Aftermath

Musibah bencana alam lagi lagi terjadi dibumi Indonesia dan sekitarnya. Gempa dan Tsunami yang memakan banyak jiwa dan mengakibatkan sakit, pedih, duka dan hilangnya harta benda. Banyak orang dengan pongahnya menghakimi korban bencana alam ini. Mereka bilang pasti mereka punya dosa yang besar sekali jadi Tuhan marah dan menghukum mereka!

Benarkah tuduhan kejam ini yang ditudingkan kepada korban bencana pada khususnya dan orang Indonesia pada umumnya? Apakah Tuhan itu sebegitu kejamnya? Saya bukan ahli dibidang Alkitab. Yang akan saya tulis ini hanyalah nalar yang bisa saya simpulkan.

Saya sendiripun ikut pilu dengan apa yang terjadi dan juga merenungkan dan mencoba untuk mendapatkan jawaban dari  pertanyaan: “KENAPA?”

Mungkinkah ini semua adalah karena dosa Adam dan Hawa dahulu karena tak menuruti perintah Tuhan? Akibatnya Allah Bapa memberikan kesedihan dan kesakitan. Sejak itu mereka harus bekerja dan bersimbah peluh untuk hidup mereka ((Kejadian 3:19-24).

Sejak jatuhnya Adam dan Hawa kedalam dosa, manusia semakin jauh dari Tuhan dan semakin dalam jatuh didalam perangkap dosa:

“Tuhan Allah Maha Suci, sedangkan manusia penuh dosa. Karena itu ada satu jurang pemisah antara Tuhan Allah dengan manusia. Manusia selalu berusaha untuk mencari Tuhan Allah dan kehidupan yang penuh kebahagiaan melalui usahanya sendiri yaitu kehidupan yang baik, etika, filsafat dan lain-lain, namun gagal disebabkan karena dosanya. (Roma 6:23)” < dikutip dari: Empat Hukum Rohani –  http://4laws.com/laws/indonesian/
 

Menurut pendapat saya, setelah membaca kutipan diatas, jawaban kenapa hidup didunia ini penuh dengan penderitaan, kesakitan, kesedihan, mala petaka dan tantangan jelas terjawab. Sejak jatuhnya manusia kedalam dosa yang bermula dari Adam dan Hawa, hidup manusia didunia ini tidaklah sempurna lagi. Dari sinilah alam dunia ini memberikan banyak tantangan dan percobaan hidup. Ini bisa kita lihat dan alami dari musibah alam, penyakit, tantangan dan kesulitan hidup, kesedihan dan masih banyak lagi. Allah Bapa telah membiarkan manusia berjalan sendiri menghadapi semua tantangan hidup ini.

Kembali kepada pertanyaan: “Sekejam inikah Allah Bapa?” Jawabannya adalah sebaliknya. Biarpun Bapa telah membiarkan manusia berjalan sendiri, tapi jalan yang benar masih diberikan. Ini tinggallah pilihan kita manusia. Maukah kita berjalan dijalan yang benar dibawah naungan Sang Penyelamat Yesus Kristus? Jika mau kita akan diselamatkan diakhir zaman. Jelas yang dijanjikan adalah keselamatan diakhir zaman. Jelas bukanlah keselamatan didunia ini.

Bagi saya pemikiran ini adalah masuk akal bahwa musibah baik yang bersifat alami atau karena perbuatan dan ulah manusia sendiri akan terus terjadi didunia ini, walaupun kita percaya dan hidup mengikuti perintah Tuhan. Ada banyak pendapat yang mengatakan bahwa mala petaka, rintangan dan tantangan hidup itu justru berguna bagi manusia, supaya kita bisa belajar untuk lebih mawas diri dan memperbaiki diri dan takut kepada Tuhan,

Menurut pendapat saya mala petaka gempa dan tsunami yang bertubi tubi melanda Indonesia itu  bukanlah karena para korban berbuat dosa besar. Ingat kita semua manusia ini berdosa dimata Tuhan. Semua kejadian alam, kepedihan dan kesusahan hidup ini adalah bagian dari hidup ini sendiri dan bukan karena manusia yang jadi korbannya telah berbuat dosa yang akibatnya dihukum oleh Tuhan.

Oktober 2009 – Sebagai tanda ikut berduka atas musibah gempa yang akhir akhir ini melanda Indonesia dan Samoa.