
Segelas Mochaccino dingin ini begitu cantik menggiurkan. Seindah penampilannya, tak kalah pula rasa mantap dan kesegarannya. Inilah salah satu dari berbagai jenis minuman kopi Robusta yang dihidangkan di perkebunan kopi di Banaran.
Dalam perjalanan dari Solo ke Wonosobo, kami mampir di Kampoeng Kopi di Banaran yang juga dikenal dengan singkatan KaKoBa. Banaran terletak di jalan Raya Salatiga – Bawen . Perkebunan ini yang dirintis sejak tahun 2002 adalah merupakan restoran yang terletak di perkebunan kopi milik PTPN -IX. Selain makanan khas daerah setempat, restoran ini khusus mempromosikan bermacam macam minuman kopi dari jenis Robusta yang ditanam disitu. Biji kopi robusta ini diekspor ke Eropa dan Australia , sedangkan untuk memenuhi kebutuhan local kopi yang sudah diolah dijual dengan merek Banaran Coffee.
Dengan memakai kereta wisata kami mengelilingi sebagian dari perkebunan yang luasnya kira kira 400 hektar. Pengemudi kereta wisata menjelaskan bahwa selain kopi robusta yang rupanya paling cocok dengan iklim setempat, terdapat juga pohon pala, karet dan bermacam macam tanaman buah langka seperti misalnya buah naga, srikaya, zirzak, belimbing, duwet, cacao dan lainnya. Suasana perkebunan yang terletak di perbukitan terasa begitu asri yang memberikan kesan yang menyejukkan. Ratusan atau bahkan ribuan pohon pohon kopi yang rendah itu ditanam dibawah naungan pohon pohon lamtoro/mlanding yang berfungsi sebagai pelindung. Saat ini dibulan Agustus, panen kopi baru saja selesai, tapi masih terdapat buah buah kopi yang merah itu tersisa dipohon. Kami lihat sekelompok pemetik kopi beristirahat siang dipinggir jalanan yang sempit berliku. Dipuncak bukit diperkebunan ini, dengan melihat kebawah dari jauh kami bisa melihat bentangan Rawa Bening yang tampak seperti telaga dangkal.
Untuk makan siang setelah menikmati pemandangan perkebunan, kami memilih makan camilan yang berupa tahu goreng, tempe mandoan, pisang goreng, kentang goreng dan singkong goreng. Kenikmatan makanan ini disempurnakan dengan hirupan segar dan harum-nya Mochaccino. Oh ya kami juga mencoba garang asem jamur yang dibungkus daun pisang….. dan rasanya juga tak mengecewakan. Sedap dan segar. Selain restoran, perkebunan ini juga menyediakan ruang pertemuan yang bisa disewa untuk pesta atau rapat.
Sebelum pergi kami beli juga sebungkus kopi dan sebotol sirup pala. Jika anda menyukai tanaman dan indahnya suasana perkebunan. Juga jika anda menyukai minuman kopi dan makanan daerah yang khas, Kampoeng Kopi Banaran ini adalah salah satu tempat yang patut dicatat untuk suatu hari dikunjungi ………










Oct 06, 2009 @ 05:59:41
Kopi mocha dingin itu memang segar sekali….. dan mengelilingi kebun kopi itu memang betul betul asyiiiikkkk
Jan 01, 2010 @ 13:31:47
haiihh… tadi barusan dari sana…
Banaran ngaco banget…pas dateng, susah dapet tmpat duduk…
Dah gitu pelayannya ga mau bantu sama sekali..
Jadilah kita rebutan ama orang…
Jatah pesen… Nunggu nya lama… Pake psenan ga ad, kita ga dikasi tau…
Ditanyain sewot semua pula…
Dateng makanan… Haduuhh… Rasanya ga ad yang beres… Nasgor kepedesan lah… Tempe uda kecut lah… Ngaco banget…
Yang paling utama ni.. Kopinya… ngolahnya gak asik…. gak berasa kayak kopi mateng..
Jan 01, 2010 @ 21:32:09
Herannya direstoran yang banyak sekali pengunjungnya sampai berebut tempat (seperti yang anda alami), makanannya biasanya tidak mengecewakan. Kalau ditempat yang engga banyak pengunjung itu seringnya makanannya tidak fresh/mengecewakan.
Oh ya, sebelum menulis reply ini saya sengaja membaca beberapa tulisan ttg Kampoeng Kopi Banaran lainnya yang ada di internet…. dan tanggapan dari orang lainnya cukup bagus!