembunyikan diri dibalik dedaunan dan semak semak. Setelah cukup besar membuat lubang ditanah dan menghabiskan hampir seluruh masa hidupnya didalam jaluran lubang didalam tanah. Untuk hidup pupa pupa ini akan menghisap sari makanan dari akar akar tanamana didalam tanah. Masa dewasa yang hanya beberapa minggu untuk berkembang biak itu mengakhiri hidup salah satu dari semua mahluk ciptaan Tuhan yang begitu menakjubkan.
Saat ini sewaktu aku menulis blog ini, petang hari menjelang dan bisa kudengar ributnya suara Gareng Pung dipohon pir didepan rumah. Karena gelap dan rindangnya pohon, sulit untuk menemukannya.
Inilah link dari YouTube untuk melihat kehidupan si Gareng Pung:










