Waktu berkunjung kekota Bandung beberapa waktu yang lalu, aku ikutan jalan pagi. Jalan jalan disekitar perumahan Sumber Sari Indah memang unik. Orang kebanyakannya mengelilingi taman di bagian depan perumahan. Katanya kalau hari Minggu jalan masuk utama perumahan ini tak bisa dilewati karena berubah menjadi pasar makanan. Mereka yang gerak jalan kumpul dijalan masuk di pinggiran Jl. Sukarno Hatta dan ini dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan disitu.

Nah apa hubungannya obrolanku ini dengan pohon pete? Waktu ikutan jalan pagi, diisalah satu jalan di Sumber Sari Indah aku lihat pohon yang aneh. Besar juga pohonnnya dan mempunyai bunga yang bentuknya seperti gasing. Pohon apa ya? Terus kupotret dan kakak-ku bilang itu adalah pohon pete. Yang bener? Seperti inikah yang namanya pohon pete?

Selama ini aku hidup lebih dari setengah abad baru sekarang aku lihat pohon pete. Aku sendiri tak begitu suka pete. Kalau makan sayur lodeh atau sambal goreng dan ada petenya aku tak pernah makan pete itu, jadi aku sisihkan potongan pete dipinggir piring berjejer. Ha….. Yang paling mengerikan dengan pete adalah baunya yang lama engga hilang. Kalau makan lalab pete, mulut dan kencing bau pete. Mana tahan itu wc-nya.

Pohon Petai

Petai (Parkia speciosa) juga biasa disebut dengan nama pete, yongchaa, zawngtah atau bahasa Inggrisnya adalah stink-bean. Selain di Indonesia dan Malaysia, rupanya petai juga menjadi kegemaran orang dari Thailand, Laos, Burma dan beberapa tempat di India.

Banyak orang menghubungkan petai dengan jengkol, walau mungkin baunya ada miripnya tapi petai dan jengkol itu berlainan jenisnya.
Jengkol adalah tanaman yang nama Latinnya adalah Archidendron pauciflorum / Pithecollobium jiringa / Pithecollobium labatum. Bagaimana dengan petai China yang bahasa Jawanya adalah mlanding atau lamtoro? Yang ini juga berbeda jenisnya dengan petai maupun jengkol dan istilah Latin-nya adalah Leucaena glauca.(Catatan: Walau petai, jengkol dan petai Cina berbeda jenisnya, ketiganya berasal dari keluarga yang sama yaitu Mimosoideae).
Ingat tentang petai China yang bijinya kecil kecil itu, paling enak kalau dimasak sebagai campuran bebotok kelapa. Sedap deh.

Kembali ke petai…… pohon petai bisa tumbuh setinggi 30 m dengan dedaunan yang rindang. Bunganya yang berbentuk seperti gasing atau bolam lampu akan rontok setelah polinasi dan dipucuk tangkainya yang masih dipohon akan tumbuh beberapa papan petai yang panjang panjang itu.

Aku pernah baca bahwa buah petai yang tua mengandung zat gula sucrose, fructose and glucose, jadi mereka yang suka makan petai akan mendapat tambahan energi apalagi kalau memakannya sebagai lalab…….

Senang juga aku bisa lihat pohon petai karena hobby-ku adalah tanaman. Bagi mereka yang tinggal disekitar Sumber Sari Indah di Bandung, tahukah anda pohon pete ini? Letaknya aku lupa jalan apa tapi kalau tak salah adalah. Sumber Resik (agak dibagian belakang perumahan). Kalau anda belum tahu tapi penasaran silahkan mencarinya sambil gerak jalan pagi….:)

About these ads